LIFESTYLE - Dokter Detektif muncul sebagai sosok perempuan misterius di media sosial TikTok. Ia hanya menyebut dirinya sebagai Doktif, singkatan dari Dokter Detektif, dan tidak pernah menyebut nama terangnya.
Selain itu, Doktif selalu menggunakan topeng di wajahnya saat muncul di video TikTok miliknya. Dengan adanya hasil uji lab untuk berbagai produk perawatan kulit membuatnya dikenal banyak orang.
Ketika Doktif merilis video review produk skincare, dia tidak menyebut nama merek dengan jelas, hanya menyebut inisialnya saja.
Namun, orang-orang dapat dengan mudah mengetahui merek apa yang dimaksud oleh Doktif. Pasalnya, dia menunjukkan botol atau kemasan produk merek skincare yang dia ulas selama review.
Akunnya menjadi lebih populer dalam waktu kurang dari satu bulan sejak pertama kali mengunggah video di TikTok pada 5 September 2024. Sekarang memiliki 1,3 juta pengikut.
Karena Doktif terus berusaha menutupi identitas aslinya, tidak banyak yang diketahui tentang latar belakangnya.
Namun, dalam salah satu videonya, Doktif mengatakan bahwa dia menjadi dokter kecantikan pada tahun 2007 dan telah menjalankan praktiknya selama sekitar 17 tahun.
Doktif menggunakan SIG Laboratory untuk membuat video uji lab di TikTok karena dia percaya bahwa lab tersebut lebih akurat dan tidak memiliki kesalahan karena menggunakan metode uji Ultra Performance Liquid Chromatography (UPLC).
“Doktif ingin persaingan dunia skincare Indonesia menjadi persaingan yang sehat, sportif, jujur, dan berdedikasi tinggi,” ungkapnya.
Baca Juga: Jumlah Belum Ideal, Kabupaten Blitar Masih Kekurangan Dokter Umum, Ini yang Dilakukan Dinkes
Kandungan Niacinamide dalam berbagai produk perawatan kulit adalah salah satu pernyataan publik yang paling mengejutkan.
Dokter Detektif mengatakan bahwa kandungan ini hanya efektif jika digunakan dalam dosis di atas 2%. Banyak produk digunakan dalam dosis di bawah 2%, yang dia anggap sebagai klaim berlebihan atau overclaim.
"Dosis Niacinamide yang terbukti secara ilmiah bisa mencerahkan kulit itu di atas 2%. Jadi untuk produk dengan kandungan di bawah 2%, saya katakan itu overclaim," ujar Dokter Detektif.
Dokter Detektif berharap kontennya dapat menciptakan persaingan yang lebih sehat dalam industri skincare di Indonesia, di mana brand-brand akan lebih jujur dan transparan mengenai produk mereka.
Meskipun dianggap ancaman oleh beberapa pemilik brand karena dapat memengaruhi penjualan, ia menekankan bahwa tujuannya bukanlah untuk menghancurkan bisnis, melainkan untuk melindungi konsumen dan mendorong industri agar lebih bertanggung jawab. (arum)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila