Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Kesurupan Heboh di IGD! Pasien Tiba-Tiba Bangun seperti Zombie, Dokter Diminta Rukiah

Axsha Zazhika • Sabtu, 13 September 2025 | 00:00 WIB

 

Kesurupan Heboh di IGD! Pasien Tiba-Tiba Bangun seperti Zombie, Dokter Diminta Rukiah
Kesurupan Heboh di IGD! Pasien Tiba-Tiba Bangun seperti Zombie, Dokter Diminta Rukiah

BLITAR – Suasana Instalasi Gawat Darurat (IGD) sebuah rumah sakit di Bangka mendadak mencekam ketika seorang pasien tiba-tiba bangun dari ranjang dan bertingkah seperti kerasukan. Insiden ini membuat keluarganya panik dan meminta dokter yang berjaga melakukan rukiah di tempat.

Kisah ini diceritakan langsung oleh dr. Ikhsanuddin Koti, seorang dokter muda yang sedang menjalani masa internship selama enam bulan di IGD. Menurutnya, kejadian tersebut adalah salah satu momen paling dramatis selama ia bertugas.

"Awalnya pasien datang dengan kondisi tidak sadar. Kami langsung periksa semua kemungkinan medis seperti stroke, gula darah, hingga pemeriksaan saraf, tapi semuanya normal," ujarnya dalam sebuah wawancara.

Setelah hasil pemeriksaan dinyatakan aman, pasien sempat tidak menunjukkan reaksi apa-apa. Namun tiba-tiba, suasana berubah mencekam. "Kami sedang menangani pasien lain, tiba-tiba terdengar suara erangan dari ujung ruangan. Pas dilihat, pasien itu matanya melotot dan bangun seperti zombie," tutur dr. Ikhsan.

Peristiwa itu sontak membuat keluarga pasien berteriak histeris. Mereka langsung meminta dokter untuk melakukan rukiah. "Dok, tolong rukiah! rukiah!" teriak keluarga pasien seperti yang diceritakan dr. Ikhsan.

Namun, dr. Ikhsan menegaskan bahwa ia hanya bisa memberikan pertolongan medis. "Saya dokter, bukan ustaz. Paling banter saya bacain ayat kursi," ujarnya sambil tertawa mengenang momen itu.

Situasi IGD yang sedang ramai membuat tim medis harus segera mengambil tindakan. Pasien akhirnya dipindahkan ke ruang isolasi agar tidak mengganggu pasien lain. "Karena dia gaduh-gelisah, teriak-teriak, bahkan hentak-hentak, jadi harus dipisahkan dulu," jelasnya.

Kasus seperti ini, menurut dr. Ikhsan, sering kali dikaitkan dengan faktor psikologis. "Setelah dievaluasi dokter senior, diagnosisnya mengarah pada masalah psikologis, bukan medis. Jadi kemungkinan bukan kesurupan dalam arti mistis," ungkapnya.

Meski begitu, ia mengakui pengalaman tersebut menjadi salah satu momen tak terlupakan selama bertugas di IGD. "Deg-degan juga waktu itu. Baru pertama kali menghadapi pasien yang seperti itu," katanya.

Kesurupan di rumah sakit memang bukan hal baru dan kerap menjadi perbincangan hangat di media sosial. Kasus ini memperlihatkan betapa rumitnya situasi yang harus dihadapi tenaga kesehatan di lapangan. Selain menangani kasus medis seperti serangan jantung atau stroke, mereka juga harus siap menghadapi kondisi pasien yang terkait faktor psikologis.

dr. Ikhsan sendiri dikenal aktif membagikan pengalamannya di media sosial seperti TikTok. Kontennya sering berisi cerita-cerita menarik selama bertugas di IGD, termasuk tentang pasien serangan jantung hingga momen dramatis seperti kejadian kesurupan ini.

"Awalnya saya bikin konten cuma untuk dokumentasi sehari-hari, seperti ‘a day in my life’. Lama-lama banyak yang relate dan ikut merasakan bagaimana beratnya jaga IGD," ceritanya.

Pengalaman enam bulan di IGD telah memberinya banyak pelajaran berharga. "Selain skill medis, kita juga belajar mengendalikan emosi, tetap tenang menghadapi pasien, dan berkoordinasi dengan tim di bawah tekanan," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa masyarakat sebaiknya tetap waspada dan segera membawa anggota keluarga ke IGD jika mengalami gejala serius seperti nyeri dada, kelemahan anggota tubuh, atau kehilangan kesadaran. "Lebih baik dicek sedini mungkin daripada terlambat. Karena di IGD setiap menit itu berharga," pesannya.

Kisah ini menjadi pengingat bahwa kerja tenaga medis di lapangan bukan hanya tentang ilmu kedokteran, tetapi juga mental yang kuat menghadapi kejadian tak terduga, termasuk momen dramatis seperti pasien kesurupan.

 

Editor : Anggi Septian A.P.
#dokter viral #igd #kesurupan