Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Sosok Dedi Metagutama, Selain Aktif di BUMDes Tambakrejo, Juga Tekuni Bisnis Kuliner, Begini Ceritanya

Agung Prasetiyo • Minggu, 7 Juli 2024 | 15:40 WIB

SIBUK: Bendahara BUMDes Artho Mulyo Tambakrejo, Dedi Metagutama, sedang mengerjakan tugas saat ditemui koran ini, Jumat (5/7).
SIBUK: Bendahara BUMDes Artho Mulyo Tambakrejo, Dedi Metagutama, sedang mengerjakan tugas saat ditemui koran ini, Jumat (5/7).

BLITAR - Di balik kesibukannya sebagai Bendahara BUMDes Artho Mulyo Tambakrejo, ternyata ada jiwa pebisnis yang dimiliki oleh Dedi Metagutama.

Hal itu, lantaran sepulang dari kantor tempatnya bekerja, malam harinya dia menyempatkan diri berjualan nasi goreng. 

Dedi, sapaan akrabnya, menceritakan, awal mula dirinya berjualan nasi goreng adalah saat dia menikah dan menetap di Desa Tambakrejo, Kecamatan Wonotirto, dan ingin membuka usaha sendiri untuk menafkahi istri, serta anaknya. 

“Dulu saya pernah menjadi karyawan di salah satu tempat makan lesehan yang ada di Kota Blitar, dan kebetulan saya jadi koki. Jadi pengalaman itulah yang menjadi bekal saya,” ungkapnya. 

Awalnya, Dedi sempat bingung antara membuka usaha nasi goreng atau mi ayam, lantaran dia menguasai kedua bidang tersebut. 

Namun, sampai akhirnya di daerahnya sudah ada yang terlebih dahulu berjualan mi ayam, maka dia mantap membuka usaha berjualan nasi goreng. 

Dedi yang memulai usahanya sejak 2011, mengaku di awal berjualan dirinya membawa dangangannya keliling menggunakan gerobak, dengan stok sekitar 10 porsi nasi goreng. 

“Saya coba dulu bawa 10 porsi, dan siap berangkat jualan keliling. Saat itu, sebelum saya berangkat, tetangga sudah antre membeli nasi goreng, dan mereka mengatakan nasi goreng buatan saya enak, dan hari pertama jualan langsung ludes terjual,” ungkapnya. 

Sejak saat itu, Dedi termotivasi lebih giat berjualan, dan hari berikutnya dia membawa porsi tambahan dan semakin lama pelanggannya semakin banyak.

Merasa sudah tidak efektif dengan cara berkeliling, akhirnya Dedi memutuskan untuk membuat lapak sederhana dengan menyewa di tempat yang strategis, dengan dibantu sang istri.

Lokasi juga berjualan juga sempat berpindah tak jauh dari lokasi awal dan hingga kini menetap di depan Puskesmas Pembantu (Pustu) Tambakrejo. 

Untuk urusan belanja kebutuhan seperti saus dan bumbu lainnya, biasanya belanja di Pasar Kademangan dan disiapkan stok untuk kebutuhan berjualan selama seminggu. 

Kini, Dedi mengaku tidak seaktif dulu untuk berjualan. Hal itu, lantaran sejak pertengahan 2023 lalu, dirinya dilantik menjadi Bendahara BUMDes Artho Mulyo Tambakrejo, sehingga dia harus libur jualan saat ada pekerjaan yang mengharuskan untuk lembur dan kegiatan yang padat. 

“Karena saya mempunyai tanggung jawab dengan posisi saya sebagai bendahara, sehingga harus mementingkan kepentingan bersama.

Selain itu, saya menerima gaji di BUMDes, jadi saya harus mempertanggung jawabkan pekerjaan dan gaji saya tersebut,” pungkasnya. (apr/iyo/ynu)

 

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#pebisnis #tambakrejo #bendahara #BUMDes