Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Inovasi Tanpa Henti, Kisah Citra Martantri, Guru dengan Prestasi Tingkat Internasional Asal Blitar

Muhamad Ilham Baha’udin • Senin, 9 Desember 2024 | 20:00 WIB

 

BERDEDIKASI: Citra menerima Peringkat Gold di ajang Presenter In The Practices Seminar (Samnova) 2024 Malaysia beberapa waktu lalu.
BERDEDIKASI: Citra menerima Peringkat Gold di ajang Presenter In The Practices Seminar (Samnova) 2024 Malaysia beberapa waktu lalu.

BLITAR - Citra Martantri Setyadi, warga Kelurahan/Kecamatan Srengat, merupakan salah satu sosok inspiratif di dunia pendidikan Bumi Bung Karno.

Tak hanya mengajar di sekolah tapi juga berhasil menorehkan prestasi di berbagai ajang kompetisi pendidikan skala regional hingga internasional.

Karier Citra, sapaan akrabnya, di dunia pendidikan dimulai dengan perannya sebagai asisten dosen di Universitas Islam Balitar (Unisba) Blitar.

Setelah itu, melanjutkan kiprahnya di dunia pendidikan dengan mengajar di SMK Bina Wisata, kemudian di SMP dan SMA Muhammadiyah, serta di Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1 Blitar, hasil dari kolaborasi antara Muhammadiyah dan Lapas.

Meski telah berpengalaman mengajar di berbagai jenjang, Citra tidak lantas menganggap mengajar di taman kanak-kanak (TK) adalah hal mudah.

“Awalnya saya kaget. Dari mengajar anak-anak SMP, SMA, hingga di Lapas, kini harus mengajar anak kecil. Tetapi saya suka dengan anak-anak, jadi saya berusaha untuk menemukan cara agar mereka bisa mengeksplorasi potensi diri mereka,” bebernya.

Menjadi guru TK bagi Citra adalah tantangan besar. Terlebih dia datang dari dunia pendidikan formal, di mana lebih banyak berinteraksi dengan remaja dan dewasa awal.

Menurut dia, menghadapi anak-anak usia dini membutuhkan pendekatan sangat berbeda. “Saya berusaha memberikan ruang bagi mereka untuk berkembang, bereksplorasi, dan menggali potensi mereka. Saya berpedoman pada kalimat jadilah guru yang ketiadaannya dicari, kehadirannya dinanti, dan kepergiannya dirindukan. Mendidik dengan hati, mengajar dengan cinta,” tegasnya.

Pada tahun 2023, dia mendapat penempatan PPPK sebagai guru di TKN Kepanjenlor. Sebagai guru baru di dunia pendidikan anak usia dini, dia sempat merasa kurang diterima beberapa rekan sejawat.

“Terkadang ada anggapan bahwa saya bukan guru TK murni. Saya terus berusaha untuk menunjukkan bisa mengajar dengan baik dan berinovasi,” tandasnya.

Baca Juga: Cerita Helda Akiara, Cosplayer Regional Asal Blitar, KELOLA KRITIK JADI MOTIVASI CAPAI SUKSES

Semangat untuk berinovasi akhirnya membuahkan hasil manis. Dia berhasil meraih juara harapan 1 dalam ajang Guru Prima tingkat provinsi, sebuah penghargaan bergengsi yang menguji kemampuannya dalam menciptakan inovasi pengajaran.

Salah satu nilai plus dalam perlombaan ini adalah keberadaan Citra yang aktif membagikan video pembelajaran di berbagai platform media sosial, seperti Instagram, YouTube, dan TikTok.

“Saya sudah terbiasa mengunggah video pembelajaran sejak di sekolah sebelumnya, ternyata, ini menjadi nilai lebih dalam kompetisi. Selain itu, nilai tambahan juga berasal dari keaktifan mengisi asesmen di platform Merdeka Belajar,” ujarnya.

Tak cukup sampai di situ, baru-baru ini dia mengikuti ajang inovasi di luar negeri, tepatnya di Malaysia, pada acara Presenter in the International Innovation Practices Seminar 2024 (SAMNOVA 2024).

Berkat pengembangan materi yang terus dikembangkannya, Citra berhasil meraih peringkat Gold, menambah catatan prestasinya di kancah internasional.

“Semoga terdekat bisa lolos untuk PPG pra-jabatan. Selain itu tentu harapan saya bisa terus berkembang dan berinovasi untuk meningkatkan kualitas Pendidikan,” pungkasnya. (*/din)

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#mengajar #pendidikan #guru inspiratif #Kota Blitar #prestasi tingkat internasional