BLITAR – Situasi genting tengah melanda Persebaya Surabaya. Menjelang pekan ke-13 BRI Super League 2025, kondisi tim berjuluk Bajul Ijo itu sedang tidak ideal. Persebaya Surabaya dalam masalah besar, terutama karena mereka gagal melanjutkan tren positif dan kini harus menghadapi rival abadi Arema FC tanpa salah satu pemain asing terbaiknya, Francisco Rivera.
Kegagalan Persebaya meraih kemenangan pada pekan ke-12 menjadi awal kerumitan. Melawan Persekri, Persebaya hanya mampu membawa pulang hasil tanpa poin penuh. Situasi itu membuat momentum kemenangan yang sebelumnya dibangun terhenti begitu saja. Para pendukung mulai mempertanyakan konsistensi tim, sementara tekanan kepada pelatih Eduardo Perez meningkat signifikan.
Tren Positif Terhenti, Tekanan Menggila
Hasil minor di pekan ke-12 bukan sekadar kehilangan poin. Lebih dari itu, hasil tersebut memicu gejolak internal dan eksternal. Pelatih Eduardo Perez sempat menjadi sorotan utama setelah publik menilai taktik yang diterapkannya tidak berjalan efektif. Bahkan, rumor pemecatan sempat berhembus kencang.
Pelatih berpaspor Spanyol tersebut disebut-sebut masuk dalam daftar evaluasi manajemen. Namun Persebaya memilih mengalihkan fokus pada laga super penting di pekan ke-13. “Kita tidak akan membahas soal rumor itu. Fokus kami adalah menghadapi Arema,” begitu narasi yang berkembang di internal klub.
Persebaya tahu bahwa duel kontra Arema FC bukan laga biasa. Ini adalah pertandingan sarat gengsi yang dapat mengembalikan semangat tim atau justru memperburuk situasi jika kembali gagal meraih poin.
Kehilangan Rivera, Pukulan Telak untuk Persebaya
Masalah besar Persebaya tidak berhenti pada performa tim. Di laga krusial menghadapi Arema FC, mereka dipastikan tidak akan diperkuat gelandang asing terbaiknya, Francisco Rivera. Pemain yang telah menjadi motor serangan Persebaya selama dua musim terakhir itu absen karena hukuman kartu merah pada pekan ke-12.
Hukuman itu membuat Rivera otomatis tidak dapat bermain saat Persebaya menjamu Arema FC di Stadion Gelora Bung Tomo. Kondisi ini tentu menjadi kabar buruk bagi Eduardo Perez yang selama ini mengandalkan kreativitas Rivera di lini tengah.
Rivera tercatat sudah menyumbang tiga gol dan tiga assist hingga pekan ke-11. Catatan tersebut menjadikannya salah satu pemain asing dengan kontribusi paling stabil di tim. Tanpa kehadirannya, Persebaya harus memikirkan ulang rencana permainan, terutama di sektor tengah yang sering menjadi penghubung serangan cepat Persebaya.
Dampak Absennya Rivera di Laga Derby Panas
Pertemuan Persebaya vs Arema FC selalu menjadi laga bergengsi yang dipenuhi tekanan, emosi, dan strategi. Di pertandingan besar seperti ini, absennya satu pemain kunci bisa memberi dampak signifikan.
Rivera bukan hanya pemain kreatif. Ia adalah pengatur tempo, eksekutor bola mati, sekaligus pemain yang sering menciptakan peluang berbahaya. Tanpa Rivera, Persebaya harus menyiapkan alternatif. Eduardo Perez kemungkinan akan menggeser komposisi lini tengah dengan menempatkan pemain lokal yang memiliki mobilitas tinggi.
Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa kualitas dan pengalaman Rivera sulit tergantikan. Di laga sebesar Derby Jatim, keberadaan pemain seperti Rivera biasanya menjadi pembeda. Kini, Persebaya harus menghadapi Arema FC dengan komposisi yang tidak lengkap.
Kondisi Tim Mengkhawatirkan, Arema Datang dengan Motivasi Tinggi
Sementara Persebaya Surabaya dalam masalah besar, Arema FC justru datang dengan motivasi tinggi. Menghadapi rival abadi selalu menjadi momen penting bagi Singo Edan. Mereka tentu ingin memanfaatkan kelemahan Persebaya dan memaksimalkan absennya Rivera.
Pertandingan ini tidak hanya soal tiga poin, melainkan soal gengsi dan harga diri. Persebaya harus menemukan solusi dalam waktu singkat, mulai dari pendekatan taktik, kedalaman skuad, hingga mental pemain yang sempat goyang akibat tekanan bertubi-tubi.
Eduardo Perez dihadapkan pada ujian terberat sejak menukangi Persebaya. Jika mampu membawa hasil positif, tekanan akan mereda. Namun jika gagal, bukan tidak mungkin isu pemecatan yang sempat muncul akan kembali menguat.
Pertaruhan Besar di Pekan ke-13
Derby panas ini akan menjadi momen penentu, tidak hanya untuk peringkat klasemen, tetapi juga masa depan Persebaya musim ini. Kehilangan Rivera memang menjadi pukulan besar, namun Persebaya tidak punya pilihan selain bangkit.
Dalam kondisi seperti ini, kekompakan skuad dan kecerdikan taktik akan menjadi kunci. Jika Persebaya mampu melampaui badai ini, mereka bisa kembali ke jalur kemenangan dan membuktikan bahwa tekanan bukan halangan. Sebaliknya, jika kembali tumbang, perjalanan mereka di Super League musim ini bisa makin berliku.
Editor : Findika Pratama