BLITAR KAWENTAR – Kawasan Kali Karangtengah-Plosokerep (Karplos) di Kelurahan Karangtengah, Kota Blitar, mulai dikembangkan menjadi destinasi wisata alternatif. Salah satu konsep yang diperkenalkan yakni pasar apung yang sekaligus menjadi ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk berjualan.
Pengembangan pasar apung tersebut masih berada pada tahap awal. Sebelumnya, kawasan Kali Karplos lebih dulu dimanfaatkan sebagai lokasi panggung UMKM. Kini, konsep tersebut mulai dikembangkan dengan menghadirkan aktivitas jual beli di atas aliran sungai.
Keberadaan pasar apung diharapkan tidak hanya menjadi daya tarik baru bagi masyarakat, tetapi juga membuka peluang bagi UMKM untuk memasarkan produk mereka. Dengan begitu, kegiatan ekonomi warga dapat berjalan beriringan dengan pengembangan potensi wisata lokal.
Baca Juga: Dugaan Pelibatan Pelajar di Aksi KONI Kota Blitar Dilaporkan ke Polisi
Berawal dari Panggung UMKM
Lurah Karangtengah Siswa Adi Purnama menjelaskan, pemanfaatan kawasan Kali Karplos sebelumnya berawal dari keberadaan panggung UMKM. Area tersebut kemudian dikembangkan dengan konsep yang lebih menarik agar dapat menjadi ruang aktivitas ekonomi sekaligus wisata.
Pasar apung menjadi salah satu konsep yang mulai dikenalkan di kawasan tersebut. Pelaku UMKM dapat memanfaatkan lokasi untuk menawarkan berbagai produk kepada pengunjung.
Pengembangan tersebut dilakukan secara bertahap. Pemerintah kelurahan masih melihat potensi dan respons masyarakat terhadap keberadaan pasar apung sebelum menentukan pola kegiatan secara lebih rutin.
Baca Juga: Short Course AI untuk Guru Digelar di Blitar, 50 Pendidik Bakal Dibekali Strategi Memanfaatkan Kecer
Selain menjadi tempat berjualan, kawasan sungai juga memiliki potensi sebagai ruang rekreasi masyarakat. Aktivitas tersebut diharapkan mampu membuat kawasan Kali Karplos semakin dikenal sebagai salah satu alternatif tujuan wisata di Kota Blitar.
Ditargetkan Digelar Berkala
Untuk menjaga keberlanjutan kegiatan, pasar apung direncanakan dapat digelar secara berkala. Salah satu opsi yang muncul adalah pelaksanaan setiap Minggu.
Namun, pelaksanaannya masih memungkinkan menyesuaikan kondisi dan kesiapan kegiatan. Pasar apung juga dapat digelar setiap satu atau dua pekan sekali.
Tidak menutup kemungkinan jadwal kegiatan disesuaikan dengan penanggalan Jawa. Misalnya, kegiatan dilaksanakan pada Minggu Wage atau Minggu Pon.
Pola tersebut masih dalam tahap pembahasan. Kelurahan Karangtengah ingin memastikan kegiatan dapat berjalan secara berkelanjutan tanpa membebani pelaku UMKM maupun pengelola.
Baca Juga: Rabies Kota Blitar Masih Aman, DKPP Tingkatkan Kewaspadaan dan Kendalikan Populasi Kucing
Buka Peluang Kolaborasi
Pengembangan wisata buatan di Kali Karplos juga terbuka untuk kolaborasi dengan berbagai kelompok masyarakat. Salah satunya komunitas yang memiliki perhatian terhadap alam dan lingkungan.
Kolaborasi tersebut dinilai dapat memperkuat konsep wisata di kawasan sungai. Tidak hanya mengandalkan aktivitas jual beli, tetapi juga menghadirkan kegiatan yang berkaitan dengan lingkungan.
Beberapa kegiatan lingkungan yang telah dilakukan antara lain penanaman pohon dan pelepasan benih ikan di kawasan sungai. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga ekosistem Kali Karplos.
Baca Juga: Gugur di Pelayaran Ketiga, Reyner Sempat Berbalas Chat dengan Istri Sebelum Hilang Kontak
Dengan adanya aktivitas lingkungan, kawasan pasar apung diharapkan tidak hanya ramai ketika kegiatan UMKM berlangsung. Pengelolaan kawasan juga diarahkan agar tetap memperhatikan kondisi lingkungan sekitar.
Jadi Wadah Ekonomi dan Wisata
Keberadaan Pasar Apung Kali Karplos diharapkan dapat memberikan ruang lebih luas bagi UMKM lokal. Produk warga bisa dikenalkan kepada masyarakat melalui kegiatan yang dikemas dalam suasana wisata.
Konsep tersebut juga menjadi upaya memanfaatkan potensi lokal yang sebelumnya belum banyak digunakan sebagai tujuan wisata. Kali Karplos tidak hanya dipandang sebagai kawasan sungai, tetapi juga dapat menjadi ruang interaksi masyarakat.
Baca Juga: Karhutla Gunung Butak Meluas hingga Pos 2, Angin Kencang Hambat Waterbombing
Pengembangan pasar apung masih membutuhkan proses dan evaluasi. Jadwal kegiatan, bentuk kolaborasi, serta pengembangan fasilitas dapat disesuaikan dengan perkembangan di lapangan.
Kelurahan Karangtengah berharap konsep tersebut mampu berjalan secara bertahap dan memberikan manfaat bagi warga. Perpaduan antara kegiatan UMKM, wisata, dan pelestarian lingkungan menjadi arah pengembangan kawasan Kali Karplos ke depan. (*/c1/ady)
Editor : Aprillita Saskia Azzahrah Putri Kurniawan