Penumpang KM Virgo Asal Blitar Selamat Setelah 7 Jam Terombang-ambing di Laut

Fajar Rahmad Ali Wardana • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 12:30 WIB
SELAMAT : Syaiful Anwar [baju kuning] bersama rekannya di penampungan Banjarmasin, Kalimantan usai selamat dari kecelakaan KM Virgo transport 8.
SELAMAT : Syaiful Anwar [baju kuning] bersama rekannya di penampungan Banjarmasin, Kalimantan usai selamat dari kecelakaan KM Virgo transport 8.

 
BLITAR KAWENTAR
– Kisah Syaiful Anwar, warga Desa Slorok, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, menjadi salah satu cerita penyelamatan dalam tragedi tenggelamnya KM Virgo Transport 8 di perairan Kalimantan.

Syaiful merupakan salah satu penumpang KM Virgo Transport 8 yang berhasil selamat setelah kapal mengalami kecelakaan pada Minggu (13/9).

Ia sempat terombang-ambing di laut selama sekitar tujuh jam sebelum menemukan sekoci dan akhirnya mendapat pertolongan kapal Pertamina.

Saat ini Syaiful masih berada di Banjarmasin. Kondisinya disebut baik dan sehat, tetapi ia mengalami trauma berat setelah melalui kejadian tersebut.

Baca Juga: Tujuh Anggota DPRD Kota Blitar Dilaporkan Terkait Aksi KONI, Ini Duduk Perkaranya

Di sisi lain, keluarga masih menunggu kabar mengenai pamannya, Jarot, yang hingga kini masih dalam pencarian.

Terbangun Saat Kapal Mulai Miring

Kabar mengenai keselamatan Syaiful pertama kali diterima ibu tirinya, Tuyem, pada Minggu pagi.

Ia mendapat informasi dari akun TikTok anonim yang mengaku sebagai Syaiful dan menyampaikan bahwa anak tirinya selamat setelah mendapatkan pertolongan dari kapal Pertamina.

Baca Juga: Sopir Ekspedisi Asal Garum Blitar Selamat dari Kapal Karam KM Virgo Transport 8, Begini Kronologinya

Setelah dievakuasi, Syaiful sempat meminjam telepon kru kapal karena ponselnya hilang dalam kecelakaan. Ia kemudian menghubungi Tuyem menggunakan voice note.

Dari cerita Syaiful kepada keluarga, sebelum kecelakaan terjadi, dirinya sedang tidur di dalam truk yang ditumpanginya setelah masuk ke kapal.

Syaiful bahkan tidak menyadari ketika KM Virgo sudah berangkat dari Tanjung Perak. Sekitar pukul 23.00 WIB, ia sempat terbangun untuk minum kopi sebelum kembali tidur bersama pamannya, Jarot.

Baca Juga: Kapal Mutiara Sentosa 2 Terbakar di Perairan Sumenep, 40 Orang Sempat Bertahan di Kapal Saat Evakuasi Berlangsung

Situasi berubah sekitar pukul 01.00 WIB. Syaiful dibangunkan anak buah kapal (ABK) dan diminta bersiap karena kapal mulai miring.

Lompat ke Laut dengan Pelampung

Dalam kondisi panik, Syaiful berusaha mencari pelampung. Sementara itu, pamannya lebih dahulu berlari menggunakan jaket pelampung.

Syaiful sempat berusaha mencari Jarot. Namun, kondisi yang semakin kacau membuat keduanya terpisah.

“Syaiful dibangunkan anak buah kapal (ABK) KM Virgo agar siaga karena kapal mulai miring. Lalu Syaiful mencari pelampung, namun pamannya justru lari lebih dulu memakai jaket. Dia sempat mencari pamannya, namun tak ketemu lagi,” ungkap Tuyem.

Baca Juga: Kapal Mutiara Sentosa 2 Terbakar di Perairan Sumenep, 40 Orang Sempat Menunggu Evakuasi, Basarnas Kejar Penyelamatan

Syaiful akhirnya memutuskan menyelamatkan diri dengan melompat ke laut. Ia tetap mengenakan pelampung dan berusaha bertahan di tengah kondisi laut.

Selama berada di laut, ia berpegangan pada sejumlah benda yang terapung, di antaranya kulkas dan lemari. Kondisi tersebut berlangsung sekitar tujuh jam.

Hingga sekitar pukul 08.00 WIB, Syaiful menemukan sekoci yang terapung di laut. Tidak lama kemudian, ia bertemu kapal Pertamina yang datang memberikan pertolongan.

Sempat Muntah dan Pingsan

Setelah dievakuasi ke kapal Pertamina, kondisi Syaiful sempat drop. Ia mengalami muntah hingga pingsan setelah mendapatkan pertolongan.

Baca Juga: Kapal Mutiara Sentosa 2 Terbakar di Perairan Sumenep, 40 Orang Sempat Bertahan di Kapal Saat Evakuasi Berlangsung

Syaiful tidak sendirian. Saat proses penyelamatan tersebut, terdapat enam orang lain yang juga berhasil selamat bersamanya.

Kini kondisi Syaiful disebut sudah baik dan sehat. Namun, pengalaman terombang-ambing selama berjam-jam di laut meninggalkan trauma berat.

Tuyem mengaku belum berani bertanya lebih jauh mengenai detail kejadian yang dialami Syaiful. Terlebih, keluarga masih memikirkan keberadaan Jarot yang belum ditemukan.

Baca Juga: Dewan Siap Hadapi Pemeriksaan, Yohan Tri Waluyo Buka Opsi Gugat Balik

Belum diketahui kapan Syaiful dapat kembali ke Blitar. Tuyem menduga anak tirinya masih menunggu perkembangan pencarian Jarot karena keduanya berangkat bersama.

Bagi keluarga, keselamatan Syaiful menjadi kabar yang melegakan di tengah duka dan kekhawatiran akibat tragedi KM Virgo Transport 8. Mereka kini masih berharap proses pencarian terhadap Jarot membuahkan hasil.

Tuyem mengatakan hubungannya dengan Syaiful cukup dekat. Sepulang bekerja, Syaiful sering mampir ke rumahnya di Kelurahan Bence, Kecamatan Garum, untuk bermain bersama adiknya yang masih duduk di bangku SMA.

Kini keluarga hanya bisa menunggu kepulangan Syaiful sekaligus berharap ada kabar baik mengenai Jarot.

Editor : Aprillita Saskia Azzahrah Putri Kurniawan
KM Virgo Syaiful Anwar Blitar Kapal Pertamina Tragedi kapal blitar