Gugur di Pelayaran Ketiga, Reyner Sempat Berbalas Chat dengan Istri Sebelum Hilang Kontak

Fajar Rahmad Ali Wardana • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 09:21 WIB
MUSIBAH : Warga menggotong peti jenazah Reyner untuk diberangkatkan menuju TPU setempat.
MUSIBAH : Warga menggotong peti jenazah Reyner untuk diberangkatkan menuju TPU setempat.

BLITAR KAWENTAR – Tangis haru dan aroma bunga setaman menyelimuti sebuah rumah sederhana di Desa Krisik, Kecamatan Gandusari, Selasa (15/9). Di rumah orang tuanya itu, jenazah Reyner Fausta Yosilianto, 22, akhirnya tiba dan langsung dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) setempat.

Reyner meninggal dunia setelah menjadi korban musibah KM Virgo Transport 8 yang karam di perairan Kalimantan. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga. Terlebih, Reyner meninggalkan seorang istri dan bayi yang baru berusia delapan bulan.

Di tengah duka tersebut, keluarga masih menunggu kabar mengenai kakak Reyner, Susanto. Sang kakak merupakan sopir utama truk ekspedisi pengangkut makanan ringan yang dibawa dalam perjalanan dari Lamongan menuju Banjarmasin. Hingga kini, Susanto masih dinyatakan hilang dan pencarian oleh tim SAR gabungan terus dilakukan.

Baca Juga: KM Virgo Tenggelam, 2 Warga Blitar Jadi Korban: Satu Selamat, Pamannya Masih Dicari

KABAR MUSIBAH DITERIMA DARI TIKTOK

Ibu Reyner, Wiwik Susiani, 48, berusaha tegar setelah mengantarkan jenazah putranya ke peristirahatan terakhir. Namun, kesedihan tidak mudah disembunyikan. Apalagi, informasi mengenai musibah yang menimpa kedua anaknya pertama kali diketahui dari media sosial.

Wiwik mengenang momen ketika pada Minggu (13/9) sekitar pukul 07.00 melihat video mengenai musibah KM Virgo Transport 8 di TikTok. Perasaannya langsung tidak enak karena dua anaknya, Susanto dan Reyner, memang sedang berlayar menggunakan kapal tersebut.

Keduanya membawa truk bermuatan makanan ringan dari Lamongan menuju Banjarmasin. Harapan sempat muncul ketika nama kedua anaknya masuk dalam daftar penumpang yang selamat.

Baca Juga: Korban KM Virgo Transport 8 asal Blitar Bertambah, Tercatat Ada Dua Warga Gandusari

Namun, keduanya tidak kunjung terlihat maupun memberikan kabar kepada keluarga.

Kepastian pahit kemudian datang pada Minggu siang. Petugas Jasa Raharja bersama perangkat desa mendatangi kediaman keluarga dengan membawa data pencocokan sidik jari.

Reyner tidak membawa dokumen KTP fisik ketika berlayar. Karena itu, jenazah korban yang ditemukan tanpa identitas di laut harus diidentifikasi melalui sistem pemindaian sidik jari kepolisian.

KELUARGA TERUS MENUNGGU SUSANTO

Kakak kandung Reyner, Yolanda, menceritakan bagaimana keluarga berusaha mendapatkan kepastian mengenai kondisi adiknya. Dia terus menghubungi Posko Basarnas untuk mencari informasi.

Baca Juga: Sopir Ekspedisi Asal Garum Blitar Selamat dari Kapal Karam KM Virgo Transport 8, Begini Kronologinya

Setelah melakukan komunikasi dengan pihak terkait, keluarga akhirnya menerima kabar bahwa Reyner dinyatakan meninggal dunia.

Kini, harapan keluarga tertuju kepada Susanto. Wiwik mengaku masih terus berdoa agar putra sulungnya tersebut segera ditemukan oleh tim SAR.

"Saya berharap ada kabar terbaik untuk kakaknya, Susanto. Kami terus berdoa agar Susanto segera ditemukan," ungkapnya.

Sementara itu, istri Reyner, Mayang, masih menyimpan percakapan terakhir dengan suaminya. Pada Sabtu siang (12/9), Reyner sempat mengabarkan bahwa dirinya sudah masuk kapal untuk berlayar menuju Banjarmasin.

Baca Juga: Dua Sepeda Motor Tabrakan di Garum Saat Jam Berangkat Sekolah, Tiga Pelajar Luka Ringan

Reyner juga sempat mengatakan akan kembali mengabari istrinya setelah sampai di lokasi tujuan.

Namun, komunikasi terakhir terjadi pada Minggu dini hari. Setelah itu, Mayang kehilangan kontak dengan suaminya. Kabar yang kemudian datang justru menjadi berita duka bagi keluarga.

PELAYARAN KETIGA MENJADI PERJALANAN TERAKHIR

Bagi keluarganya, Reyner dikenal sebagai pemuda yang gigih dan bertanggung jawab. Sehari-hari, dia menggarap lahan pertanian di desa.

Namun, kemarau panjang membuat sawah yang biasa digarapnya tidak bisa ditanami. Kondisi tersebut membuat Reyner mencari penghasilan tambahan dengan menjadi kernet truk ekspedisi bersama sang kakak.

Baca Juga: Tungku Api Belum Padam Sempurna, Rumah Warga Selorejo Terbakar Saat Ditinggal Melayat

Pekerjaan menyeberang pulau itu sebenarnya masih tergolong baru bagi Reyner. Dalam kurun waktu sebulan terakhir, dia baru tiga kali menjalani perjalanan tersebut.

Tidak ada yang menyangka pelayaran ketiganya justru menjadi perjalanan terakhir bagi pemuda berusia 22 tahun tersebut.

Kini, keluarga harus menerima kenyataan bahwa Reyner telah pergi. Mayang dan Yolanda bahkan sempat pingsan karena tidak kuasa melihat orang yang mereka cintai dimakamkan.

Kenangan terakhir Yolanda bersama adiknya juga masih begitu dekat. Dia mengaku terakhir bertemu langsung dengan Reyner ketika ada acara karnaval di rumahnya di Pagersari, Kecamatan Ngantang. Setelah itu, komunikasi lebih banyak dilakukan melalui video call.

Reyner kini telah dimakamkan di Desa Krisik. Namun, bagi keluarganya, duka belum benar-benar selesai. Mereka masih menanti satu kabar penting mengenai Susanto yang hingga kini belum ditemukan.  (jar/c1/ady)

Editor : Aprillita Saskia Azzahrah Putri Kurniawan
KM Virgo Transport 8 Reyner Fausta Yosilianto Kapal karam Susanto Desa Krisik