BLITAR KAWENTAR – Kota Tua Yerusalem selalu menjadi magnet bagi wisatawan rohani dari seluruh dunia. Kawasan bersejarah yang telah berdiri ribuan tahun ini kembali menarik perhatian setelah sebuah video tur rohani mengulas lima lokasi paling penting di Kota Tua Yerusalem. Mulai dari Via Dolorosa hingga Gereja Makam Kudus, seluruh tempat tersebut memiliki nilai historis dan spiritual yang sangat kuat. Kehadiran kisah langsung dari lokasi-lokasi itu membuat minat masyarakat terhadap Kota Tua Yerusalem semakin tinggi.
Gerbang Singa, Pintu Masuk Sejarah Ribuan Tahun
Perjalanan spiritual ini dimulai dari Gerbang Singa, salah satu pintu masuk utama menuju Kota Tua. Gerbang ini dibangun pada masa Kekaisaran Ottoman oleh Sultan Sulaiman pada tahun 1538. Dari sini wisatawan langsung merasakan nuansa sejarah yang kental, sebab area tersebut hanya berjarak sekitar 100 meter dari lokasi Bait Suci kedua yang berdiri pada 2.000 tahun lalu.
Begitu memasuki kawasan Kota Tua Yerusalem, pengunjung dapat melihat jalur kuno, gang-gang sempit, serta bangunan bersejarah yang menjadi saksi perjalanan panjang tiga agama besar: Islam, Kristen, dan Yahudi. Di titik awal perjalanan inilah petualangan rohani menuju lima tempat suci dimulai.
Gereja Santa Anna dan Kolam Bethesda
Lokasi pertama yang tidak boleh dilewatkan adalah Gereja Santa Anna. Gereja tua yang dibangun kaum Perang Salib ini diperkirakan berusia hampir 1.000 tahun. Tempat ini dipercaya sebagai lokasi kelahiran Maria, ibu Yesus. Di dekatnya terdapat reruntuhan Kolam Bethesda atau Kolam Betesda yang dikenal sebagai “Rumah Anugerah”.
Menurut Injil Yohanes pasal 5, di sinilah Yesus menyembuhkan seorang pria yang telah lumpuh selama 38 tahun. Selain nilai sejarahnya, Gereja Santa Anna juga terkenal dengan akustiknya yang luar biasa, sering digunakan untuk paduan suara rohani.
Via Dolorosa dan Stasi-stasi Jalan Salib
Tempat kedua yang wajib dikunjungi adalah Via Dolorosa, jalur legendaris yang dikenal sebagai Jalan Salib. Di sinilah Yesus memikul salib menuju Golgota. Jalur ini terdiri dari 14 stasi yang menandai peristiwa-peristiwa penting sebelum penyaliban. Dalam video perjalanan tersebut, pengunjung diajak melihat stasi pertama di Gereja Pencambukan (Flagellation), yang diyakini sebagai lokasi Pontius Pilatus mengadili Yesus.
Yang menarik, lantai yang tampak di area itu merupakan lantai asli dari Benteng Antonia, bangunan Romawi tempat Yesus disiksa. Di jalur ini, para wisatawan bisa melihat ukiran permainan yang dimainkan serdadu Romawi pada zaman kuno.
Di sepanjang Via Dolorosa, pengunjung akan melewati lokasi-lokasi seperti tempat Veronica mengusap wajah Yesus, lokasi Simon dari Kirene membantu memikul salib, hingga titik pertama Yesus jatuh.
Gereja Makam Kudus: Pusat Kekristenan Dunia
Puncak perjalanan di Kota Tua Yerusalem berada di Gereja Makam Kudus atau Holy Sepulchre. Gereja ini dibangun pertama kali pada abad ke-4 oleh Ratu Helena, ibu Kaisar Konstantinus, setelah diyakini menemukan lokasi asli Golgota dan makam Yesus. Meski beberapa kali hancur akibat perang dan gempa bumi, gereja ini selalu dibangun kembali.
Di dalamnya terdapat lima stasi terakhir Jalan Salib, termasuk lokasi penyaliban, titik tempat salib ditegakkan, dan makam Yesus. Area makam dikenal dengan nama Aedicule, bangunan kecil di tengah rotunda yang selalu dipenuhi peziarah dari seluruh dunia. Bagian dalam gereja ini dikelola oleh berbagai denominasi, seperti Ortodoks Yunani, Katolik, Fransiskan, hingga gereja-gereja Timur lainnya.
Golgota Versi Protestan di Garden Tomb
Bagi umat Protestan, terdapat lokasi alternatif Golgota yang disebut Garden Tomb. Lokasi ini ditemukan pada 1883 oleh Jenderal Inggris Charles Gordon. Ia menilai bukit yang tampak seperti tengkorak ini lebih cocok sebagai lokasi penyaliban Yesus. Tak jauh dari bukit tersebut terdapat sebuah makam batu yang diyakini sebagai makam alternatif Yesus. Suasananya lebih tenang, dikelilingi taman hijau yang membuat pengalaman ziarah menjadi lebih khusyuk.
Tembok Ratapan, Warisan Suci Bangsa Yahudi
Perjalanan rohani di Kota Tua Yerusalem ditutup dengan kunjungan ke Tembok Ratapan atau Western Wall. Tembok ini merupakan sisa tembok kompleks Bait Suci Kedua yang dibangun oleh Herodes Agung. Hanya sekitar 60 meter dari total 500 meter tembok yang masih berdiri. Di sini, pengunjung dapat melihat tradisi Yahudi seperti penggunaan kippah dan pemisahan antara area laki-laki dan perempuan. Tempat ini dianggap sebagai situs paling suci bagi umat Yahudi karena berada dekat dengan lokasi Ruang Mahakudus.
Kelima lokasi ini membuktikan betapa kaya dan padatnya sejarah Kota Tua Yerusalem. Setiap sudut memiliki cerita, setiap batu membawa jejak masa lalu yang masih terasa hingga hari ini. Tidak heran jika kawasan ini selalu menjadi tujuan utama wisata rohani dunia. (*)
Editor : Rahma Nur Anisa