BLITAR KAWENTAR-Drama Federico Barba Persib Bandung kembali memanas dan menjadi sorotan utama Bobotoh jelang putaran kedua Liga 1 2025/2026. Kali ini, isu tidak hanya datang dari dalam lapangan, tetapi juga melibatkan faktor keluarga setelah istri Federico Barba menyampaikan pernyataan terbuka di media sosial yang menyinggung kekecewaan terhadap situasi sang pemain di Bandung.
Drama Federico Barba Persib Bandung ini mencuat setelah sang istri mengunggah pesan bernada emosional yang menegaskan bahwa keluarga dan anak-anak berada di atas segalanya, bahkan melebihi karier dan loyalitas profesional. Unggahan tersebut langsung memantik spekulasi bahwa bek asal Italia itu sudah tidak betah dan ingin segera kembali ke negaranya.
Dalam unggahan itu, istri Barba menyinggung bahwa keputusan bertahan di Persib seolah dipaksakan, sementara kondisi keluarga dianggap tidak ideal. Meski tidak dijelaskan secara rinci, pernyataan tersebut memunculkan berbagai dugaan, mulai dari persoalan pendidikan anak, kesehatan, hingga ketidakpuasan terhadap pelayanan dan manajemen klub.
Istri Federico Barba Soroti Faktor Keluarga
Federico Barba sendiri diketahui tinggal di kawasan Kota Baru Parahyangan, Kabupaten Bandung, selama memperkuat Persib. Namun, kenyamanan hunian tersebut rupanya belum cukup membuat keluarganya merasa betah. Faktor adaptasi dan jarak dari lingkungan asal di Italia diduga menjadi pemicu utama.
Drama Federico Barba Persib Bandung semakin kompleks karena keputusan hengkang ini tidak murni datang dari sang pemain. Sumber internal menyebutkan bahwa pengaruh keluarga, khususnya sang istri, sangat besar dalam mendorong Barba mempertimbangkan pulang ke Italia meski kontraknya masih berjalan.
Sikap Tegas Bojan Hodak
Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, mengambil sikap tegas dan profesional dalam menyikapi situasi tersebut. Ia menyatakan bahwa urusan Federico Barba kini sepenuhnya berada di tangan manajemen. Hodak bahkan menegaskan bahwa dirinya tidak lagi ikut campur dalam persoalan kontrak sang pemain.
“Kalau dia masih mau bermain di sini, silakan. Kalau tidak, itu sudah urusan manajemen,” demikian sikap Hodak yang disebutkan dalam pembahasan internal tim. Pendekatan ini mirip dengan yang sebelumnya diterapkan kepada William Marsílio, yang akhirnya tidak lagi masuk dalam rencana tim.
Penolakan Tawaran Perburuk Situasi
Sumber menyebutkan bahwa manajemen Persib sempat menolak beberapa tawaran untuk Federico Barba, termasuk dari klub Italia Pescara dan salah satu tim asal Yunani. Penolakan tersebut kabarnya dipicu nilai transfer yang dinilai terlalu kecil.
Namun, penolakan ini justru memperkeruh suasana. Drama Federico Barba Persib Bandung makin terasa karena sang pemain dan keluarga disebut kecewa lantaran peluang kembali ke Eropa tertahan. Situasi ini memengaruhi keharmonisan ruang ganti, sesuatu yang diakui cukup mengganggu fokus tim.
Momen Tutup Kuping di Stadion Jadi Sorotan
Ketegangan juga terlihat saat laga terakhir Persib, ketika Federico Barba tertangkap kamera menutup telinga saat berada di stadion. Momen tersebut memicu beragam interpretasi dari Bobotoh, mulai dari respons terhadap teriakan suporter hingga simbol ketidaknyamanan Barba di Bandung.
Meski demikian, Bojan Hodak memilih tidak membuka detail persoalan pribadi sang pemain. Ia menegaskan bahwa Federico Barba masih dianggap sebagai bagian dari keluarga besar Persib, sehingga masalah internal tidak etis untuk diumbar ke publik.
Persib Mulai Cari Bek Asing Baru
Drama Federico Barba Persib Bandung berdampak langsung pada rencana transfer. Persib kini mulai mempersiapkan opsi bek asing baru untuk mengantisipasi kemungkinan hengkangnya Barba di tengah musim. Sejumlah nama sudah masuk radar, baik melalui skema transfer permanen maupun peminjaman.
Manajemen disebut telah menyiapkan anggaran sesuai kebutuhan tim, meski tetap realistis terhadap klausul dan keputusan klub asal pemain. Jika transfer tidak memungkinkan, opsi peminjaman menjadi alternatif paling masuk akal.
Di tengah isu ini, performa Persib Bandung secara keseluruhan tetap solid. Hingga akhir putaran pertama Liga 1 2025/2026, Persib mengoleksi 38 poin, sedikit lebih baik dibanding musim sebelumnya. Lini pertahanan juga tampil impresif dengan minim kebobolan.
Kini, semua keputusan berada di tangan manajemen. Apakah Federico Barba akan bertahan atau benar-benar hengkang, drama ini dipastikan masih akan berlanjut dan menjadi ujian penting bagi stabilitas Persib Bandung di paruh musim kompetisi.
Editor : Ichaa Melinda Putri