Cek Kesehatan Gratis di Blitar Terkendala Input Data, 20 Ribu Hasil Pemeriksaan Sempat Menunggak

Fajar Rahmad Ali Wardana • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 11:06 WIB
TENANG YA MBAH : Nakes melakukan serangkaian pemeriksaan CKG salah satu puskesmas beberapa waktu lalu.
TENANG YA MBAH : Nakes melakukan serangkaian pemeriksaan CKG salah satu puskesmas beberapa waktu lalu.

 

BLITAR KAWENTAR – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kabupaten Blitar masih menghadapi sejumlah kendala teknis di lapangan.

Salah satu persoalan utama berada pada proses input dan pelaporan data pemeriksaan yang belum berjalan optimal.

Kondisi tersebut membuat capaian CKG yang tercatat dalam sistem masih rendah. Padahal, antusiasme masyarakat untuk mengikuti pemeriksaan kesehatan dinilai cukup tinggi.

Baca Juga: Kasus ISPA di Jawa Timur Naik, Dinkes Kota Blitar Tingkatkan Kewaspadaan

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar dr Christine Indrawati mengatakan, rendahnya persentase capaian CKG bukan disebabkan minimnya partisipasi masyarakat.

Persoalan justru berada pada rumitnya alur administrasi pelaporan digital serta keterbatasan tenaga administrasi.

Menurut Christine, petugas di lapangan harus melakukan input data secara ganda ke dua aplikasi berbeda. Kedua aplikasi tersebut adalah ASIK untuk penyakit tidak menular (PTM) dan aplikasi sistem CKG.

Baca Juga: Usai Musorkotlub, KONI Kota Blitar Masih Tunggu SK Definitif dari KONI Jatim

Kedua aplikasi tersebut belum saling terhubung atau interoperable. Kondisi ini membuat beban administrasi petugas bertambah.

“Capaian CKG kita di sistem memang masih rendah. Setelah dievaluasi, kendala utamanya adalah keterbatasan tenaga administrasi,” ujarnya.

Dinkes Kabupaten Blitar mencatat sempat terdapat tunggakan sekitar 20 ribu data hasil pemeriksaan warga. Namun, data tersebut telah berhasil dimasukkan ke dalam sistem CKG nasional dalam sebulan terakhir.

Masalah lain muncul ketika petugas melakukan input data secara massal pada jam kerja. Sistem aplikasi terkadang berjalan lambat karena tingginya lalu lintas pengguna secara nasional.

Akibatnya, sejumlah tenaga kesehatan terpaksa melakukan input data pada sore hingga malam hari, di luar jam kerja.

Beban kerja ganda juga berpotensi memunculkan kesalahan dalam proses input data. Terlebih, sebagian petugas di puskesmas masih menghadapi keterbatasan kemampuan teknis digital.

Baca Juga: Pramuka MTsN 5 Blitar Punya Banyak Manfaat, Prasanema Scout Jadi Wadah Latih Kemandirian dan Kepedul

Salah satu persoalan yang dapat terjadi adalah kesalahan mengetik nomor induk kependudukan (NIK). Kesalahan satu angka saja berpotensi membuat data yang dimasukkan mengarah kepada nama orang lain.

Christine mengakui potensi kesalahan data memang ada dalam proses input CKG.

Selain kesalahan petugas, sistem aplikasi juga disebut menjadi kendala. Dari 100 data yang dimasukkan pada satu hari, terkadang hanya sekitar 20 data yang tercatat pada sistem keesokan harinya. Kondisi tersebut membuat petugas harus mengulang proses input.

Baca Juga: Bakar Sampah di Kebun Bambu, Kakek 81 Tahun di Kesamben Blitar Tewas Terjebak

Situasi itu menambah beban pekerjaan tenaga kesehatan yang harus memastikan data pemeriksaan warga tetap masuk dan tercatat dalam sistem.

Kendala pelaksanaan CKG di Kabupaten Blitar tidak hanya berkaitan dengan input data. Ketersediaan bahan habis pakai (BHP) medis dari Kementerian Kesehatan juga menjadi persoalan.

Alokasi dropping reagen dari pusat disebut terbatas. Di sisi lain, anggaran belanja BHP Dinkes Kabupaten Blitar tahun ini tercatat tidak sampai Rp500 juta.

Baca Juga: Bocoran Apple Event: iPhone Duo Lipat, iPhone 18 Pro, dan Estimasi Harga

Anggaran tersebut menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kondisi efisiensi anggaran daerah turut memengaruhi ketersediaan sejumlah kebutuhan pemeriksaan.

Beberapa BHP yang disebut mengalami keterbatasan antara lain stik reagen untuk pemeriksaan gula darah, kolesterol, dan asam urat.

Untuk mengejar ketertinggalan capaian, Dinkes Kabupaten Blitar kini memfokuskan strategi pada percepatan input data.

Baca Juga: Kain Seragam Sekolah di Kota Blitar Disiapkan, Anggarannya Capai Rp1,9 Miliar

Langkah tersebut dilakukan agar hasil pemeriksaan yang sudah dilakukan masyarakat dapat segera tercatat dalam sistem dan tidak kembali menumpuk.

Percepatan pelaporan menjadi penting karena capaian yang terlihat dalam sistem harus mampu menggambarkan pemeriksaan yang telah dilakukan di lapangan.

Di tengah kendala teknis, Dinkes Kabupaten Blitar tetap berupaya meningkatkan pencatatan capaian CKG.

Baca Juga: Kasus ISPA di Jatim Meningkat, Emil Dardak Pastikan Fasilitas Kesehatan Masih Terkendali

 Persoalan jaringan, beban administrasi, potensi kesalahan input, hingga keterbatasan BHP menjadi tantangan yang perlu dihadapi dalam pelaksanaan program tersebut. (jar/c1/sub)

Editor : Ratna Anggi Puspita Sari
kesehatan blitar CKG Blitar input data dinkes blitar Cek Kesehatan Gratis