BLITAR– Gemuruh bursa transfer putaran kedua BRI Super League 2026 mencapai puncaknya setelah nama bintang naturalisasi Timnas Indonesia, Ragnar Oratmangun, mencuat sebagai komoditas paling panas. Pemain yang saat ini membela klub kasta tertinggi Belgia, FC Dender, dikabarkan telah mengambil keputusan besar untuk tolak Persija demi Persib Bandung. Kabar ini sontak membuat jagat media sosial meledak, mengingat Persija Jakarta dan Persebaya Surabaya sebelumnya disebut-sebut sebagai kandidat kuat pelabuhan baru pemain berjuluk "Wak Haji" tersebut.
Kontrak Ragnar bersama FC Dender sendiri dijadwalkan berakhir pada Juni 2026. Namun, ketiadaan pembicaraan perpanjangan kontrak hingga saat ini membuka celah lebar bagi klub-klub Indonesia untuk menggoda pemain sayap lincah tersebut. Di tengah persaingan ketat, Persib Bandung muncul sebagai opsi paling realistis sekaligus paling ambisius bagi masa depan karier Ragnar di tanah air.
Baca Juga: Persib Bandung Kena Tikung! Persik Kediri Resmi Dapatkan Tanda Tangan Adrian Luna di Bursa Transfer
Siasat Manajemen: Pemain Lokal Kualitas Eropa
Keputusan Ragnar Oratmangoen untuk lebih condong ke Kota Kembang bukan tanpa alasan teknis yang kuat. Saat ini, Persib Bandung di bawah komando Bojan Hodak menghadapi situasi pelik terkait regulasi pemain. Dengan kuota 11 pemain asing yang sudah terisi penuh, ruang bagi manajemen untuk mendatangkan legiun impor baru sudah tertutup rapat. Di sinilah nama Ragnar menjadi kepingan puzzle yang sangat berharga.
Sebagai pemain naturalisasi, Ragnar memegang status sebagai pemain lokal dalam regulasi liga. Hal ini memungkinkan Maung Bandung untuk menambah daya gedor tanpa harus memutus kontrak pemain asing yang sudah ada atau melanggar aturan kuota. Strategi ini dinilai jauh lebih efektif dibandingkan rival mereka, Persija Jakarta, yang saat ini sebenarnya sudah memiliki stok melimpah di posisi gelandang serang melalui sosok Ryo Matsumura dan Rayhan Hannan.
Bagi Persebaya Surabaya, kebutuhan akan sosok penyerang memang mendesak setelah mereka mendepak beberapa nama asing seperti Dean Tubas. Namun, daya tarik Persib yang sedang membangun skuad "Los Galacticos" tampaknya lebih memikat hati Ragnar untuk menolak tawaran dari tim-tim lain tersebut.
Menambal Lubang yang Ditinggalkan William Marcilio
Secara taktikal, kehadiran Ragnar Oratmangun diproyeksikan untuk mengisi kekosongan setelah Bojan Hodak memutuskan untuk mencoret William Marcilio pada putaran kedua ini. Ragnar adalah pemain bertipe modern yang sangat fleksibel. Ia fasih bermain sebagai pemain nomor 9 (striker tunggal), nomor 10 (playmaker), hingga menyisir dari sisi sayap kiri maupun kanan.
"Ragnar bisa menjadi solusi. Dia bisa bermain di berbagai posisi dan statusnya sebagai pemain diaspora tidak akan mengurangi slot asing yang ada," ungkap Roni Anwari, salah satu pengamat sekaligus Bobotoh dalam kanal YouTube pribadinya. Fleksibilitas ini sangat krusial bagi Bojan Hodak yang kerap mengeluhkan kurangnya opsi kreatif saat lini depan Persib mengalami kebuntuan atau badai cedera.
Meskipun Bojan Hodak sempat menyatakan secara diplomatis bahwa dirinya cukup puas dengan skuad yang ada, jendela pendaftaran pemain yang masih terbuka hingga 6 Oktober 2026 memberikan ruang manuver yang luas bagi manajemen. Sinyal kedatangan Ragnar semakin menguat setelah Deputi CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Aditya Putra Herawan, sempat mengeluarkan pernyataan penuh teka-teki bahwa pemain yang selama ini digosipkan bisa saja menjadi rekrutan yang datang tepat pada waktunya.
Menanti "Wak Haji" di Bandung
Dengan segala kelebihan teknis dan kemudahan regulasi yang ada, kepindahan Ragnar Oratmangoen ke Persib Bandung kini hanya tinggal menunggu hitam di atas putih. Penolakan terhadap Persija Jakarta menjadi bukti bahwa ambisi Ragnar selaras dengan visi Persib untuk mendominasi kompetisi domestik sekaligus berprestasi di level Asia.
Kini, bola panas ada di tangan manajemen PT PBB. Jika mereka berhasil meresmikan kesepakatan ini sebelum deadline pendaftaran, maka duet Ragnar bersama barisan bintang Timnas lainnya di Persib akan menjadi momok menakutkan bagi setiap lini pertahanan di BRI Super League. Bobotoh kini tinggal menghitung hari untuk melihat sang "Wak Haji" mengenakan jersey biru kebanggaan di Stadion Gelora Bandung Lautan Api. (*)
Editor : Oksania Difa Ilmada