BLITAR – Persib Bandung kembali menegaskan statusnya sebagai salah satu klub paling ambisius di Liga Indonesia. Bukan hanya dominan di papan atas klasemen, Maung Bandung juga terus mencuri perhatian lewat dinamika skuad, sentuhan pelatih Bojan Hodak, hingga isu transfer bernilai fantastis yang berpotensi memecahkan rekor. Nama Persib Bandung pun kian lekat dengan citra klub besar yang dikelola secara serius dan modern.
Sorotan terbaru datang dari pengakuan bek muda Dion Marx. Pemain naturalisasi itu mengaku bersyukur bisa bergabung dengan Persib Bandung dan berada di bawah asuhan Bojan Hodak. Menurut Dion, pengalaman dilatih pelatih bermental juara menjadi pembeda utama yang belum tentu bisa didapatkan di klub lain.
Selain itu, Persib Bandung juga dikaitkan dengan rumor transfer besar, mulai dari ketertarikan terhadap Ragnar Oratmangoen hingga kemungkinan memboyong winger Borneo FC, Mariano Peralta, dengan nilai transfer menembus Rp10 miliar. Dinamika ini semakin menegaskan bahwa Persib Bandung bukan sekadar peserta kompetisi, melainkan penentu arah persaingan Liga Indonesia.
Dion Marx dan Sentuhan Bojan Hodak
Dion Marx menyebut Bojan Hodak sebagai pelatih yang sangat detail dan memahami kebutuhan pemain bertahan. Dalam sesi wawancara di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Dion mengungkapkan bahwa disiplin taktis dan komunikasi intens menjadi kunci metode kepelatihan Hodak.
Menurut Dion, Hodak tahu kapan harus menekan pemain dan kapan memberi ruang untuk berkembang. Filosofi compact defense yang diterapkan dinilai sangat cocok dengan karakter permainannya. Tak heran jika banyak pengamat menilai sinergi Dion Marx dan Bojan Hodak berpotensi menjadi fondasi kuat pertahanan Persib Bandung dalam jangka panjang.
Persaingan Sehat di Lini Tengah
Persib Bandung juga memiliki kedalaman skuad yang mumpuni di lini tengah. Kembalinya Dedi Kusnandar menambah kualitas sekaligus pengalaman. Dedi, yang akrab disapa Dado, menegaskan bahwa persaingan internal justru menjadi kekuatan tim.
Ia menyebut kehadiran pemain baru dan pemain diaspora sebagai hal wajar dalam klub besar. Baginya, atmosfer kompetitif membuat setiap pemain terdorong meningkatkan performa. Bojan Hodak pun dikenal objektif, memberikan menit bermain berdasarkan performa, bukan nama besar.
Ragnar Oratmangoen Masuk Radar
Bursa transfer paruh musim semakin panas dengan mencuatnya nama Ragnar Oratmangoen. Pemain timnas Indonesia itu saat ini membela FC Dender di Belgia, namun minim menit bermain. Hingga Februari 2026, Ragnar baru mencatatkan 10 penampilan dengan total 226 menit bermain.
Situasi tersebut memunculkan spekulasi bahwa Ragnar membutuhkan klub baru demi menjaga performa dan peluangnya di timnas. Persib Bandung dinilai sebagai destinasi ideal berkat proyek kompetitif, basis suporter besar, dan gaya bermain Bojan Hodak yang fleksibel.
Kontrak Ragnar bersama FC Dender akan berakhir pada 30 Juni 2026. Hal ini membuka dua opsi bagi Persib Bandung, menebus kontraknya lebih cepat atau menunggu skema bebas transfer. Namun, kondisi cedera lutut Ragnar menjadi perhatian serius manajemen sebelum mengambil keputusan final.
Saga Transfer Rp10 Miliar Mariano Peralta
Nama lain yang mencuri perhatian adalah Mariano Peralta. Winger Borneo FC Samarinda itu dikabarkan siap dilepas dengan nilai transfer mencapai Rp10,43 miliar. Angka tersebut berpotensi memecahkan rekor transfer domestik antar klub di Liga Indonesia.
Performa Peralta memang sedang berada di puncak. Ia mencatatkan 10 gol dan 8 assist pada paruh musim ini. Persib Bandung disebut sebagai salah satu kandidat terkuat yang mampu menebus nilai tersebut, seiring kebutuhan akan pemain pembeda di lini serang.
Jika transfer ini terwujud, bukan hanya soal kekuatan tim, tetapi juga sinyal bahwa standar finansial Liga Indonesia terus meningkat.
Alasan Livin Kurzawa Pilih Persib Bandung
Sementara itu, Livin Kurzawa mengungkap alasan di balik keputusannya hijrah ke Persib Bandung. Mantan pemain PSG dan timnas Prancis itu menegaskan bahwa pilihannya bukan semata soal finansial.
Kurzawa mengaku terkesan dengan militansi Bobotoh dan visi besar klub di level Asia. Ia datang ke Bandung dengan misi meraih trofi, bukan sekadar menutup karier. Kehadirannya dinilai akan meningkatkan standar kualitas liga sekaligus memperkuat ambisi Persib Bandung di kompetisi Asia.
Dengan kombinasi pelatih bermental juara, pemain muda potensial, hingga manuver transfer bernilai besar, Persib Bandung kembali menunjukkan bahwa persaingan menuju gelar juara musim ini tak hanya terjadi di atas lapangan, tetapi juga di balik layar bursa transfer. (*)
Editor : Vicky Hernanda