BLITAR – Harapan baru membuncah di skuad Persebaya Surabaya menyambut putaran kedua BRI Super League. Sosok striker asing anyar, Bruno Paraiba, terpantau sudah mulai bergabung dalam sesi latihan tim. Kedatangannya menjadi sorotan utama karena ia memikul beban berat untuk menjadi mesin gol baru bagi tim berjulukan Bajol Ijo yang sempat mengalami kendala produktivitas di lini depan selama putaran pertama.
Manajemen dan tim pelatih Persebaya Surabaya berharap besar kehadiran Paraiba mampu memecahkan masalah akut di sektor penyerangan. Berdasarkan evaluasi putaran pertama, lini depan Persebaya dinilai kurang tajam. Dari total 22 gol yang dilesakkan dalam 16 pertandingan, kontribusi striker asing tergolong sangat minim. Hanya Mihailo Perovic yang baru menyumbangkan tiga gol, sementara Diego Mauricio masih belum mampu mencatatkan namanya di papan skor sejak melakoni debutnya.
Statistik tersebut menunjukkan bahwa kinerja duet striker asing sebelumnya tidak berjalan mulus sesuai rencana awal. Perovic tercatat memainkan 16 laga dengan koleksi tiga gol, sedangkan Mauricio tampil dalam enam laga tanpa satu gol pun. Oleh karena itu, kehadiran Bruno Paraiba di lini serang benar-benar diharapkan menjadi jawaban konkret atas tumpulnya barisan depan Bajol Ijo.
Rekam Jejak Bruno Paraiba: Pengalaman di Korea dan Brasil
Menilik rekam jejaknya, Bruno Paraiba memiliki profil yang cukup berpengalaman meski tidak terlalu mewah. Ia tercatat pernah merumput di kasta tertinggi Liga Korea Selatan dengan memainkan lebih dari 50 pertandingan dan mengemas 12 gol. Selain itu, ia juga sempat mencicipi ketatnya persaingan di Serie B Brasil dengan catatan 35 penampilan dan koleksi lima gol.
Meski statistiknya tidak terlalu mencolok, antusiasme dan harapan Bonek terhadap sosok Paraiba sangat tinggi. Suporter fanatik Persebaya Surabaya ini mendambakan sang striker mampu beradaptasi cepat dengan gaya permainan di Indonesia dan menjadi salah satu pencetak gol terbanyak bagi klub musim ini.
Kini, tugas berat menanti Bruno Paraiba untuk membuktikan kualitasnya di lapangan hijau. Mampukah ia menjadi kepingan puzzle yang hilang di lini depan Persebaya dan membawa tim kebanggaan warga Surabaya ini merangkak naik ke papan atas klasemen? Mari kita nantikan aksinya di putaran kedua nanti.(*)
Editor : Satria Wira Yudha Pratama