BLITAR– Euforia kemenangan Persib Bandung atas rival abadinya, Persija Jakarta, di pekan ke-17 Super League 2025-2026 berbuntut panjang. Tidak hanya soal hasil pertandingan 1-0 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Maung Bandung kini menjadi pembicaraan hangat mulai dari keberhasilan memicu emosi lawan, pergerakan agresif di bursa transfer, hingga isu keamanan pemain yang masuk ke ranah pidana.
Beckham Putra Nugraha yang menjadi pahlawan kemenangan lewat gol cepatnya di menit ke-5, kini menjadi sorotan tajam. Pasalnya, pemain asli Gedebage ini mengaku melakukan "aksi tengil" yang sukses membuat bek Persija, Bruno Tubarao, dikartu merah pada menit ke-53. Beckham mengakui bahwa ia sengaja memancing emosi Tubarao sepanjang laga hingga pemain lawan tersebut melakukan tindakan kasar dengan menginjaknya.
Selebrasi "Ice Cold" Beckham yang Ikonik
Selain trik di lapangan, selebrasi Beckham Putra yang meniru gaya Ice Cold ala Cole Palmer kembali memantik diskusi. Meski pernah dihukum berat oleh Komdis PSSI di musim sebelumnya gara-gara gestur serupa, Beckham menegaskan bahwa selebrasi itu kini telah menjadi ikon pribadinya. Ia membantah bahwa tindakannya tersebut bertujuan untuk memprovokasi pihak manapun. Bagi Beckham, selebrasi itu wajar dilakukan mengingat posisi Persib yang saat ini berada di puncak klasemen.
Gebrakan Gaston Avila: Pemain Termahal di Skuad Maung Bandung
Di sisi lain, manajemen Persib Bandung resmi mengakhiri spekulasi bursa transfer dengan mengumumkan bergabungnya Gaston Avila. Bek asal Argentina yang pernah berseragam Ajax Amsterdam ini resmi menjadi pemain termahal di skuad Maung Bandung musim ini. Langkah all-in ini menegaskan ambisi besar Persib yang tidak hanya ingin mendominasi Liga 1, tetapi juga menargetkan prestasi di level kompetisi Asia.
Manajemen mengikat Avila dengan kontrak jangka panjang sebagai investasi strategis. Meski angka pastinya dirahasiakan, nilai kontraknya dipastikan melampaui nama-nama besar lain di tim. Kehadiran bek modern yang agresif ini dinilai sebagai kepingan yang hilang dalam sistem pertahanan pelatih Bojan Hodak, yang kini memiliki opsi lebih fleksibel dalam menerapkan taktik garis pertahanan tinggi.
Ancaman Pembunuhan Keluarga Tom Haye: Umuh Muchtar Murka
Namun, kemenangan manis atas Persija harus dinodai oleh aksi kriminal di luar lapangan. Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Umuh Muchtar, naik pitam setelah keluarga gelandang asing Tom Haye menerima ancaman pembunuhan usai laga El Clasico tersebut. Umuh menegaskan bahwa rivalitas sepak bola seharusnya menjunjung tinggi sportivitas dan tidak boleh masuk ke ranah kriminal yang mengancam nyawa.
Manajemen Persib Bandung bergerak cepat untuk melacak pelaku pengancaman dan memastikan kasus ini dibawa ke jalur hukum. Umuh meminta Tom Haye untuk tetap tenang dan fokus, karena klub memberikan perlindungan penuh kepada keluarganya. "Itu orang yang mengancam ini lagi dilacak dan pasti akan segera dapat, kita akan tuntut. Itu tidak boleh dan tidak benar," tegas Umuh Muchtar pada Senin (12/1/2026).(*)
Editor : Satria Wira Yudha Pratama