BLITAR - Di balik sebuah gang sempit, di Jalan Parto Hardjono, Kelurahan Bendogerit, di tengah hiruk pikuk Kota Blitar, hadir kafe estetik dengan suasana yang nyaman.
Meskipun lokasinya tersembunyi, kafe ini menghadirkan suasana menenangkan yang bikin betah untuk berlama-lama.
Dengan harum kopi yang khas, tata ruang yang estetik, dan tempatnya yang tersembunyi, menjadikannya sebuah hidden gem baru bagi pencinta kopi dengan suasana damai.
Di sudut kota Blitar, dari sebuah gang sempit yang biasanya hanya identik dengan jalan pintas yang jarang dilihat orang, dan tersembunyi dari ramainya jalan raya, kafe nyaman nan estetik untuk dijadikan tempat singgah hadir.
Tempatnya memang tidak biasa, tapi suasananya menjadikan tempat satu ini menarik untuk dikunjungi.
Pengunjung diharuskan untuk melewati jalan sempit sebelum menemukan bangunan asri dengan papan nama di bagian depannya. Sekilas nampak sederhana, namun begitu masuk, pembeli disuguhkan suasana yang nyaman.
Ruangan kafe cukup luas, outdoor maupun indoor. Meja-meja kayu tertata rapi nan bersih. Furnitur lucu nan klasik pun menambah kesan estetik.
Suasana yang disajikan berhasil menghadirkan tempat yang sangat nyaman untuk sekadar refreshing melepas penat.
Bukan hanya suasananya yang nyaman. Menu yang disajikan juga menjadi daya tarik tersendiri.
Nasi ayam saus dan butterscotch menjadi pilihan yang bisa disorot. Harga yang ramah dikantong, dengan rasa yang cocok dilidah semua kalangan, membuat kafe satu ini semakin digemari.
Baca Juga: Cara Brigpol Riska menjadi Polisi Humanis: Aktif di Medsos hingga Dekat dengan Masyarakat
"Suasananya nyaman, bersih, dan cocok untuk beristirahat. Sedangkan menu dan rasa hidangannya tidak mengecewakan," ujar Ilma, salah satu pengunjung kafe.
Kini, meskipun belum banyak orang yang tahu, kafe di gang sempit ini bisa menjadi destinasi baru bagi mereka yang ingin berhenti sejenak dari hiruk pikuk serta mencari ketenangan.
Keberadaan kafe ini seolah menjadi pengingat bahwasanya keindahan justru tersembunyi di tempat yang tak terduga. (mg5/c1/ady)
Editor : M. Subchan Abdullah