BLITAR KAWENTAR – Pasar Apung Karplos mulai mencuri perhatian sebagai destinasi wisata baru di Kota Blitar.
Kawasan Kali Karangtengah-Plosokerep (Karplos) yang sebelumnya hanya dikenal sebagai aliran sungai kini dikembangkan menjadi ruang wisata kuliner bagi masyarakat.
Konsep Pasar Apung Karplos menghadirkan aktivitas kuliner di kawasan sungai sekaligus menjadi wadah bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produk mereka.
Baca Juga: Kecelakaan Simpang Empat JLS Tambakrejo Terjadi Dua Kali Sepekan, Pengendara Motor Luka Berat
Destinasi tersebut berada di Kelurahan Karangtengah dan diharapkan menjadi alternatif tempat rekreasi bagi warga.
Pembukaan perdana kawasan kuliner tersebut berlangsung Sabtu (12/9). Sejumlah pengunjung tampak menikmati suasana kawasan sekaligus mencicipi aneka kuliner yang tersedia.
Lurah Karangtengah Siswa Adi Purnama mengatakan, pasar apung kuliner tersebut direncanakan dapat digelar secara rutin setiap Minggu.
Baca Juga: Bursa Ketua KONI Kota Blitar Memanas, Wawali Elim Tyu Samba dan Inspektur Daerah Ratih Dewi Indarti
Namun, jadwal tersebut masih dalam tahap penjajakan. Pemerintah kelurahan masih melihat perkembangan serta respons masyarakat terhadap konsep wisata yang dikembangkan di Kali Karplos.
Selain setiap Minggu, terdapat sejumlah opsi lain yang tengah dipertimbangkan. Pasar apung bisa saja digelar setiap satu atau dua pekan sekali.
Konsep tersebut bahkan berpeluang menyesuaikan kalender Jawa. Salah satu opsi yang disebut adalah penyelenggaraan pada Minggu Wage dan Minggu Pon.
Penentuan jadwal nantinya akan menyesuaikan hasil evaluasi dan perkembangan kegiatan di kawasan Kali Karplos.
Kehadiran pasar apung tidak hanya diarahkan sebagai tempat rekreasi. Kawasan tersebut juga disiapkan sebagai ruang bagi pelaku UMKM lokal untuk memperkenalkan dan menjual produk mereka.
Konsep tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. Pengunjung dapat menikmati wisata sekaligus membeli berbagai produk kuliner yang ditawarkan pelaku usaha.
Baca Juga: 10 Siswa SLB Negeri 1 Kota Blitar Sakit Perut dan Mual Usai Santap MBG, Satu Dirawat di RSUD Mardi W
Kawasan Kali Karplos sendiri sebelumnya merupakan aliran air biasa yang kemudian dikembangkan menjadi lokasi wisata.
Perubahan tersebut membuat area yang sebelumnya belum menjadi tujuan utama warga kini mulai dimanfaatkan untuk aktivitas kuliner dan rekreasi.
Pasar Apung Karplos juga dapat menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin bersantai bersama keluarga tanpa harus bepergian jauh dari pusat Kota Blitar.
Baca Juga: 17 Tuntutan Warga Desa Serang Belum Terpenuhi, Inspektorat Beri Rekomendasi
Pengembangan kawasan Karplos ke depan juga tidak hanya mengandalkan kegiatan kuliner.
Pemerintah kelurahan membuka peluang kolaborasi dengan berbagai komunitas untuk ikut menghidupkan kawasan tersebut.
Komunitas pencinta alam, pegiat lingkungan, hingga kelompok masyarakat lain dipersilakan memanfaatkan ruang yang tersedia sesuai konsep kegiatan.
Baca Juga: 8 Tema Aquascape yang Bisa Jadi Inspirasi Pemula, dari Natural hingga Mountain Style
Kolaborasi tersebut diharapkan membuat kawasan Karplos memiliki aktivitas yang lebih beragam.
Dengan demikian, masyarakat tidak hanya datang untuk menikmati makanan, tetapi juga dapat mengikuti berbagai kegiatan yang berkaitan dengan wisata lokal dan lingkungan.
Siswa Adi Purnama menyebut pengembangan kawasan tersebut mengusung konsep kolaborasi berbasis wisata lokal.
Baca Juga: Anjing Shih Tzu Bulu Minim Rontok dan Sifatnya yang Bikin Betah di Rumah
Fasilitasi terhadap pelaku UMKM juga menjadi salah satu perhatian agar kegiatan wisata dapat memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat.
Dengan konsep tersebut, Pasar Apung Karplos berpeluang menjadi destinasi baru yang memadukan wisata lokal, kuliner, UMKM, komunitas, dan ruang publik.
Jarak kawasan tersebut juga relatif dekat dari sejumlah titik penting Kota Blitar. Dari Alun-Alun Kota Blitar jaraknya sekitar 2,4 kilometer, sedangkan dari Stasiun Blitar sekitar 2 kilometer dan Terminal Patria Blitar sekitar 1,7 kilometer.
Baca Juga: Bonsai Serut dari Batang Bekas Tebangan Ternyata Bisa Tumbuh Tunas
Pengembangan Pasar Apung Karplos selanjutnya masih akan melihat hasil penjajakan, termasuk terkait jadwal pelaksanaan rutin dan bentuk kolaborasi dengan masyarakat. (bud/c1/sub)
Editor : Ratna Anggi Puspita Sari