BLITAR - Memberikan nuansa baru lewat genre musik rock, khususnya di Kota Blitar menjadi harapan salah satu band bernama Hammerhead.
Band asal di Kota Blitar benar-benar serius digenre yang dibawakan. Mereka membuat lagu yang berisi nada-nada kritik sosial dan politik. Kurang lebih sudah ada tiga lagu yang telah dirilis.
Tidak banyak grup band yang membawakan isu sosial dan peduli dengan sesama pelaku musik.
Blitar memiliki Hammerhead yang membawakan lagu-lagu bernada kritik politik dan sosial. Hal tersebut tentu berbeda dengan grup band lain, apalagi genre yang dibawakan beraliran rock.
“Grup band kami membawa isu politik dan sosial, karena yang lagi ramai dan laku di pasaran dalam jangka waktu panjang itu lirik-lirik kritik. Apalagi lagu kritik semakin relate dengan kondisi sekarang,” ujar drummer Hammerhead, Ramseyna Rifano.
Fano-sapaan akrabnya menceritakan, Hammerhead dibentuk pada 2014 lalu. Grup ini beranggotakan Alvi Nur Fahmi sebagai giratis dan vokalis, Adin Fahru memegang lead gitar, serta Ramseyna Rifano sebagai drummer, ada Ilham sebagai bassis.
Mereka mengaku, sekedar mengisi waktu luang mengarungi dunia musik. Namun seiring waktu, Fano dan ketiga rekannya ini sepakat membentuk grup musik genre rock ini. Memang waktu itu banyak lagu rock bernada kritik.
Grup musik ini telah menciptakan 5 lagu, namun masih dirilis 3 lagu. Karena dua lagu lainnya, masih dalam proses rekaman, usai digodok liriknya.
Lagu itu berjudul, Tikus Negara, Oposisi, dan Gratifikasi. Terlihat dari judul lagu sudah mengambarkan nada-nada yang ingin dinyanyikan.
“Pada 2021 band kami menciptakan lagu keempat, namun masih akan direkam. Maka dari itu, pekerjaan rumah kami masih banyak. Masih ada dua lagu yang harus dikebut perekamannya,” ungkapnya.
Laki-laki warga Kelurahan/Kecamatan Kepanjenkidul ini menjelaskan, Hammerhead terinspirasi oleh salah satu band yang didirikan oleh Lemmy Killmister, anggota dari band Motorhead.
Lagu-lagu mereka yang juga berisi sosial dan politik, menjadi dorongan bagi Fano dan kawan-kawannya. Sehingga Hammerhead membuat mini konser musik rock di Blitar pada Desember 2023 lalu, itu untuk mengenang Lemmy Killmister.
Tidak hanya itu, mereka juga membuat acara tahunan yakni hammerrock. Panggung acara itu dibuat untuk mewadahi band-band indie, terutama grup musik baru yang bingung tempat manggung. Pada Juni 2024 lalu, tahun kedua hammerrock dibuat oleh Hammerhead.
“Hammerrock ini juga dibuat karena keresahan kami yang terkendala mempersatukan band rock, indie, dan lainnya. Sehingga hammerrock untuk sarana berbagi pengalaman. Tahun depan kami akan merangkul komunitas seni lain, memperkenalkan lebih luas band ini,” tutur Fano.
Ketika manggung, Hammerhead kerap melibatkan band-band lain yang sudah lebih dulu eksis di Blitar.
Seperti Applemint, Greenfield, The Frui, dan Berandalan. Sedangkan pada hammerock tahun ini, mereka menggandeng band Kediri hingga Surabaya.
Hammerhead ini pernah sekali diundang manggung di Surabaya beberapa waktu lalu. Cukup tinggi antusias pencinta musik di kota pahlawan. Karena mereka satu panggung dengan band rock yang popular di Surabaya.
“Kami sudah merilis beberapa lagu kami di spotify dan juga youtube. Untuk sarana promosi lagu dan memperkenalkan band ini,” pungkasnya. (*/ady)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila