Perluas Kawasan Makam Bung Karno di Tengah Anggaran Terbatas, Pemkot Blitar Gandeng Provinsi hingga Pemerintah Pusat

Noormalady Usman • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 13:30 WIB
Sejumlah pengunjung keluar masuk kawasan Makam Bung Karno, Kota Blitar. Pemkot mulai memetakan pengembangan kawasan wisata sejarah tersebut di tengah keterbatasan anggaran dan aset, dengan menggandeng pemerintah provinsi hingga pemerintah pusat.
Sejumlah pengunjung keluar masuk kawasan Makam Bung Karno, Kota Blitar. Pemkot mulai memetakan pengembangan kawasan wisata sejarah tersebut di tengah keterbatasan anggaran dan aset, dengan menggandeng pemerintah provinsi hingga pemerintah pusat.

BLITAR KAWENTAR – Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar mulai memetakan langkah pengembangan Kawasan Makam Bung Karno (MBK) sebagai salah satu destinasi wisata sejarah unggulan. Upaya memperluas kawasan Makam Bung Karno tersebut dilakukan untuk meningkatkan daya tarik wisata sekaligus memperkuat nilai sejarah yang dimiliki Kota Blitar. Namun, rencana tersebut masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan anggaran daerah dan minimnya aset milik pemerintah di sekitar kawasan.

Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin mengatakan, Kawasan Makam Bung Karno merupakan aset wisata sejarah yang memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan. Karena itu, pemerintah saat ini melakukan pemetaan terhadap berbagai potensi dan aset yang ada agar pengembangan kawasan dapat dilakukan secara bertahap dan terarah.

Menurutnya, penataan tidak hanya difokuskan pada area utama Makam Bung Karno, tetapi juga kawasan pendukung di sekitarnya. Dengan demikian, kawasan tersebut diharapkan mampu memberikan pengalaman yang lebih baik bagi wisatawan maupun peziarah yang datang ke Kota Blitar.

Baca Juga: Sinergi Pemkot dan Kejari Blitar Makin Solid, Kawal Program Rastrada hingga Perwalian Anak Demi Tata Kelola Bersih

Pemetaan Potensi Kawasan Jadi Langkah Awal

Syauqul menjelaskan, pemetaan dilakukan untuk mengetahui peluang pengembangan kawasan secara menyeluruh. Pemerintah ingin memastikan setiap potensi yang dimiliki dapat dimanfaatkan secara optimal meskipun kemampuan keuangan daerah masih terbatas.

"Hari ini kami memang sedang memetakan potensi-potensi yang ada di Kota Blitar, salah satunya kawasan Makam Bung Karno. Kawasan ini perlu ditata mulai area utama hingga kawasan pendukungnya supaya lebih berkembang," ujarnya.

Baca Juga: Kuota Sekolah Rakyat Kota Blitar Baru Terisi 100 Siswa, Pemkot Gencarkan Pendekatan ke Orang Tua Jelang MPLS

Selain memperbaiki penataan kawasan, Pemkot Blitar juga ingin menghadirkan suasana yang lebih hidup melalui berbagai aktivitas yang berkaitan dengan Bung Karno. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisata sekaligus memperkuat identitas Kota Blitar sebagai Kota Proklamator.

Event Bertema Bung Karno Akan Diperbanyak

Pemkot berencana memperbanyak kegiatan bertema Bung Karno agar kawasan wisata sejarah tersebut semakin ramai dikunjungi masyarakat. Berbagai agenda budaya, edukasi, hingga kegiatan kebangsaan diproyeksikan menjadi bagian dari pengembangan kawasan.

Menurut Syauqul, semangat yang diusung adalah "Jas Merah" atau jangan sekali-kali melupakan sejarah. Filosofi tersebut dinilai sangat relevan untuk memperkuat nilai edukasi sekaligus mengenalkan perjuangan Bung Karno kepada generasi muda.

Dengan adanya event yang berkelanjutan, kawasan Makam Bung Karno diharapkan tidak hanya menjadi lokasi ziarah, tetapi juga berkembang menjadi pusat wisata sejarah yang aktif sepanjang tahun.

Keterbatasan Anggaran Masih Jadi Kendala

Meski memiliki rencana besar, pemerintah mengakui pengembangan kawasan tidak dapat dilakukan secara maksimal apabila hanya mengandalkan APBD Kota Blitar.

Baca Juga: DPRD Kota Blitar Desak Pemkot Tuntaskan Persoalan KONI, Dana Hibah dan Persiapan Atlet Jadi Sorotan

Selain anggaran yang terbatas, pemerintah daerah juga memiliki keterbatasan aset di sekitar kawasan MBK sehingga ruang untuk melakukan pengembangan menjadi tidak terlalu luas.

"Pemerintah tidak memiliki cukup banyak aset di sekitar MBK. Anggaran daerah juga sangat terbatas, bahkan untuk perawatan saja kami masih harus berhitung. Karena itu kami mulai memikirkan bagaimana kawasan ini bisa diperluas dan didukung sarana prasarana yang memadai," jelasnya.

Kondisi tersebut membuat pemerintah harus menyusun strategi pengembangan secara bertahap sembari mencari dukungan dari berbagai pihak.

Baca Juga: Ketua KONI Kota Blitar Angkat Bicara Terkait Belum Lakukan Audiensi dengan Pemkot

Gandeng Pemprov dan Pemerintah Pusat

Untuk merealisasikan rencana tersebut, Pemkot Blitar akan membangun komunikasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur maupun pemerintah pusat.

Kolaborasi lintas pemerintah dinilai menjadi solusi agar pengembangan kawasan wisata sejarah tersebut dapat berjalan lebih maksimal, terutama dalam penyediaan infrastruktur maupun fasilitas penunjang.

Pemkot berharap dukungan dari pemerintah yang lebih tinggi mampu mempercepat realisasi perluasan kawasan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan bagi wisatawan.

"Harapannya, kawasan ini semakin nyaman bagi wisatawan, peziarah, maupun masyarakat yang ingin mengenal sejarah Bung Karno," pungkas Syauqul.

Apabila pengembangan kawasan dapat direalisasikan secara bertahap, Makam Bung Karno diproyeksikan menjadi destinasi wisata sejarah yang semakin representatif. Tidak hanya menjadi tempat mengenang jasa Proklamator Republik Indonesia, tetapi juga mampu memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata dan perekonomian Kota Blitar.

Editor : Regina Gavin Agata
pengembangan MBK Syauqul Muhibbin makam bung karno wisata sejarah blitar Pemkot Blitar