Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Alesha Zefanya Qisma, Pusbiker Umur 2 Tahun asal Blitar 3 Kali Raih Juara, Ini Jurus yang Dilakukan Ortu Saat Mogok Latihan

Fajar Rahmad Ali Wardana • Selasa, 18 Juni 2024 | 18:59 WIB

 

SEMANGAT : Orang tua Alesha Zefanya Qisma menemani buah hatinya usai mengikuti kompetisi pushbike di Surabaya beberapa waktu lalu.
SEMANGAT : Orang tua Alesha Zefanya Qisma menemani buah hatinya usai mengikuti kompetisi pushbike di Surabaya beberapa waktu lalu.

BLITAR - Bukan hal mudah mendidik anak di usia dini, bahkan hingga meraih prestasi tingkat regional.

Namun itulah yang dirasakan Firda Ayuningtyas. Dia berhasil mengantar putrinya, Alesha Zefanya Qisma, 2, meraih prestasi dalam lomba pushbike.

Pelataran rumah sederhana yang berada di Desa Bendowulung Kecamatan Sanankulon, menjadi tempat latihan bocah perempuan yang lahir Februari 2022 lalu, Alesha Zefanya Qisma.

Setiap hari berkeliling halaman rumah mengendarai sepeda pushbike, ternyata justru berbuah prestasi.

Photo
Photo

Selama 2024 ini, Zefa-sapaan akrab Alesha Zefanya Qisma, sudah mengikuti tiga kompetisi pushbike. Pada tiga ajang itu, Zefa mampu membawa pulang piala.

Kompetisi pertama di Blitar, meraih juara 2. Setelah itu, dia langsung berlaga di Sidoarjo ajang Surabaya Runbike Kids dan meraih juara 1.

Terakhir, mengiku ajang Little Championsip dan berhasil meraih juara 2. “Dari prestasinya itu, pelatih dan teman-temannya menjulukinya Zefast, artinya Zefa yang cepat,” ungkap ibunda Zefa, Firda Ayuningtyas.

Zefa sendiri ternyata menyukai pushbike sejak awal 2024 ini. Tanpa arahan secara langsung, ternyata Zefa sering melihat salah satu saudaranya berlatih pushbike di sekitar rumah. Akhirnya, Zefa mulai tertarik dan ikut berlatih.

“Zefa sendiri kayaknya berminat dengan pushbike. Awalnya, karena sering melihat saudaranya berlatih. Tidak lama kemudian, dia bilang kepada saya kalau ingin dibelikan sepeda pushbike,” terangnya.

Firda menuturkan, buah hatinya memang cukup aktif. Ketika Zefa menunjukkan kesukaannya pada pushbike, tentunya sebagai orangtua hanya bisa memberikan dukungan.

Meskipun hanya sepeda mainan, ternyata harga sepeda pushbike beserta sparepart-nya tidak murah. Untuk mendukung hoby Zefa, Firda dan suami mendafkartkan Zefa ke komunitas Patria pushbike di Blitar pada awal tahun.

Dalam latihan, Zefa berlatih di komunitas 4 kali dalam seminggu, lokasinya di sirkuit di terminal Kota Blitar dan Pasar Hewan Srengat.

Diluar itu, dia berlatih sendiri di rumah hingga dua kali sehari. Meskipun begitu, Zefa juga pernah beberapa kali mogok berlatih. Akhirnya diberikan iming-iming hadiah mainan dan makanan.

 “Sebagai orang tua, siap menemani berlatih dari bangun tidur hingga tidur lagi. Karena bila Zefa tidak ada aktivitas di rumah, berujung meminta ponsel saya untuk bermain. Syukurnya, Zefa sangat menikmati bermain pushbike,” bebernya.

Namun Firda dan suami agak merasa khawatir dengan anaknya yang masih 2 tahun. Karena bisa berisiko Lelah dan cidera.

Beberapa kali Zefa cidera, bahkan pernah hingga dagunya berdarah. Usai berlatih di rumah dan tidak memakai helm. Padahal dalam ketentuannya, ketika berlatih perangkat keamanan pushbike harus lengkap.

Selain cidera, Frida juga khawatir anak perempuannya tantrum ketika berlatih. Namun sebagai orangtua, Firda tidak pernah memaksa Zefa untuk berlatih terlau keras.

“Setiap Zefa akan latihan selalu saya tanya dulu. Ingin latihan atau enggak. Bila tidak mau, ya saya tidak paksa. Kalau latihannya semangat saya kasih hadiah.

Bahkan Zefa sering bawa jajan seperti permen, coklat, dan kripik selama berlatih. Nanti pada 6 juli ikut event Spartan Championsip di Malang,” pungkasnya. (ady)

 

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#pushbike #Kecamatan Sanankulon #prestasi #anak usia dini