BLITAR - Proses Ciro Alves naturalisasi kembali menjadi sorotan publik pencinta sepak bola nasional. Dalam sebuah wawancara mendalam bersama Asisten Manajer Malut United, Saleh Asgar, terungkap bahwa keinginan Ciro untuk menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) murni berasal dari dorongan pribadi, bukan karena target memperkuat Timnas Indonesia. Hal ini sekaligus menjawab spekulasi liar yang sempat berkembang di media sosial.
Saleh Asgar menegaskan bahwa Ciro Alves naturalisasi telah memasuki tahap awal. Sang pemain, yang sudah bermukim di Indonesia sejak 2019, datang langsung ke Kantor Kanwil Kemenkumham Maluku Utara untuk mengajukan proses naturalisasi jalur biasa sesuai Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006. Ciro disebut sudah merasa sangat nyaman tinggal di Indonesia bersama keluarganya dan ingin menetap lebih lama.
“Hari itu kami datang ke Kanwil Hukum Maluku Utara untuk silaturahmi dan menyerahkan dokumen awal. Ciro juga diminta bertemu langsung karena ada beberapa pertanyaan dan perkenalan dari pihak Kanwil,” ujar Saleh Asgar.
Alasan Ciro Pilih Indonesia
Menurut Asgar, keputusan Ciro Alves naturalisasi merupakan pilihan pribadi yang lahir dari kecintaan sang pemain terhadap Indonesia. Selama enam tahun tinggal di Tanah Air, Ciro merasa kehidupannya semakin tertata. Bahkan, keluarganya sudah menyatu dengan kultur Indonesia.
“Ciro bilang sudah jatuh cinta dengan negeri ini. Anaknya sekolah di sini, keluarganya nyaman, dan dia ingin menghabiskan masa kariernya sambil memberikan kontribusi untuk sepak bola Indonesia,” ujar Asgar.
Tidak untuk Timnas Indonesia
Isu yang paling banyak dipertanyakan publik adalah apakah naturalisasi ini dilakukan untuk membuka peluang membela Timnas Indonesia. Asgar menepis tegas.
“Ciro tidak naturalisasi karena timnas. Dia fokus pada Malut United. Tapi kalau suatu hari dia sudah jadi WNI dan ada panggilan timnas, ya sebagai warga negara yang baik dia pasti tidak akan menolak,” kata Asgar.
Pernyataan ini juga diperkuat oleh komunikasi personal antara Ciro dan pihak klub. Meski publik berharap, naturalisasi Ciro tidak dimaksudkan sebagai bagian dari strategi penguatan skuad timnas.
Proses dan Durasi Naturalisasi
Asgar mengakui bahwa proses Ciro Alves naturalisasi masih panjang. Saat ini tim Malut United sedang menyiapkan berbagai dokumen pendukung, baik dari Imigrasi, Polri, BIN, hingga BNPT.
“Kalau semua lengkap dan berjalan normal, kami berharap sebelum jendela transfer Januari ditutup, status Ciro sudah selesai,” ungkapnya optimistis.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa seluruh proses tetap mengikuti regulasi tanpa percepatan yang melanggar aturan. Dukungan dari Kanwil Kemenkumham hanya sebatas memastikan alur administrasi berjalan rapi.
Dampak Besar bagi Malut United
Jika naturalisasi rampung, Malut United akan memperoleh keuntungan teknis. Ciro tak lagi mengisi slot pemain asing sehingga klub dapat mendatangkan satu pemain impor tambahan.
“Ciro masih terikat kontrak dan sangat nyaman di Ternate. Dia tidak memikirkan tawaran klub lain,” ujar Asgar ketika ditanya soal peluang Ciro direkrut tim lain setelah menjadi WNI.
Asgar juga menjelaskan bahwa Malut United dibangun dengan filosofi kekeluargaan. Pemain asing dan lokal selalu berkumpul di luar jadwal latihan, sesuatu yang disebut membuat Ciro merasa seperti di rumah sendiri.
David da Silva Belum Tertarik
Publik sempat bertanya mengapa David da Silva tidak ikut mengajukan naturalisasi. Asgar menyebut sejauh ini belum ada komunikasi dari David.
“Yang meminta dan menyampaikan keinginan secara terbuka baru Ciro. Soal David, itu hak pribadi dia,” jelasnya.
Harapan Klub dan Publik
Saleh Asgar berharap semua proses dapat berjalan lancar dan didukung publik. Ia menilai Ciro sudah memberi banyak kontribusi bagi sepak bola tanah air, termasuk dua gelar juara bersama Persib Bandung sebelum kini memperkuat Malut United.
“Ciro sudah enam tahun di sini dan memberi dampak positif. Kami kawal proses ini semaksimal mungkin,” tutupnya.
Editor : Findika Pratama