BEN Carnival 2026 Tak Sekadar Karnaval, Jadi Ajang Promosi Wisata dan Gerakkan Industri Kreatif

M. Subchan Abdullah • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 10:54 WIB
SUASANA BERBEDA : Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin dan wakilnya beserta tamu undangan anggota DPRD Provinsi Jatim, Perwakilan Pemprov Jatim dan Ketua DPRD Kota Blitar membuka BRN Carnival 2026 dengan prosesi penuangan air, Sabtu (22/8).
SUASANA BERBEDA : Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin dan wakilnya beserta tamu undangan anggota DPRD Provinsi Jatim, Perwakilan Pemprov Jatim dan Ketua DPRD Kota Blitar membuka BRN Carnival 2026 dengan prosesi penuangan air, Sabtu (22/8).

BLITAR KAWENTAR - BEN Carnival 2026 Kota Blitar tidak hanya disiapkan sebagai tontonan budaya. Perhelatan yang digelar dengan konsep malam hari tersebut juga diarahkan menjadi sarana promosi pariwisata sekaligus menggerakkan industri kreatif di Bumi Bung Karno.

BEN Carnival 2026 menghadirkan sedikitnya 40 peserta yang membawa ragam seni, budaya, dan tradisi Nusantara dari Sabang sampai Merauke.

Perubahan waktu pelaksanaan dari siang menjadi malam hari menjadi salah satu konsep baru dalam event unggulan Kota Blitar tersebut.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Blitar melihat BEN Carnival memiliki potensi lebih luas daripada sekadar hiburan. Event tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai seniman, budayawan, pelajar, hingga pelaku industri ekonomi kreatif.

Baca Juga: Antusiasme Warga Saksikan BEN Carnival 2026, tapi Ada Catatan soal Acara yang Terlalu Larut

 Karena itu, pelaksanaannya diharapkan dapat menghidupkan aktivitas malam sekaligus mendongkrak sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat.

Menghidupkan Aktivitas Malam Kota Blitar

Kepala Disbudpar Kota Blitar Rike Rochmawati mengatakan, konsep BEN Carnival 2026 tetap mempertahankan ciri khas berupa pertunjukan seni, budaya, dan tradisi Nusantara.

Sedikitnya 40 peserta ikut ambil bagian. Peserta berasal dari berbagai unsur, di antaranya lembaga pendidikan tingkat SMP negeri hingga jajaran organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemkot Blitar.

Menurut Rike, pelaksanaan pada malam hari memberikan sejumlah keuntungan. Selain menghadirkan suasana yang lebih gemerlap, kondisi cuaca pada malam hari dinilai lebih bersahabat bagi peserta maupun masyarakat yang menyaksikan langsung di sepanjang rute.

Masyarakat tidak perlu menghadapi terik matahari ketika menikmati parade. Di sisi lain, suasana malam membuat busana dan berbagai kreasi peserta terlihat semakin menarik.

Perubahan konsep tersebut juga menjadi bagian dari upaya menghidupkan aktivitas malam di Kota Blitar. Keramaian masyarakat yang hadir diharapkan dapat memberikan efek terhadap berbagai aktivitas ekonomi di sekitar lokasi.

Ruang Promosi Pariwisata

BEN Carnival diarahkan menjadi ruang promosi pariwisata Kota Blitar. Event yang menghadirkan beragam budaya Nusantara dapat menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk datang dan menikmati suasana Kota Blitar.

Baca Juga: BEN Carnival 2026 Digelar Malam Hari, 40 Peserta Bawa Ragam Budaya Nusantara

Selain wisatawan atau masyarakat dari luar daerah, keberadaan event tersebut juga memberikan ruang bagi pelaku ekonomi kreatif untuk terlibat. Seniman dan budayawan dapat menampilkan kreativitas, sedangkan pelaku usaha memperoleh peluang dari meningkatnya aktivitas masyarakat selama acara berlangsung.

Konsep penyelenggaraan tahun ini juga dibuat lebih terbuka. Panitia tidak memasang pagar pembatas atau barikade penonton di sepanjang sisi jalan yang menjadi rute carnival. Sebagai gantinya, pembatas menggunakan papan branding.

Kebijakan tersebut memungkinkan interaksi antara peserta dan masyarakat berlangsung lebih dekat. Bagi Disbudpar, interaksi tersebut penting karena masyarakat tidak hanya melihat pertunjukan, tetapi juga dapat mengenal lebih jauh kekayaan budaya Indonesia.

Baca Juga: Tersinggung Komentar Live TikTok, Adik Kelas Tendang Kakak Kelas hingga Viral

Libatkan Generasi Muda

Selain promosi wisata dan penggerak industri kreatif, BEN Carnival juga menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya.

Pelibatan anak-anak dan pelajar dalam kegiatan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan ketertarikan generasi muda terhadap seni dan budaya Nusantara. Mereka tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk mengenal berbagai bentuk kebudayaan.

Rike menyebut pelibatan generasi muda merupakan investasi kebudayaan untuk masa depan. Pengenalan budaya sejak dini diharapkan membuat seni dan tradisi lokal maupun Nusantara tetap memiliki penerus.

Baca Juga: Sekolah Belum Beri Sanksi, Pasrahkan Penanganan Kasus Bullying ke Polisi

Melalui BEN Carnival, masyarakat juga diharapkan semakin memahami keberagaman budaya Indonesia. Pertunjukan yang berasal dari berbagai daerah menjadi media untuk memperkenalkan kekayaan Nusantara secara langsung kepada masyarakat.

Terbuka untuk Evaluasi

Disbudpar Kota Blitar memastikan evaluasi tetap dilakukan terhadap penyelenggaraan BEN Carnival. Evaluasi mencakup berbagai aspek kegiatan untuk mengetahui bagian yang masih perlu diperbaiki maupun ditingkatkan.

Masukan dari masyarakat juga menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Disbudpar menyatakan terbuka terhadap kritik dan saran sebagai bahan penyempurnaan penyelenggaraan BEN Carnival pada tahun-tahun berikutnya.

Dengan konsep malam hari, keterlibatan puluhan peserta, promosi budaya, serta potensi menggerakkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, BEN Carnival 2026 diharapkan terus berkembang. Event tersebut bukan sekadar parade budaya, tetapi juga dapat menjadi ruang pertemuan antara masyarakat, kebudayaan, pariwisata, dan industri kreatif di Kota Blitar.

Editor : Aprillita Saskia Azzahrah Putri Kurniawan
Pariwisata Blitar BEN Carnival 2026 budaya Nusantara industri kreatif disbudpar kota blitar