Warung Sri Rejeki Blitar Bertahan Enam Dekade, Lontong Cap Go Meh Jadi Menu Andalan

M. Subchan Abdullah • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 15:00 WIB
ARMI/RADAR BLITAR
LEGENDARIS: Kuliner bercita rasa khas Tiongkok disajikan oleh Warung Sri Rejeki.
ARMI/RADAR BLITAR
 LEGENDARIS: Kuliner bercita rasa khas Tiongkok disajikan oleh Warung Sri Rejeki.

BLITAR KAWENTAR – Warung Sri Rejeki menjadi salah satu kuliner legendaris yang masih bertahan di Kota Blitar. Berdiri sejak 1963, warung ini telah melewati perjalanan panjang selama lebih dari enam dekade dan kini dikelola oleh generasi ketiga.

Warung Sri Rejeki Blitar tetap mempertahankan cita rasa yang menjadi daya tarik sejak dulu. Di tengah banyaknya pilihan kuliner baru, warung yang berada di Jalan Mawar Nomor 45, Kota Blitar, ini masih diburu pelanggan. Salah satu menu yang paling banyak diminati adalah lontong cap go meh.

Keberadaan Warung Sri Rejeki Blitar menjadi bagian dari perjalanan kuliner kota. Usaha yang awalnya berjualan di Jalan Anggrek tersebut kemudian pindah lokasi pada 2000 dan terus melayani pelanggan hingga sekarang.

Baca Juga: Warung 17 Tepian Kali Papungan, Kuliner Bernuansa Alam dengan Harga Mulai Rp 5 Ribu

Berdiri Sejak 1963

Perjalanan Warung Sri Rejeki dimulai pada 1963. Selama lebih dari 60 tahun, usaha kuliner tersebut mampu bertahan melewati perubahan zaman sekaligus pergantian generasi.

Warung ini tidak lagi dikelola oleh pendiri awal, melainkan telah diteruskan kepada generasi ketiga. Pergantian pengelola tidak membuat karakter kuliner yang ditawarkan berubah drastis.

Salah satu kunci keberlangsungan usaha tersebut adalah konsistensi dalam mempertahankan rasa dan kualitas makanan. Bagi pengelola, kedua hal tersebut menjadi bagian penting untuk menjaga kepercayaan pelanggan.

Baca Juga: Kuliner Malang 2026 yang Wajib Dicoba Ada yang Berusia Lebih dari 100 Tahun

Warung Sri Rejeki awalnya berada di Jalan Anggrek. Setelah beroperasi selama beberapa tahun, usaha tersebut berpindah ke Jalan Mawar Nomor 45 pada 2000. Lokasi baru itu kemudian menjadi tempat warung melayani pelanggan sampai saat ini.

Lontong Cap Go Meh Jadi Best Seller

Dari berbagai menu yang tersedia, lontong cap go meh menjadi salah satu makanan favorit sekaligus best seller di Warung Sri Rejeki.

Menu tersebut menjadi pilihan pelanggan yang ingin menikmati sajian dengan cita rasa khas. Selain lontong cap go meh, warung ini juga menyediakan berbagai menu masakan rumahan.

Beberapa di antaranya adalah nasi campur daging, garang asem, dan rawon krengsengan. Pilihan tersebut membuat pelanggan memiliki alternatif menu selain hidangan yang menjadi andalan warung.

Keberagaman menu dengan karakter masakan rumahan menjadi salah satu daya tarik Warung Sri Rejeki. Konsep tersebut juga membuat warung ini tetap relevan bagi pelanggan yang mencari makanan sederhana dengan cita rasa yang konsisten.

Baca Juga: Pasar Kuliner Jalan Ahmad Yani Kota Blitar Bakal Dirombak, Digelontor Rp288 Juta demi Dongkrak Pengunjung dan Omzet Pedagang

Harga Sekitar Rp20 Ribu

Selain mengandalkan rasa, Warung Sri Rejeki juga mempertahankan harga yang relatif terjangkau. Pemilik Warung Sri Rejeki, Reni, mengatakan kualitas dan cita rasa menjadi hal yang terus dijaga untuk mempertahankan kepercayaan pelanggan.

Seluruh menu dibanderol sekitar Rp20 ribu per porsi. Harga tersebut membuat warung ini tetap ramah bagi masyarakat yang ingin menikmati makanan tanpa harus mengeluarkan biaya besar.

Kombinasi antara harga terjangkau dan menu masakan rumahan menjadi salah satu alasan kuliner legendaris ini tetap memiliki pelanggan. Bagi sebuah usaha yang telah bertahan selama puluhan tahun, mempertahankan kepercayaan pelanggan menjadi tantangan tersendiri.

Baca Juga: Kuliner Legendaris Blitar Ini Wajib Dicoba Ada Tahu Bumbu hingga Es Pleret yang Masih Bertahan

Buka hingga Sore

Warung Sri Rejeki melayani pelanggan mulai pukul 08.00 hingga 15.30 WIB. Jam operasional tersebut memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk datang sejak pagi hingga menjelang sore.

Lokasinya juga relatif dekat dengan sejumlah titik penting di Kota Blitar. Warung tersebut berjarak sekitar 850 meter dari Alun-Alun Kota Blitar dan sekitar 800 meter dari Stasiun Blitar. Sementara jaraknya dari Terminal Patria Blitar sekitar 4,2 kilometer.

Dengan perjalanan lebih dari enam dekade, Warung Sri Rejeki tidak sekadar menjadi tempat makan. Keberadaannya menjadi salah satu bagian dari jejak kuliner Kota Blitar yang mampu bertahan lintas generasi.

Di tengah perkembangan kuliner modern, warung ini memilih mempertahankan kekuatan utamanya: cita rasa, kualitas, serta harga yang tetap terjangkau. Konsistensi itulah yang membuat Warung Sri Rejeki masih diburu pelanggan hingga sekarang. (*)

Editor : Aprillita Saskia Azzahrah Putri Kurniawan
Warung Sri Rejeki Lontong Cap Go Meh kuliner legendaris kuliner blitar Kota Blitar