Reog Bulkiyo Butuh Panggung Pentas, Regenerasi Jadi Tantangan Pelestarian Warisan Budaya Blitar

M. Subchan Abdullah • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 15:00 WIB
WARISAN BUDAYA : Penampilan seniman Reog Bulkiyo saat upacara Pisowanan Ageng (5/8)
WARISAN BUDAYA : Penampilan seniman Reog Bulkiyo saat upacara Pisowanan Ageng (5/8)

BLITAR KAWENTAR – Reog Bulkiyo menghadapi tantangan regenerasi di tengah upaya mempertahankan kesenian tradisional yang berkembang di Desa Kemloko, Kecamatan Nglegok. Sebagian besar pelestari kesenian tersebut kini telah berusia sepuh sehingga keberlanjutan generasi menjadi perhatian.

Pemerintah di lingkup Kecamatan Nglegok pun mendorong pengenalan Reog Bulkiyo kepada generasi muda. Salah satunya menyasar pelajar sekolah dasar (SD) di Desa Kemloko sebagai langkah awal untuk menumbuhkan ketertarikan terhadap kesenian tradisional tersebut.

Selain regenerasi, pelestari Reog Bulkiyo juga berharap adanya dukungan sarana dan prasarana. Salah satu kebutuhan yang dinilai penting adalah panggung pentas untuk menunjang kegiatan pertunjukan.

Baca Juga: Sopir Tewas Usai Pikap Terjun ke Sungai di Selopuro Blitar, Diduga Kehilangan Konsentrasi

Pengenalan Dimulai dari Desa Kemloko

Camat Nglegok Agus Muntalip mengatakan, pihaknya mendapat dukungan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Jawa Timur untuk mempromosikan sekaligus mengenalkan Reog Bulkiyo kepada para pelajar.

Tahap awal pengenalan akan dilakukan di sekolah dasar yang berada di Desa Kemloko. Langkah tersebut dinilai penting karena desa tersebut menjadi tempat berkembangnya Reog Bulkiyo.

Menurut Agus, pengenalan budaya sebaiknya dimulai dari lingkungan masyarakat yang menjadi tempat tumbuhnya kesenian tersebut. Dengan begitu, masyarakat setempat diharapkan lebih mengenal warisan budaya yang dimiliki sebelum diperkenalkan secara lebih luas.

“Semua kami awali dari Desa Kemloko dulu. Kalau masyarakat desa saja tidak mengenal, bagaimana dengan masyarakat luar,” katanya.

Baca Juga: Menelusuri Istana Gebang, Rumah Bersejarah yang Menyimpan Jejak Kehidupan Bung Karno

Reog Bulkiyo sendiri telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia. Status tersebut menjadi salah satu alasan pentingnya upaya bersama untuk menjaga keberadaan kesenian tradisional tersebut agar tidak berhenti pada generasi sekarang.

Anak Muda Dihadapkan pada Hiburan Digital

Agus menyebut perkembangan teknologi dan informasi menjadi salah satu tantangan dalam menjaga ketertarikan generasi muda terhadap kesenian tradisional. Anak-anak saat ini memiliki banyak pilihan hiburan dan aktivitas melalui ruang digital.

Di sisi lain, sebagian besar pelestari Reog Bulkiyo merupakan seniman yang telah berusia lanjut. Kondisi tersebut membuat proses regenerasi perlu segera dipersiapkan agar keberadaan kesenian tidak terputus.

Karena itu, pengenalan kepada pelajar tidak hanya diarahkan agar mereka menyaksikan pertunjukan. Anak-anak juga diharapkan memahami sejarah, nilai, serta keberadaan Reog Bulkiyo sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat Desa Kemloko.

Baca Juga: Biografi Soekarno, Dari Pahlawan Kemerdekaan hingga Pemimpin yang Penuh Kontroversi

Harapannya, pengenalan sejak usia sekolah dapat menumbuhkan ketertarikan generasi muda untuk mempelajari sekaligus ikut melestarikan kesenian tersebut.

“Harapannya tentu agar anak-anak ini tertarik dengan kesenian dan juga untuk regenerasi agar Reog Bulkiyo tetap lestari,” ujar Agus.

Butuh Dukungan Sarana dan Prasarana

Selain mendorong regenerasi, pemerintah kecamatan berharap dukungan dari pemerintah daerah dan berbagai pihak dapat membuat Reog Bulkiyo semakin dikenal.

Para seniman juga terus didorong untuk aktif berlatih dan mempertahankan kegiatan kesenian. Termasuk membuat berbagai perlengkapan secara swadaya serta tampil dalam sejumlah kegiatan masyarakat.

Baca Juga: Sopir Tewas Usai Pikap Terjun ke Sungai di Selopuro Blitar, Diduga Kehilangan Konsentrasi

Namun, kebutuhan sarana dan prasarana masih menjadi salah satu perhatian. Salah satunya berupa panggung pentas yang dapat digunakan untuk mendukung pertunjukan Reog Bulkiyo.

Menurut Agus, keberadaan fasilitas tersebut dapat membantu para seniman memiliki ruang untuk menampilkan kesenian secara lebih rutin. Pertunjukan juga menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan tradisi sekaligus memperkenalkannya kepada masyarakat.

“Karena sudah jadi warisan budaya, maka ini tanggung jawab bersama kita untuk melestarikan. Apalagi jika ada dukungan sarana dan prasarana seperti panggung pentas yang memang dibutuhkan untuk pertunjukan teman-teman seniman,” pungkasnya. (sub)

Editor : Aprillita Saskia Azzahrah Putri Kurniawan
Desa Kemloko Regenerasi Seni warisan budaya Kecamatan Nglegok Reog Bulkiyo