BLITAR - Harga daging sapi Blitar yang masih mencapai Rp140.000 per kilogram membuat pedagang di Pasar Wlingi menghadapi penurunan penjualan setelah Lebaran. Kondisi pasar yang sepi semakin menekan omzet pedagang, terlebih muncul penjualan daging sapi secara daring dengan harga sekitar Rp100.000 per kilogram. Para pedagang menduga daging murah tersebut berasal dari sapi yang tidak sehat dan meminta dinas terkait segera melakukan inspeksi mendadak (sidak). Selain menjaga persaingan usaha, pemeriksaan diharapkan memastikan daging yang beredar aman dikonsumsi masyarakat.
Harga Daging Sapi Blitar Bikin Pedagang Tertekan
Aktivitas perdagangan daging sapi di Pasar Wlingi, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, belum menunjukkan kondisi yang menggembirakan. Sejumlah pedagang mengeluhkan minimnya pembeli karena harga daging masih tergolong tinggi setelah Lebaran.
Baca Juga: Mutasi Pejabat Pemkab Blitar Resmi Bergulir, 25 Pejabat Dilantik, Satu Jabatan Eselon II Masih Koson
Situasi tersebut menjadi tantangan bagi pedagang yang mengandalkan penjualan harian. Ketika jumlah pembeli menurun, stok daging yang dibawa untuk dijual berisiko tidak habis pada hari yang sama.
Persoalan semakin rumit dengan adanya penjual daging sapi di luar pasar yang menawarkan harga jauh lebih rendah. Berdasarkan keterangan pedagang dalam laporan tersebut, daging sapi di pasar dijual sekitar Rp140.000 per kilogram, sedangkan penawaran melalui media sosial berada di kisaran Rp100.000 per kilogram, bahkan disebut ada yang lebih murah.
Selisih harga sekitar Rp40.000 per kilogram itu menjadi perhatian pedagang. Mereka khawatir konsumen lebih memilih produk dengan harga rendah tanpa mengetahui secara pasti asal-usul maupun kondisi daging yang ditawarkan.
Pedagang pun meminta pemerintah melakukan pengawasan agar penjualan daging sapi di wilayah Blitar berlangsung sesuai ketentuan. Mereka juga menginginkan adanya pemeriksaan terhadap dugaan peredaran daging yang tidak memenuhi standar kesehatan.
Omzet Sehari Belum Tentu Tembus Lima Kilogram
Nina, salah satu pedagang daging sapi di Pasar Wlingi, mengungkapkan bahwa penjualannya mengalami penurunan drastis. Jika sebelumnya mampu menjual daging dalam jumlah cukup banyak, kini dirinya belum tentu bisa menghabiskan lima kilogram dalam sehari.
Menurut Nina, sepinya pembeli tidak terlepas dari persaingan dengan penjual daging di luar pasar. Ia menyebut adanya dugaan penjualan daging dari sapi yang kondisinya tidak sehat dengan harga lebih murah dibandingkan daging di lapaknya.
Nina juga menyoroti dugaan praktik penyembelihan sapi di rumah yang menurutnya perlu mendapatkan perhatian dari pihak berwenang. Daging tersebut, kata dia, ditawarkan melalui media sosial sehingga pembeli dapat menemukan pilihan dengan harga lebih rendah tanpa harus datang ke pasar.
Meski demikian, dugaan mengenai kondisi kesehatan sapi dan kelayakan daging tersebut masih memerlukan verifikasi. Pemeriksaan petugas diperlukan untuk memastikan apakah produk yang beredar memenuhi persyaratan kesehatan dan keamanan pangan.
Bagi pedagang di pasar, kepastian itu penting karena mereka harus menghadapi persaingan harga sekaligus menjaga kepercayaan konsumen terhadap produk yang dijual.
Pedagang Minta Dinas Segera Turun Tangan
Para pedagang berharap dinas terkait segera melakukan sidak terhadap penjualan daging sapi di Kabupaten Blitar. Pemeriksaan diharapkan dapat menelusuri sumber daging, proses penyembelihan, serta jalur distribusi sebelum produk sampai kepada konsumen.
Pengawasan juga dinilai penting untuk menindaklanjuti dugaan peredaran daging yang tidak layak konsumsi. Dengan pemeriksaan langsung, petugas dapat menentukan langkah berdasarkan kondisi faktual dan ketentuan yang berlaku.
Selain persoalan keamanan pangan, pedagang meminta adanya penertiban terhadap praktik perdagangan yang diduga tidak sesuai aturan. Mereka berharap semua penjual memenuhi ketentuan yang sama sehingga persaingan harga tidak merugikan pedagang lain maupun membahayakan konsumen.
Namun, harga yang lebih murah tidak serta-merta membuktikan bahwa daging berasal dari hewan sakit atau tidak layak konsumsi. Kepastian mengenai kondisi produk harus didasarkan pada pemeriksaan dan penelusuran oleh pihak berwenang.
Harga Stabil Jadi Harapan Pedagang Pasar Wlingi
Di tengah penurunan penjualan, pedagang berharap harga daging sapi segera stabil dan daya beli masyarakat kembali meningkat. Mereka menilai pemulihan permintaan menjadi salah satu faktor penting agar perdagangan kembali berjalan lebih baik.
Di sisi lain, pengawasan terhadap peredaran daging di luar pasar diharapkan memberikan kepastian bagi konsumen dalam memilih produk. Informasi mengenai asal-usul dan kelayakan daging perlu diperhatikan agar masyarakat tidak hanya mempertimbangkan harga.
Bagi Nina dan pedagang lainnya, meningkatnya jumlah pembeli serta adanya pengawasan yang memadai menjadi harapan di tengah kondisi pasar yang lesu. Mereka menunggu langkah nyata dinas terkait untuk menindaklanjuti keluhan mengenai daging murah yang beredar secara daring.
Penanganan yang tepat diharapkan mampu menjaga keamanan pangan sekaligus menciptakan persaingan usaha yang lebih tertib bagi pedagang daging sapi di Kabupaten Blitar.
Editor : Maylanni Diana Fitri