Peserta KB Kota Blitar Capai 14 Ribu Jiwa, Metode Suntik Jadi Pilihan Terbanyak

M. Luki Azhari • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 12:00 WIB
Ilustrasi AI: Petugas memberikan pelayanan dan edukasi Program Keluarga Berencana (KB) kepada masyarakat di Kota Blitar.
Ilustrasi AI: Petugas memberikan pelayanan dan edukasi Program Keluarga Berencana (KB) kepada masyarakat di Kota Blitar.

BLITAR KAWENTAR – Peserta KB Kota Blitar tercatat mencapai sekitar 14 ribu jiwa hingga pertengahan tahun ini. Dari jumlah tersebut, mayoritas akseptor memilih metode kontrasepsi suntik karena dinilai lebih praktis dibandingkan metode lainnya. Program Keluarga Berencana (KB) juga masih didominasi oleh partisipasi kaum perempuan.

Data Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DPPPAPPKB) Kota Blitar menunjukkan sekitar 85 persen peserta aktif KB merupakan perempuan. Sementara itu, partisipasi akseptor laki-laki masih berada di kisaran 15 persen. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa perempuan masih menjadi pengguna utama layanan kontrasepsi di Kota Blitar. 

Kepala DPPPAPPKB Kota Blitar Mujianto mengatakan, dari berbagai pilihan alat kontrasepsi yang tersedia, metode suntik menjadi yang paling banyak diminati masyarakat. Persentasenya mencapai sekitar 34 persen dari total peserta aktif KB. (mg1/ady)

"Ya ini karena tentunya penggunaan KB dengan suntik dianggap lebih praktis, begitu datang disuntik selesai. Dari sisi praktisnya," ujarnya, kemarin (30/7). 

Baca Juga: Sekolah Rakyat Kota Blitar Belum Mulai Belajar, Sekitar 200 Calon Siswa Masih Diverifikasi dan Masuk Tunggu Pembersihan Material

Mujianto menjelaskan, sebagian besar pasangan suami istri mulai mengikuti program KB setelah dikaruniai anak pertama. Keputusan tersebut biasanya didorong oleh keinginan mengatur jarak kelahiran agar pengasuhan anak dapat dilakukan lebih optimal.

Meski demikian, banyak pasangan belum langsung memilih metode kontrasepsi jangka panjang. Sebagian masih memilih metode yang dianggap lebih mudah digunakan dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan keluarga. 

Untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat, Pemerintah Kota Blitar menyediakan berbagai fasilitas kesehatan yang bekerja sama dalam pelayanan KB. Layanan tersebut tersedia mulai dari puskesmas pembantu hingga puskesmas utama. Selain memanfaatkan layanan pemerintah, sebagian masyarakat juga memilih mengikuti program KB secara mandiri melalui fasilitas kesehatan lainnya. 

Baca Juga: Maling Spesialis Rumah Kosong di Srengat Dibekuk, Buruh Serabutan Sudah Empat Kali Beraksi

Menurut Mujianto, tujuan utama program KB bukan hanya mengendalikan jumlah kelahiran, tetapi juga mengatur jarak kehamilan agar kesehatan ibu dan anak tetap terjaga. Dengan jarak kelahiran yang ideal, bayi memiliki peluang lebih besar lahir dalam kondisi sehat karena kebutuhan gizinya dapat terpenuhi dengan baik.

Selain itu, pengaturan jarak kehamilan juga diharapkan mampu menekan angka kematian ibu dan bayi serta mengurangi risiko komplikasi selama kehamilan maupun proses persalinan. 

Program KB juga memberikan manfaat bagi keluarga dalam merencanakan jumlah anak sesuai kondisi ekonomi. Dengan perencanaan keluarga yang lebih baik, orang tua memiliki kesempatan meningkatkan kesejahteraan, memperkuat kondisi finansial, sekaligus memberikan perhatian yang lebih optimal kepada setiap anak.

Di sisi lain, keberhasilan program KB turut berkontribusi dalam mengendalikan laju pertumbuhan penduduk. Karena itu, pemerintah terus mendorong masyarakat untuk memanfaatkan layanan KB sesuai kebutuhan melalui fasilitas kesehatan yang telah disediakan.

Dengan tingginya jumlah peserta aktif yang telah mencapai sekitar 14 ribu jiwa, DPPPAPPKB Kota Blitar berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perencanaan keluarga terus meningkat. Upaya tersebut diharapkan mampu mewujudkan keluarga yang sehat, sejahtera, dan berkualitas sekaligus mendukung pembangunan sumber daya manusia di Kota Blitar. (mg1/ady)

Editor : Azahra Meilisani Salma
dpppappkb kota blitar KB suntik peserta KB Kota Blitar Mujianto keluarga berencana