BLITAR KAWENTAR – Sepanjang 2025 di wilayah Kabupaten Blitar tercatat 18.686 kasus diabetes melitus (DM).
Menghadapi tantangan besar tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar melalui dinas kesehatan (dinkes) meluncurkan strategi jemput bola. Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) secara lintas sektor, diharapkan mampu memutus rantai komplikasi penyakit tidak menular tersebut, terutama pada kelompok usia produktif.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Blitar, Anggit Ditya Putranto menjelaskan, penanganan DM tidak bisa hanya dilakukan oleh tenaga medis di puskesmas atau rumah sakit. Diperlukan kolaborasi dengan berbagai instansi pemerintah, swasta, hingga pemerintah desa untuk menjangkau masyarakat seluas mungkin.
"Program CKG ini adalah bentuk komitmen lintas sektor. Kami masuk ke kantor-kantor dinas, perusahaan swasta, hingga balai desa. Tujuannya agar masyarakat yang sibuk bekerja di usia produktif tetap bisa memantau kadar gula darah mereka tanpa harus mengantre lama di fasilitas kesehatan," ujarnya.
Anggit menambahkan, kolaborasi lintas sektor ini sangat krusial karena banyak penderita DM di Kabupaten Blitar yang baru menyadari kondisinya setelah memasuki tahap komplikasi.
Dengan membawa layanan CKG ke lingkungan kerja dan pemukiman, dinkes berharap dapat mendeteksi penderita baru sedini mungkin agar penanganan bisa dilakukan secara preventif.
"Banyak yang merasa dirinya sehat karena masih aktif bekerja, padahal gula darahnya sudah di atas normal. Di sinilah peran lintas sektor, misalnya pimpinan instansi atau kepala desa menggerakkan warganya untuk ikut CKG. Jika ditemukan indikasi DM, langsung kami dampingi untuk pengaturan pola makan dan pengobatan," tambahnya.
Selain melakukan tes gula darah dan tekanan darah secara gratis, dalam program CKG ini petugas juga memberikan edukasi gizi harian yang ketat.
Masyarakat diingatkan untuk menerapkan rumus 4-5-8 yakni batasan maksimal 4 sendok makan gula, 5 sendok makan minyak, dan anjuran minimal 8 gelas air putih per hari.
Langkah masif ini diharapkan mampu menurunkan angka prevalensi DM di Kabupaten Blitar yang saat ini mulai banyak menyerang warga usia 20-40 tahun.
Ke depan, dinkes memperluas jaringan CKG dengan melibatkan lebih banyak mitra, termasuk pusat perbelanjaan dan komunitas hobi, guna menciptakan ekosistem masyarakat Kabupaten Blitar yang lebih sadar akan kesehatan investasi jangka panjang.
Baca Juga: Kabar Gembira, UMK Kabupaten Naik Setelah Disetujui Gubernur Jawa Timur, Segini Kenaikannya
"Kami tidak hanya mengobati, tapi mengedukasi. Dengan sinergi lintas sektor ini, kami ingin memastikan warga Kabupaten Blitar tetap produktif tanpa bayang-bayang komplikasi diabetes," pungkas Anggit. (kho/c1/ynu)
Editor : M. Subchan Abdullah