BLITAR - Duel akbar antara Persib Bandung vs Borneo FC di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) baru saja usai, namun getaran panasnya masih terasa. Selain skor akhir yang dimenangkan Maung Bandung, sorotan kini tertuju pada perseteruan komentar antara dua arsitek tim, Bojan Hodak vs Fabio Lefundes, yang saling melontarkan pernyataan tajam namun penuh makna.
Pertandingan yang mempertemukan peringkat ketiga dan pemuncak klasemen ini memang sudah diprediksi akan berjalan keras. Aroma persaingan di papan atas membuat setiap perebutan bola terasa seperti laga final. Namun, di balik tensi tinggi di lapangan, muncul pengakuan mengejutkan dari kedua pelatih yang menjadi keyword utama bagi para Bobotoh dan pengamat sepak bola.
Analisis Derby Klasemen dari Bojan Hodak
Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, mengungkap sejumlah faktor yang membuat Borneo FC menjelma menjadi tim perkasa di awal musim ini, bahkan sempat mencatat rekor tak terkalahkan dalam 11 pertandingan beruntun.
Hodak mengakui bahwa kemenangan tim berjuluk Pesut Etam itu rata-rata terjadi di kandang sendiri, Stadion Segiri Samarinda, yang kerap menjadi momok menakutkan bagi tim tamu. Namun, pelatih asal Kroasia itu tidak menampik bahwa Borneo FC juga berbahaya saat bermain tandang, mengandalkan pertahanan kokoh dan serangan balik mematikan.
"Saya rasa ini laga sulit. Menurut saya ini seolah menjadi laga derby musim ini, karena kami di peringkat ketiga dan mereka di urutan pertama. Kalau tidak salah, mereka memainkan tujuh laga di kandang di awal musim dan tim tamu tidak mudah untuk menang di sana. Mungkin itu alasannya mereka bisa menang nonstop," ungkap Hodak.
Hodak juga menambahkan bahwa Borneo FC adalah tim berpengalaman yang beruntung bisa menang 11 kali beruntun. Ia lantas menantang, "Sekarang mereka akan menghadapi 4 sampai 5 pertandingan berat. Dan kita lihat nanti bagaimana mereka melewati lima pertandingan ini." Pernyataan Hodak ini seolah meremehkan konsistensi Borneo FC, dengan menyiratkan faktor keberuntungan dan keunggulan kandang sebagai penentu performa mereka.
Jawaban Menohok dari Fabio Lefundes
Pernyataan Hodak tersebut mendapat respons tak kalah menohok dari pelatih Borneo FC, Fabio Lefundes. Pelatih asal Brasil ini rupanya tak terima timnya dan dirinya sendiri diremehkan oleh sebagian orang.
Jauh sebelum pertandingan digelar, Lefundes memang kerap dipandang sebelah mata, terutama jika dibandingkan dengan Bojan Hodak yang memiliki rekam jejak lebih mentereng. Namun, Lefundes justru menyambut keraguan tersebut dengan senang hati.
"Sejak saya lahir, orang-orang sudah meragukan apa yang bisa saya lakukan. Tapi saya suka ketika mereka meragukan kami karena akan memotivasi kami untuk semakin menunjukkan kekuatan kami," tegas Lefundes.
Lefundes menegaskan bahwa Borneo FC sudah cukup membuktikan diri di liga dengan rekor 11 pertandingan tak terkalahkan. Menurutnya, siapa pun yang meragukan Pesut Etam tidak memahami sepak bola, dan yang terpenting adalah kerja keras yang telah diperlihatkan para pemainnya. Pernyataan ini menjadi sindiran balik yang cerdas terhadap opini yang menempatkan Bojan Hodak vs Fabio Lefundes dalam posisi yang timpang.
Pilar Serba Bisa dan Kemitraan Digital
Di luar panasnya adu komentar antar pelatih, Persib juga mendapat kabar positif terkait kekuatan skuad. Pemain serba bisa, Eliano Reinders, menunjukkan kontribusi vital berkat fleksibilitasnya. Mampu bermain di berbagai posisi, baik bek kanan maupun bek kiri, Eliano diakui Bojan Hodak sebagai salah satu rekrutan terbaik.
"Ketika pelatih membutuhkan saya, saya akan berada di sana. Saya rasa kekuatan saya adalah bisa ikut naik, membantu serangan dan juga membantu tim ketika bertahan," ujar Eliano, menegaskan kesiapannya untuk dimainkan di posisi mana pun.
Klub juga semakin modern dan "tajir" setelah resmi mengumumkan kemitraan strategis dengan Gopay sebagai mitra sponsor baru. Deputi CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adityya Putra Herawan, menyebut kolaborasi ini sebagai langkah besar untuk transformasi klub menuju modernisasi, transparansi, dan pemberdayaan komunitas Bobotoh melalui ekosistem digital. Kemitraan ini menunjukkan komitmen Persib menjadi klub yang profesional dan berorientasi pada inovasi teknologi.
Persaingan di papan atas klasemen tidak hanya terjadi di lapangan, tetapi juga di ruang konferensi pers. Duel Bojan Hodak vs Fabio Lefundes semakin menambah bumbu persaingan yang kian menarik di BRI Super League musim ini.(*)
Editor : Bherliana Naysila Putri Suwandi