BLITAR KAWENTAR - Rumor Persebaya kembali memanas usai momen emosional yang melibatkan mantan ikon Bajul Ijo, David Da Silva, di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT). Striker Malut United itu tak kuasa menahan perasaan saat kembali menginjakkan kaki di Surabaya, kota yang pernah menjadi rumahnya. Isyarat CLBK David Da Silva pun langsung memantik spekulasi dan perbincangan hangat di kalangan Bonek.
Rumor Persebaya tersebut mencuat setelah David Da Silva terlihat ikut menyanyikan lagu kebanggaan Bonek, Song for Pride, bersama para pemain Persebaya Surabaya seusai laga pekan ke-17 Super League 2025–2026, Sabtu (10/2/2026). Meski kini berstatus sebagai pemain lawan, ekspresi haru David Da Silva sulit disembunyikan ketika berdiri di tengah lingkaran pemain Bajul Ijo.
Momen itu terasa semakin kuat karena terjadi di Stadion Gelora Bung Tomo, tempat David Da Silva pernah mencetak banyak kenangan manis bersama Persebaya. Rumor Persebaya soal kerinduan sang striker pun kian menguat, terlebih ketika ia secara terbuka mengakui perasaannya kepada Surabaya.
Song for Pride, Lagu yang Membuka Luka Rindu
Lantunan Song for Pride menggema di seluruh penjuru stadion. Ribuan Bonek bernyanyi serempak, menjadikan GBT lautan hijau yang sarat emosi dan nostalgia. David Da Silva berdiri di tengah lapangan, menyatu dengan lagu yang dulu selalu ia dengar sebagai bagian dari Persebaya.
“Lagu itu selalu membuat saya merinding,” ucap David Da Silva dengan jujur. Ia tak menampik bahwa atmosfer Surabaya masih meninggalkan kesan mendalam di hatinya. “Saya tidak bisa bohong. Saya sangat merindukan suasana ini,” tambahnya.
Bagi Bonek, kehadiran David Da Silva di momen tersebut terasa seperti kilas balik masa lalu. Ia pernah menjadi simbol ketajaman Persebaya, sosok yang identik dengan gol-gol penting dan semangat juang di lini depan.
Persebaya Tumbangkan Malut United, Debut Manis Bernardo Tavares
Di balik momen emosional itu, Persebaya Surabaya tampil solid dan sukses mengamankan kemenangan penting. Bajul Ijo menaklukkan Malut United dengan skor 2-1, berkat dua gol Gali Freitas pada menit ke-14 dan 37.
Kemenangan tersebut terasa istimewa karena menjadi debut manis Bernardo Tavares di pinggir lapangan. Strategi yang diterapkan pelatih anyar Persebaya itu berjalan efektif dan mampu meredam kekuatan Malut United.
Tak hanya itu, hasil ini juga memutus rekor impresif Malut United yang sebelumnya tak terkalahkan dalam 11 laga beruntun. GBT kembali menjadi benteng angker bagi tim tamu.
David Da Silva dan Rasa Hormat yang Tak Pernah Hilang
Meski harus menerima kekalahan, David Da Silva menunjukkan sikap profesional dan penuh respek. Ia tetap menghormati Persebaya sebagai klub yang pernah membesarkan namanya di sepak bola Indonesia.
“Persebaya selalu punya tempat di hati saya,” ujar David Da Silva. Ia juga menegaskan bahwa kehadirannya di GBT, meski sebagai lawan, tetap membawa kebahagiaan tersendiri. “Saya senang bisa kembali ke sini,” katanya.
Sore itu, Surabaya bukan sekadar kota pertandingan bagi David Da Silva. Lebih dari itu, Surabaya adalah rumah yang penuh kenangan, tempat di mana namanya pernah dielu-elukan oleh ribuan Bonek.
Rumor Persebaya dan Isyarat CLBK yang Bikin Bonek Baper
Momen bernyanyi bersama, pengakuan rindu, hingga sikap hormat David Da Silva terhadap Persebaya membuat rumor Persebaya soal potensi CLBK kembali ramai diperbincangkan. Meski belum ada pernyataan resmi dari manajemen, sinyal emosional tersebut sudah cukup membuat suporter Bajul Ijo baper.
Apakah momen ini hanya sekadar nostalgia, atau benar-benar menjadi isyarat kembalinya David Da Silva ke Persebaya di masa depan? Waktu yang akan menjawab. Namun satu hal pasti, kisah David Da Silva dan Persebaya belum sepenuhnya usai.
Editor : Bherliana Naysila Putri Suwandi