Sopir Tewas Usai Pikap Terjun ke Sungai di Selopuro Blitar, Diduga Kehilangan Konsentrasi

Fajar Rahmad Ali Wardana • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:57 WIB
MUSIBAH : Polisi mengevakuasi supir yang mengalami kecelakaan tunggal dan melakukan olah TKP kemarin (20/8)
MUSIBAH : Polisi mengevakuasi supir yang mengalami kecelakaan tunggal dan melakukan olah TKP kemarin (20/8)

BLITAR KAWENTAR – Kecelakaan tunggal berujung maut terjadi di wilayah Kabupaten Blitar, Kamis (20/8) pagi. Seorang sopir tewas setelah mobil pikap Mitsubishi L300 yang dikemudikannya terjun ke sungai di Desa Mronjo, Kecamatan Selopuro.

Kecelakaan Selopuro tersebut terjadi ketika kendaraan melaju di jalan yang memiliki kontur menurun dan berbelok. Pikap kemudian hilang kendali, menabrak pembatas jalan, sebelum akhirnya terguling dan masuk ke dasar sungai.

Sopir tewas dalam kecelakaan tersebut setelah mengalami luka berat akibat benturan. Korban berinisial S, 64, warga Kecamatan Selopuro. Korban sempat dievakuasi dan dilarikan ke RSUD Ngudi Waluyo Wlingi untuk mendapatkan penanganan medis.

Baca Juga: Menelusuri Istana Gebang, Rumah Bersejarah yang Menyimpan Jejak Kehidupan Bung Karno

Pikap Melaju dari Arah Barat

Kasat Lantas Polres Blitar AKP Galih Yasir Mubaroq mengatakan, kecelakaan terjadi sekitar pukul 06.30 WIB. Lokasi kejadian berada di tikungan sebelah barat Sungai Jari, Desa Mronjo, Kecamatan Selopuro.

Petugas dari Polsek Selopuro bersama Unit Gakkum Satlantas Polres Blitar dibantu warga langsung melakukan evakuasi setelah mendapat informasi kecelakaan.

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan keterangan sejumlah saksi, kendaraan semula melaju dari arah barat menuju timur. Saat memasuki jalan umum Desa Mronjo, kendaraan melewati jalur yang menurun tajam sekaligus berbelok.

Baca Juga: Menelusuri Istana Gebang, Rumah Bersejarah yang Menyimpan Jejak Kehidupan Bung Karno

Dalam kondisi tersebut, laju kendaraan tiba-tiba tidak terkendali. Pikap kemudian meluncur dan menghantam benteng pembatas jalan di sisi kiri.

Benturan tersebut membuat kendaraan terguling hingga terperosok ke dasar sungai. Kondisi kendaraan mengalami kerusakan akibat kecelakaan tersebut. Kerugian materiil ditaksir mencapai sekitar Rp 4 juta.

Diduga Mengantuk Saat Berkendara

Dari hasil pemeriksaan awal, pengemudi diduga kehilangan konsentrasi dan mengantuk saat mengemudikan kendaraan. Kondisi fisik pengemudi menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan, terutama ketika melintasi jalur yang menurun dan memiliki tikungan.

AKP Galih menjelaskan, korban mengalami luka-luka berat akibat benturan keras ketika kendaraan terjun ke sungai. Setelah berhasil dievakuasi, korban langsung dibawa ke RSUD Ngudi Waluyo Wlingi.

Namun, nyawa korban tidak berhasil diselamatkan. Korban meninggal dunia ketika masih dalam penanganan pihak rumah sakit.

Baca Juga: Biografi Soekarno, Dari Pahlawan Kemerdekaan hingga Pemimpin yang Penuh Kontroversi

Peristiwa tersebut kembali menjadi pengingat bagi pengguna jalan untuk tidak memaksakan diri berkendara ketika kondisi tubuh sudah lelah atau mengantuk. Konsentrasi pengemudi menjadi faktor penting untuk menjaga kendaraan tetap terkendali, terlebih ketika melintasi jalur dengan kondisi jalan yang rawan.

Polisi Ingatkan Pengendara Utamakan Keselamatan

Polres Blitar mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati ketika berkendara. Pengemudi diminta memastikan kondisi fisik dalam keadaan baik sebelum melakukan perjalanan.

Jika merasa lelah atau mengantuk, pengemudi disarankan segera menghentikan kendaraan dan beristirahat di tempat yang aman. Perjalanan sebaiknya dilanjutkan setelah kondisi tubuh kembali fit.

Baca Juga: Kebaya Plastik Kresek untuk Kostum Karnaval, Begini Cara Membuatnya

Selain kondisi pengemudi, pemeriksaan kendaraan sebelum berangkat juga penting dilakukan. Kendaraan yang digunakan untuk perjalanan perlu dipastikan dalam kondisi layak sehingga dapat meminimalkan risiko kecelakaan.

“Stop pelanggaran, stop kecelakaan, demi keselamatan bersama,” tegas Galih.

Kecelakaan pikap terjun ke sungai di Selopuro tersebut menjadi pengingat bahwa kondisi fisik pengemudi dan kewaspadaan saat melintasi jalur rawan tidak boleh diabaikan. Keselamatan harus menjadi prioritas sebelum memulai perjalanan. (jar/c1/ady)

Editor : Aprillita Saskia Azzahrah Putri Kurniawan
Sopir Tewas Pikap Terjun Sungai Kecelakaan Selopuro kecelakaan blitar polres blitar