BLITAR - Sejak awal 2022, Ki Sapto Adi Santoso, SSn, menjalankan amanah sebagai guru Bahasa Jawa dan Seni Budaya Kelas IX UPT SMPN 1 Talun.
Di luar aktivitas mengajar di sekolah yang ada di Desa Bendosewu, Kecamatan Talun, pria warga Lingkungan Jati, Kelurahan Kamulan, Kecamatan Talun, ini memiliki aktivitas sebagai seorang dalang. Hal itu, tak lepas dari kesukaannya pada seni pedalangan sejak kecil.
Meski sempat dilarang oleh orang tuanya, dia kemudian mulai menekuni belajar seni pedalangan ketika lulus dari SMK PGRI Wlingi jurusan Teknik Komputer Jaringan (TKJ) pada 2014,
pada dalang Ki Bambang Tri Bawono Dalam seminggu bisa dua kali datang ke rumah sang guru yang ada di Kelurahan Kalipang, Kecamatan Sutojayan, hingga ikut saat pentas di berbagai tempat.
Sekitar setahun belajar langsung, akhirnya dia dimotivasi Ki Bambang Tri Bawono melanjutkan pendidikan di Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta.
Ayah Saguna Adiyatma Bimantara, ini merupakan lulusan Fakultas Seni Pertunjukan Jurusan Seni Pedalangan ISI Surakarta pada 2019 lalu.
Meski begitu, pengalaman sebagai dalang sudah dia rasakan sejak semester I. Kala itu, dia sudah gebyakan atau pentas perdana bermain solo di halaman rumahnya di Lingkungan Jati, pada akhir 2015 lalu.
Untuk di wilayah Kabupaten Blitar, Adi pernah pentas di wilayah Kecamatan Talun dan Kanigoro.
Bahkan, sebelum menikah pada 2020, dengan sang istri, Bella Hadi Setyowati, 26, yang juga merupakan guru Seni Budaya SMPN 1 Kesamben, Adi pernah mendapatkan amanah dari orang tua sang istri.
“Saat itu, kami belum menikah, sama calon ibu mertua diminta melanjutkan jadwal pentas calon bapak mertua yang baru saja meninggal dunia,” ungkapnya.
Kala itu, saat masih kuliah dia akhirnya menjalankan amanah melanjutkan jadwal pentas calon mertua, Ki Muhadi, yang baru saja meninggal dunia.
Meski digantikan seorang dalang muda, Adi mendapatkan apresiasi dari masyarakat, karena kehadirannya merupakan bentuk tanggung jawab dari keluarga besar Ki Muhadi.
“Setidaknya ada enam titik yang saya gantikan di Trenggalek, dan semuanya sebelum saya lulus kuliah,” jelas pria 28 tahun ini.
Dalam seni pedalangan, Adi pernah menyabet prestasi dalam Piala Gubernur Jawa Timur dalam kategori 10 Penyaji Terbaik Festival Wayang Kulit Dalang Muda Jawa Timur di Pendapa Ageng Hand Asta Sih, Kelurahan Togogan, Kecamatan Srengat, pada 7-9 November 2022, lalu.
Dalam upaya pelestarian seni pedalangan, saat ini Adi juga menularkan ilmunya dalam ekstrakurikuler seni pedalangan di UPT SMPN 1 Talun, dan murid sang istri untuk diajak ke rumah, karena ada seperangkat wayang dan gamelan.
Selain itu, dia juga membina anak-anak SD di lingkungan sekitar. “Biasanya pertemuan digilir dua minggu sekali,” jelasnya. (apr/ynu)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila