Karhutla Gunung Butak Belum Mereda, Tim Gabungan Padamkan Titik Api hingga Dirikan Posko Darurat

M. Subchan Abdullah • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 09:36 WIB
PATROLI RUTIN: Personel gabungan memadamkan api secara manual dengan gepyok di Puncak Kencono Gunung Butak, Sabtu (26/9).
PATROLI RUTIN: Personel gabungan memadamkan api secara manual dengan gepyok di Puncak Kencono Gunung Butak, Sabtu (26/9).

BLITAR KAWENTAR – Karhutla Gunung Butak masih menjadi perhatian tim gabungan. Hingga Sabtu (26/9), sejumlah titik api masih ditemukan di kawasan hutan dan lahan. Petugas pun terus melakukan patroli serta pemadaman untuk mencegah api kembali meluas.

Karhutla Gunung Butak ditangani secara manual maupun melalui udara. Personel gabungan harus berjibaku di tengah medan yang sulit dan terik matahari untuk memastikan bara api yang masih muncul dapat segera dipadamkan.

Dari hasil patroli, masih terlihat bara api yang membakar daun hingga ranting-ranting kering. Petugas menggunakan peralatan manual berupa gepyok untuk memadamkan api. Selain itu, penanganan juga dilakukan dengan helikopter waterbombing, meski proses tersebut menghadapi tantangan angin kencang.

Baca Juga: Gatot Gunungkidul, Kuliner Hitam dari Singkong yang Bikin Penasaran

Patroli Rutin Pantau Titik Rawan

Penanganan karhutla melibatkan personel dari berbagai unsur. Di antaranya BPBD, kepolisian, TNI, Perhutani, relawan, serta elemen masyarakat terkait.

Salah satu lokasi penanganan berada di posko hutan lindung BKPH Ampelgading, tepatnya di sisi lereng selatan Puncak Pitrang dari arah Puncak Langit, Desa Tunggorono, Kecamatan Doko, Kabupaten Blitar.

Baca Juga: Gatot Tiwul Yutum Gunungkidul, Jajanan Legendaris Sejak 1985 yang Punya Varian Kekinian

Kapolres Blitar AKBP Ardhy Zul Hasbih Nasution melalui Kabag Ops AKP Sony Hartanto juga terus melakukan pengecekan dan pemantauan di sejumlah kawasan yang dinilai rawan kebakaran.

Pemantauan difokuskan pada titik koordinat yang terdeteksi memiliki tingkat kepercayaan atau confidence level medium di wilayah Puncak Langit, Desa Tunggorono.

Dalam penyisiran pada Sabtu (26/9), tim masih menemukan bara api di sejumlah pohon. Petugas langsung bergerak melakukan pemadaman menggunakan peralatan yang tersedia di lokasi.

Kondisi medan menjadi salah satu tantangan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan tersebut. Meski demikian, tim gabungan tetap melakukan upaya maksimal agar tidak kembali ditemukan titik api yang berpotensi memicu kebakaran lebih luas.

Posko Darurat Karhutla Didirikan

Sebagai langkah antisipasi, tim gabungan mendirikan Posko Darurat Karhutla di kawasan Puncak Langit, Kecamatan Doko. Posko tersebut menjadi pusat koordinasi, pemantauan, sekaligus pengendalian penanganan karhutla di wilayah tersebut.

Keberadaan posko diharapkan memudahkan koordinasi antarpersonel dalam memantau perkembangan kondisi di lapangan. Terlebih, masih terdapat potensi munculnya titik api baru di kawasan hutan dan lahan.

Baca Juga: Tiwul Gunungkidul, Jajanan Tradisional yang Kini Jadi Oleh-Oleh Favorit

Selain melakukan pemadaman, petugas juga mengingatkan masyarakat serta pendaki agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. Salah satunya dengan tidak membuang puntung rokok sembarangan dan tidak membuat perapian di sekitar kawasan hutan.

Masyarakat juga diminta segera melapor apabila melihat asap atau titik api baru. Laporan dapat disampaikan kepada petugas terdekat maupun melalui Call Center 110 milik Polri yang bisa diakses secara gratis.

Penanganan secara bersama-sama terus dilakukan untuk memastikan karhutla Gunung Butak dapat segera dikendalikan. Upaya tersebut sekaligus untuk mencegah kebakaran meluas dan mengancam kawasan hutan maupun keselamatan masyarakat.

Editor : Regina Gavin Agata
Karhutla Gunung Butak Posko Darurat Karhutla gunung butak Doko kebakaran hutan