Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Sempat Dicurigai Kepolisian, Begini Cerita Mekanik Sepeda Motor Klasik Custom asal Blitar Seharga Ratusan Juta

M. Subchan Abdullah • Selasa, 29 April 2025 | 23:30 WIB
PEKERJA KERAS: Bagus Dwi Setiawan mencoba menyalakan mesin salah satu motor klasik hasil rakitan di bengkel miliknya beberapa waktu lalu.
PEKERJA KERAS: Bagus Dwi Setiawan mencoba menyalakan mesin salah satu motor klasik hasil rakitan di bengkel miliknya beberapa waktu lalu.

BLITAR - Motor klasik rakitan menjadi hobi yang tidak murah. Motor yang dihasilkan tentu berkelas seolah mirip buatan pabrik. Di tangan Bagus Dwi Setiawan, mesin-mesin bekas motor klasik seperti Harley Davidson mampu diubah menjadi motor klasik yang bergengsi.

Suasana siang itu terasa lengang di sebuah garasi sederhana di Kelurahan Dandong, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar. Di dalam bangunan bertuliskan Wangsa Kencana Garage, tampak sejumlah sepeda motor dalam berbagai kondisi. Ada yang baru berupa kerangka, ada pula yang tinggal tahap finishing.

Bau oli, suara las, dan dentingan alat-alat bengkel menjadi musik latar yang akrab di telinga Bagus Dwi Setiawan. Dialah pemuda kreatif di balik bengkel motor klasik rakitan atau akrab dikenal dengan istilah motor custom.

"Awalnya saya ini cuma hobi. Sejak kecil suka banget main motor, sampai dulu sempat ikut-ikutan balap di jalanan," ujarnya sambil merapikan bagian frame motor yang sedang dikerjakan, pekan lalu.

Seiring waktu, ketertarikannya bergeser ke motor klasik. Bagus merasa ada keasyikan tersendiri saat menunggangi motor bergaya retro. Karena keterbatasan dana, dia mencoba mengutak-atik sendiri motor bekas menjadi motor klasik ala Harley-Davidson.

Bermodal ilmu teknik mesin industri yang didapat semasa sekolah di SMK, Bagus belajar secara otodidak. Dia banyak menghabiskan waktu membaca buku, menonton tutorial YouTube, hingga belajar langsung dari rekan-rekannya di Surabaya, Jogjakarta, hingga Bali.

"Keterampilan itu tumbuh sendiri karena keinginan kuat. Mulai dari teknik las, bubut, sampai fitting frame," ujarnya sambil tersenyum.

Wangsa Kencana Garage resmi berdiri sejak 2015. Namun jauh sebelum itu, Bagus sudah mengerjakan motor custom secara ‘underground’ tanpa nama bengkel resmi. Fokusnya pada motor custom bergaya klasik seperti Jap Style, Chopper, hingga Retro Style.

Menariknya, Bagus bukan sekadar membangun motor dari basis yang ada. Ia bahkan bisa merakit motor hanya bermodalkan mesin. Semua bagian mulai dari rangka, bodi, hingga aksesori dibuat sendiri atau diimpor dari luar negeri. "Spare part kebanyakan dari luar. Kadang harus pesan ke importir. Ada yang sampai nunggu dua sampai tiga bulan," kata Bagus.

Dalam bengkel, motor-motor kecil seperti Honda CB hingga Yamaha Scorpio banyak menjadi bahan utama. Tapi soal hasil, tampilannya bisa menyaingi motor-motor besar dari Eropa atau Amerika. Tak jarang, tetangga mengira garasi itu hanya bengkel las biasa, karena tampilan luarnya yang sederhana. "Padahal di dalam, kami sedang merakit motor impian banyak orang," katanya sambil tertawa kecil.

Peminat motor klasik rakitan Bagus datang dari berbagai kota, bahkan luar pulau. Tak hanya dari Blitar, tapi juga dari Malang, Surabaya, Semarang, Jogjakarta, Jakarta, hingga Makassar dan Bali.

Baca Juga: Bupati Blitar Dorong Pertanian Organik di Kabupaten Blitar, Segini Hasil Panen yang Dicapai

Soal harga, kata Bagus, bervariasi. Mulai dari puluhan juta hingga ratusan juta rupiah, tergantung tingkat kesulitan dan spesifikasi yang diinginkan. Satu motor bisa memakan waktu pengerjaan hingga setahun. "Terpenting buat saya, semua motor yang dibangun harus legal. Saya selalu pastikan pelanggan membawa STNK asli. Tidak mau ambil risiko," tegasnya.

Bagus mengaku pernah mendapat kunjungan dari pihak kepolisian untuk mengecek mesin-mesin yang sedang dirakit. "Saya siap kapan saja dicek. Karena mesin-mesin itu rata-rata legal, bahkan beberapa memang diimpor resmi dari luar negeri," ujarnya serius.

Saat pandemi Covid-19, tren motor klasik sempat mencapai puncaknya. Permintaan meledak, para penghobi motor custom pun berlomba-lomba membangun koleksi mereka.

Namun, memasuki 2024, tren mulai melandai. Meski demikian, Bagus tetap optimistis. Ia terus menerima pesanan, sembari menjaga kualitas hasil karyanya. "Saya lebih suka independen, tidak masuk komunitas tertentu, supaya bisa berteman dengan semua komunitas. Yang penting berteman baik," ucapnya.

Di sela-sela pekerjaannya, Bagus bermimpi suatu saat bisa membangun produk massal. "Mimpi saya ke depan ingin punya motor hasil rakitan sendiri yang bisa dipasarkan lebih luas. Tapi tetap menjaga kualitas dan jiwa kustom klasiknya," tuturnya.

Bagus membuktikan bahwa hobi yang ditekuni dengan serius bisa menjadi jalan hidup dan sumber rezeki. Dengan sentuhan tangan kreatif dan semangat otodidak, motor-motor rakitan Bagus tak sekadar kendaraan, tapi juga karya seni yang menghidupkan kembali kejayaan sepeda motor klasik. (*/din)

Editor : M. Subchan Abdullah
#Kabupaten Blitar #jogjakarta #Mesin #harleydavidson #honda cb #malang #motor klasik #surabaya #srengat #modal #sepeda #custom #Bagus Dwi Setiawan #Rakitan #Jap Style