Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Cara Unik Senimon Band Tak Lupakan Budaya Lokal, Pakai Batik Meski Manggung di Event Jejepangan

M. Luki Azhari • Minggu, 24 Maret 2024 | 16:37 WIB
KOMPAK: Senimon Band menggunakan busana batik saat tampil di event Jepang, di salah satu acara cosplay di Blitar, beberapa waktu lalu.
KOMPAK: Senimon Band menggunakan busana batik saat tampil di event Jepang, di salah satu acara cosplay di Blitar, beberapa waktu lalu.

BLITAR - Demam Jejepangan alias Budaya Jepang beberapa tahun terakhir digandrungi sebagian gen Z hingga milenial.

Mulai dari aktivitas mengulik anime, cosplay, hingga banyak grup musik yang lahir mengusung lagu-lagu berlatar anime Jepang.

Salah satu grup band yang menyelami genre ini yakni Senimon Band. GRUP musik ini dibentuk oleh Diamond, warga Jalan Veteran, Kecamatan Sananwetan, pada 2022 lalu.

Diamond sendiri sudah lama berkecimpung di dunia musik. Sebelum membentuk band, dia kerap menjadi personel gitar freelance di sejumlah band lain.

Namun, keberanian membuatnya membentuk grup musik sendiri.

“Dasarnya suka main musik dan enggak suka mengkotakkotakkan. Entah pop, Jepang, barat, dan lainnya, kami suka. Karena dari awal basic-nya grup ini reguleran di kafe, dies natalis, dan resepsi nikahan,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Blitar.

Keinginan merambah ke ranah musik Jepang pun menguat setelah wabah Korona.

Saat itu, antusiasme anak muda dengan acara berkonsep musik anime khas Negeri Matahari Terbit sangat tinggi. Peluang tersebut dia manfaatkan sebaik-baiknya.

Pria penyandang gelar pendidikan sarjana sosial ini mengaku bahwa acara tersebut memanglah budaya asing.

Dia pun tak ingin pula jika warisan budaya Nusantara tergantikan. 

Untuk itu, beberapa kali manggung, seluruh personel band ini berinisiatif mengenakan busana batik.

Menurutnya, ini juga sebagai pengingat akan kekayaan budaya lokal di tengah tingginya pengaruh budaya dari luar.

“Walaupun lagi hype, tetaplah bangga dengan budaya kita sendiri. Jadi, kita tampil di eventJepang pakai batik. Inisiatif dari saya,” tandasnya.

Di grup musik tersebut, Diamond memainkan gitar. Sementara empat personel lainnya ada di posisi vokal dua orang.

Lalu, bas, drum, dan keyboard, masing-masing diisi satu personel. Hampir seluruh acara Jejepangan di kota kabupaten wilayah Karesidenan Kediri sudah pernah mereka kunjungi. 

“Paling jauh untuk sementara Ponorogo,” ungkapnya.Dalam beberapa kesempatan, lanjut dia, idealnya latihan selama dua pekan. 

Lamanya waktu latihan karena harus mempelajari lagu-lagu baru yang diminta oleh panitia atau inisiatif band.

“Budaya ini juga saya pikir lahir dimulai dengan adanya anime dan original soundtrack anime. Jadi yang ramai lagu itu,” paparnya.

Dia mengakui, satu hal tersulit membentuk band untuk tampil di acara serupa yakni mencari vokalis.

Bukan sekadar pandai menyanyi, melainkan juga harus fasih mengucap kata-kata berbahasa Jepang.

Ini masih jadi tantangan tersendiri. “Selain biar enak didengar, juga biar enggak belibet nyanyinya.

Kita beberapa kali cari vokalis dari jurusan bahasa Jepang,” tandasnya. (luk/c1/din)

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#blitar #batik #grup musik #budaya jepang