Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Persebaya Surabaya Butuh Striker Lokal, Bernardo Tavares Buru Talenta Akademi demi Selamatkan Green Force di Super League 2025-2026

Rendra Febrian Permana • Selasa, 20 Januari 2026 | 19:00 WIB
Persebaya Surabaya Butuh Striker Lokal, Bernardo Tavares Buru Talenta Akademi demi Selamatkan Green Force di Super League 2025-2026
Persebaya Surabaya Butuh Striker Lokal, Bernardo Tavares Buru Talenta Akademi demi Selamatkan Green Force di Super League 2025-2026

BLITAR – Persebaya Surabaya butuh striker lokal menjadi isu krusial jelang bergulirnya Super League 2025-2026. Kondisi ini memaksa pelatih Bernardo Tavares bergerak cepat mencari solusi, menyusul komposisi lini depan Green Force yang dinilai belum ideal untuk menghadapi ketatnya persaingan kompetisi.

Saat ini, Persebaya Surabaya hanya memiliki tiga penyerang murni dan semuanya berstatus pemain asing. Mereka adalah Perovic, Dejan Tumbas, serta Bruno Paraiba. Absennya striker lokal murni membuat Persebaya berada dalam situasi genting, terutama jika menilik padatnya jadwal dan kebutuhan rotasi pemain.

Kebutuhan striker lokal Persebaya Surabaya semakin mendesak karena tidak semua penyerang asing tersebut berposisi asli sebagai ujung tombak. Hal ini menimbulkan kekhawatiran tersendiri terkait efektivitas penyelesaian akhir yang menjadi faktor vital dalam perburuan poin.

Lini Depan Belum Ideal

Dejan Tumbas sejatinya merupakan pemain sayap yang sejak era kepelatihan Paul Munster dipaksa beradaptasi menjadi penyerang. Meski menunjukkan etos kerja tinggi, kontribusinya dinilai belum maksimal karena naluri striker alami masih menjadi pekerjaan rumah besar.

Sementara itu, Bruno Paraiba yang baru bergabung pada Januari masih dalam tahap adaptasi. Penyerang asal Brasil tersebut memang memiliki fleksibilitas posisi, namun justru membuat perannya di lapangan belum benar-benar spesifik. Ia belum sepenuhnya siap menjadi tumpuan utama di lini depan.

Adapun Perovic juga belum mampu menunjukkan konsistensi sepanjang putaran pertama kompetisi. Produktivitas golnya belum sebanding dengan ekspektasi tim pelatih, sehingga Persebaya Surabaya belum memiliki sosok finisher yang benar-benar bisa diandalkan.

Bernardo Tavares Akui Sulit Rekrut Pemain Lokal

Situasi ini membuat Bernardo Tavares harus memutar otak lebih keras. Pelatih asal Portugal tersebut secara terbuka mengakui bahwa Persebaya Surabaya masih membutuhkan tambahan penyerang sebelum kompetisi kembali berjalan.

“Beberapa pemain lokal yang kami minati terikat kontrak, jadi kami tidak bisa merekrut beberapa pemain. Sulit untuk merekrut pemain lokal,” ujar Bernardo.

Ia juga menyoroti sistem kontrak di kompetisi domestik yang dinilainya menjadi salah satu penghambat. Menurutnya, banyak pemain lokal bermain dengan skema kontrak setengah musim, sementara tidak banyak klub yang bersedia melepas pemain dengan kontrak penuh.

“Biasanya pemain lokal bermain dengan half kontrak dan saya tidak melihat banyak klub yang mau merekrut pemain dengan kontrak penuh,” lanjutnya.

Meski begitu, Bernardo memilih tetap realistis. Ia menegaskan Persebaya Surabaya masih membuka peluang merekrut striker lokal jika memungkinkan.

Akademi Jadi Solusi Paling Realistis

Nama Joao Tavares sempat masuk radar sebagai opsi tambahan. Namun statusnya sebagai pemain asing membuat manajemen harus berhitung dengan kuota yang tersedia. Opsi striker lokal dinilai lebih logis karena selain efisien, juga menjaga keseimbangan komposisi tim.

Informasi terbaru menyebut Persebaya Surabaya kini serius membidik striker lokal. Bernardo Tavares menilai potensi internal klub belum sepenuhnya dimaksimalkan, khususnya dari akademi dan pemain muda.

“Di saat ini kita harus mengetahui rumah yang kita miliki. Akademi, pemain muda, tim utama kita,” ungkapnya.

Bernardo mengaku telah menganalisis banyak pertandingan, baik dari pemain internal maupun pemain di klub lain yang bermain di posisi berbeda. Pendekatan ini dilakukan untuk mencari solusi paling realistis demi memperkuat lini depan.

“Ini untuk mencoba melihat apa yang kita dapatkan, apa yang perlu kita ubah,” jelasnya.

Bagi Bernardo, regenerasi bukan sekadar solusi jangka pendek, melainkan fondasi penting dalam membangun masa depan klub. Ia menegaskan bahwa pemain dari akademi adalah aset emas yang harus dijaga.

“Begitulah cara kita membuat budaya,” tegas Bernardo.

Kini, Persebaya Surabaya berpacu dengan waktu. Pencarian striker lokal bukan hanya soal kebutuhan instan, tetapi juga investasi jangka panjang demi menjaga daya saing Green Force di Super League 2025-2026.(*)

Editor : Rendra Febrian Permana
#Bursa Tranfer Liga Indonesia #Bernardo Tavares #persebaya surabaya #Super League 2025 2026 #striker lokal