BLITAR – Kondisi Persebaya Surabaya jelang laga panas kontra Borneo FC semakin menjadi sorotan. Bukan hanya karena performa tim yang inkonsisten di Super League 2025–2026, tetapi juga karena beberapa persoalan krusial yang mencuat dari lini belakang hingga lini depan. Mulai dari terungkapnya kondisi cedera bek asing Risto Mitrevski, hingga absennya dua pemain kunci, Bruno Moreira dan Francisco Rivera, pada pekan ke-15 yang membuat Persebaya Surabaya berada dalam situasi sulit.
Kondisi Risto Mitrevski Akhirnya Terungkap
Setelah berminggu-minggu menjadi teka-teki, publik akhirnya mengetahui detail cedera yang dialami bek utama Persebaya Surabaya, Risto Mitrevski. Tempat rehabilitasinya di Kroasia, Perfectus, mengungkap bahwa sang pemain baru saja menjalani dua prosedur medis serius: stabilisasi artroskopi sendi AC serta fiksasi labrum. Dua prosedur tersebut umum dilakukan untuk cedera bahu tingkat berat yang membutuhkan pemulihan jangka panjang.
Melalui unggahan resmi Instagram, pihak Perfectus menyampaikan bahwa Mitrevski telah menunjukkan progres pemulihan sangat pesat, bahkan kurang dari dua bulan setelah operasi. Mereka juga memuji etos kerjanya selama menjalani program rehabilitasi. Dalam rekaman video singkat, terlihat Mitrevski menjalani latihan stabilisasi intensif sebagai bagian dari proses penguatannya.
Dari Surabaya, Dokter tim Persebaya, dr. Ahmad Ridoi, ikut mengonfirmasi perkembangan positif sang pemain. Ia menegaskan bahwa kondisi Mitrevski stabil dan terus membaik. Meski demikian, keputusan mengenai kepulangannya ke Surabaya masih menunggu evaluasi beberapa hari ke depan.
Mitravski menjadi salah satu pilar pertahanan Green Force pada awal musim. Dalam lima laga pertama, ia selalu bermain penuh dan bahkan mencetak satu gol sebelum cedera menghambat kontribusinya. Kehilangannya membuat organisasi pertahanan Persebaya Surabaya tidak sekuat sebelumnya.
Rivera dan Bruno Absen Lawan Borneo FC
Jika lini belakang kehilangan Mitrevski, lini tengah dan lini depan juga mengalami pukulan keras. Dua pemain penting, Francisco Rivera dan Bruno Moreira, dipastikan tidak bisa tampil dalam laga krusial melawan Borneo FC.
Kabar ini pertama kali diungkapkan kanal fanbase Persebaya. Mereka menulis bahwa Bruno tidak dapat bermain karena telah mengantongi empat kartu kuning, sesuai regulasi Super League. Sementara Rivera masih menyisakan satu pertandingan larangan bermain akibat sanksi yang harus ia tuntaskan.
Bagi Bonek, absennya Rivera membuat kepanikan tersendiri. Gelandang kreatif itu dikenal sebagai otak serangan Persebaya Surabaya. Ia sering membuka ruang, mengatur aliran bola, hingga menciptakan peluang matang bagi rekan-rekannya. Ketidakhadirannya otomatis mengurangi kreativitas tim. Bruno Moreira, yang dikenal agresif menekan pertahanan lawan, juga menjadi kehilangan besar bagi strategi menyerang Green Force.
Laga kandang di Gelora Bung Tomo memunculkan tekanan tambahan. Ekspektasi kemenangan tetap tinggi, sementara kondisi tim justru pincang. Pelatih harus memutar otak mencari komposisi yang mampu menambal absennya dua motor serangan tersebut.
Baca Juga: Pemkab Blitar Akhirnya Usulkan Pembangunan untuk Jembatan Sesek di Talun ke Pemerintah Pusat
Krisis Striker Asing Makin Sorotan
Selain persoalan cedera dan sanksi, performa lini depan Green Force juga mengundang kritik publik. Dalam 14 pertandingan, tiga striker asing yang didatangkan dengan nilai besar justru belum memberikan kontribusi gol maksimal.
Perovic, yang bergabung pada 15 Juli 2025, sebenarnya memiliki jam terbang tinggi dengan menit bermain mencapai 1.929 menit. Namun kontribusi gol dan assistnya dianggap tidak sebanding dengan ekspektasi. Ia hanya mencatat dua key pass dan belum mencetak gol yang signifikan.
Dejan Tumbas juga menjadi sorotan. Datang sebagai penyerang tengah, perannya justru berubah-ubah mulai dari gelandang bertahan hingga bek kiri. Pergeseran posisi ini membuat adaptasinya semakin rumit.
Sementara itu, Diego Mauricio, penyerang berpengalaman asal Brasil, baru tampil dua kali dengan total 33 menit bermain. Masalah kebugaran dan proses adaptasi membuat kontribusinya belum terasa.
Situasi ini membuat publik mulai bertanya-tanya apakah investasi besar di sektor depan benar-benar akan membuahkan hasil atau justru menjadi kerugian besar bagi Persebaya Surabaya.
Dukungan Bonek Tetap Mengalir
Meski situasi tidak ideal, dukungan Bonek dipastikan tidak surut. Atmosfer Gelora Bung Tomo selalu menjadi energi tambahan bagi tim. Tidak sedikit suporter yang berharap absennya Rivera dan Bruno justru menjadi momentum bagi pemain yang jarang tampil untuk membuktikan kualitasnya.
Perjalanan musim masih panjang, dan laga melawan Borneo FC bisa menjadi titik balik performa Green Force. Jika mampu memanfaatkan momentum, Persebaya Surabaya dapat keluar dari tekanan dan kembali bersaing di papan atas.
Editor : Dimas Galih Nur Hendra Saputra