BLITAR - Isu transfer Ramadan Sananta ke Persebaya kembali memanas dan menjadi perbincangan hangat di kalangan pecinta sepak bola Tanah Air. Nama striker muda Timnas Indonesia itu mendadak ramai dikaitkan dengan Green Force, seiring kebutuhan Persebaya Surabaya akan tambahan ujung tombak lokal berkualitas di Super League musim 2025-2026.
Kabar transfer Ramadan Sananta ke Persebaya langsung memicu antusiasme suporter. Striker berusia 23 tahun tersebut dinilai memiliki profil yang pas untuk memperkuat lini depan Bajul Ijo. Di tengah persaingan papan atas Super League yang kian ketat, Persebaya disebut ingin memastikan skuadnya tampil dalam kondisi full power hingga akhir musim.
Saat ini, Ramadan Sananta tercatat sebagai pemain klub Malaysia, PM FC. Meski berstatus pemain muda, pengalamannya di level internasional bersama Timnas Indonesia membuat namanya memiliki daya tarik tinggi. Bersama PM FC, Sananta mencatatkan dua gol dan satu assist dari total 15 pertandingan yang telah dijalani.
Persebaya Butuh Striker Lokal Berkualitas
Catatan statistik Ramadan Sananta memang tidak terbilang meledak. Namun kontribusinya dinilai stabil dan konsisten. Persebaya sendiri tengah aktif memantau sejumlah opsi striker lokal, menyusul slot pemain asing yang sudah terisi penuh. Kondisi ini membuat pemain lokal berkualitas menjadi pilihan paling realistis dan strategis.
Dalam konteks inilah, transfer Ramadan Sananta ke Persebaya dianggap relevan. Sananta memiliki usia ideal, fisik kuat, mobilitas tinggi, serta pengalaman tampil di pertandingan dengan tekanan besar. Karakter tersebut dinilai sesuai dengan kebutuhan Persebaya yang menginginkan lini depan agresif namun tetap disiplin secara taktik.
Selain itu, kehadiran striker lokal tajam juga memberikan keuntungan tersendiri dalam regulasi kompetisi. Persebaya bisa lebih fleksibel mengatur komposisi pemain asing tanpa harus mengorbankan ketajaman di sektor depan.
Dua Skenario Transfer Ramadan Sananta
Terkait potensi kepindahan Sananta, berkembang dua skenario utama. Skenario pertama, Sananta bisa didatangkan pada paruh musim Super League 2025-2026. Skenario kedua, transfer baru terealisasi pada awal musim 2026-2027.
Kontrak Ramadan Sananta bersama PM FC diketahui akan berakhir pada 30 Juni 2026. Situasi ini membuka ruang negosiasi yang cukup fleksibel bagi Persebaya Surabaya. Jika manajemen Green Force mampu menemukan formula yang tepat, peluang mendatangkan Sananta lebih cepat bukan hal mustahil.
Namun demikian, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pihak klub maupun sang pemain. Seluruh perkembangan masih berada pada tahap rumor dan pemantauan.
Baca Juga: Di 1 Abad NU, Wasekjen PP GP Ansor asal Blitar Ini Berharap Pengurus di Tingkat Daerah Tetap Kompak
Dampak Besar bagi Kedalaman Skuad Green Force
Apabila transfer Ramadan Sananta ke Persebaya benar-benar terwujud, dampaknya diyakini cukup signifikan. Persebaya bakal memiliki kedalaman skuad yang lebih solid, khususnya di lini serang. Rotasi pemain bisa berjalan lebih optimal tanpa mengurangi kualitas permainan di lapangan.
Kehadiran Sananta juga memberi opsi taktis tambahan bagi pelatih Bernardo Tavares. Pelatih asal Portugal tersebut bisa lebih variatif dalam meramu strategi serangan, baik saat menghadapi tim bertahan rapat maupun ketika membutuhkan permainan transisi cepat.
Dari sisi pemain, bergabung dengan Persebaya disebut sebagai peluang besar dalam perjalanan karier Sananta. Atmosfer kompetitif Super League, tekanan pertandingan di papan atas, serta dukungan masif dari Bonek dan Bonita menjadi nilai tambah yang sulit diabaikan.
Antusiasme Suporter dan Penantian Kepastian
Meski masih sebatas rumor, isu transfer Ramadan Sananta ke Persebaya terlanjur menyulut ekspektasi tinggi di kalangan publik Surabaya. Suporter menilai kehadiran striker muda Timnas Indonesia itu bisa menjadi pembeda dalam perburuan prestasi musim ini.
Hingga kini, manajemen Persebaya belum memberikan klarifikasi resmi terkait rumor tersebut. Publik masih menanti kepastian, apakah transfer yang disebut-sebut sebagai “transfer gila” ini benar-benar akan terwujud dalam waktu dekat atau harus menunggu musim depan.
Yang jelas, nama Ramadan Sananta sudah terlanjur menjadi pusat perhatian. Setiap perkembangan kecil terkait masa depannya dipastikan akan terus dikawal oleh suporter dan pengamat sepak bola nasional. (*)
Editor : Vicky Hernanda