Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Persija Jakarta Kalah dari Arema FC di GBK: Gol Gustavo Almeida Dianulir VAR, Pemain Baru Macan Kemayoran Kena Semprot Mauricio Souza!

Vicky Hernanda • Selasa, 10 Februari 2026 | 11:45 WIB
Persija Jakarta kalah dari Arema FC 0-2 di GBK! Gol Gustavo dianulir VAR, Gabriel Silva cetak brace. Mauricio Souza beri peringatan keras pemain baru!
Persija Jakarta kalah dari Arema FC 0-2 di GBK! Gol Gustavo dianulir VAR, Gabriel Silva cetak brace. Mauricio Souza beri peringatan keras pemain baru!

BLITAR – Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) yang biasanya menjadi angker bagi tim tamu, kali ini justru membawa duka bagi tuan rumah. Dalam laga pekan ke-20 Super League 2025/2026 yang digelar Minggu (8/2), Persija Jakarta kalah dari Arema FC dengan skor akhir 0-2. Kekalahan ini terasa sangat menyesakkan karena terjadi di hadapan pendukung sendiri dan diwarnai dengan drama keputusan Video Assistant Referee (VAR).

Sejak peluit pertama dibunyikan, tensi tinggi sudah terasa. Menariknya, dua pemain label Timnas Indonesia yang baru saja didatangkan Persija, Shayne Pattynama dan Mauro Zijlstra, tidak diturunkan sebagai starter. Pelatih Mauricio Souza justru lebih memilih memainkan para pemain yang sebelumnya sempat dipinjamkan ke Arema, seperti Hansamu Yama dan Ilham Rio Fahmi. Sepanjang 45 menit babak pertama, Macan Kemayoran sebenarnya mendominasi serangan, namun pertahanan Singo Edan yang dikomandoi kiper Muhammad Adi Satrio tampil luar biasa tangguh.

Drama VAR dan Kegemilangan Gabriel Silva

Memasuki babak kedua, serangan Persija Jakarta semakin agresif. Penonton di GBK sempat bergemuruh pada menit ke-79 ketika Gustavo Almeida berhasil menggetarkan jala gawang Arema FC memanfaatkan bola muntah. Namun, euforia itu tidak bertahan lama. Wasit Thariq Alkatiri mendapatkan peringatan dari ruang VAR. Setelah meninjau tayangan ulang, gol tersebut dianulir karena Gustavo terdeteksi berada dalam posisi offside.

Kegagalan gol tersebut seolah meruntuhkan mentalitas pemain Persija. Hanya berselang tiga menit, tepatnya menit ke-82, malapetaka benar-benar datang. Pemain asing Arema FC, Gabriel Silva Costa, melakukan aksi individu spektakuler. Ia membawa bola dari lini tengah, melewati Rizky Ridho, dan melepaskan tembakan akurat yang mengoyak gawang Persija. Saat laga memasuki masa injury time (90+8'), Gabriel kembali mencetak gol keduanya, memastikan Persija Jakarta kalah dari Arema FC dengan skor telak 0-2.

Catatan Buruk di Senayan dan Ancaman Gagal Juara

Hasil ini menjadi catatan merah bagi perjalanan Persija Jakarta musim ini. Pasalnya, sebelum laga ini, Macan Kemayoran selalu mencatatkan rekor kemenangan saat bermain di Senayan. Kekalahan ini membuat peluang Persija untuk mengejar target juara kian menipis karena kehilangan poin krusial di kandang.

Performa lini depan yang tumpul dan kelengahan lini belakang saat transisi menjadi evaluasi besar. Padahal, secara statistik peluang, Persija menciptakan banyak momen emas, namun kiper Adi Satrio melakukan setidaknya tiga penyelamatan krusial yang membuat pemain Persija geleng-geleng kepala karena frustrasi menembus tembok Singo Edan.

Peringatan Keras Mauricio Souza untuk Pemain Baru

Usai pertandingan, pelatih Mauricio Souza tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Dalam konferensi pers, ia memberikan peringatan keras kepada tujuh pemain baru yang baru saja bergabung dengan tim. Souza menegaskan bahwa status "pemain bintang" atau "pemain baru" tidak menjamin mereka langsung masuk ke skuad inti.

"Pemain baru wajib berjuang keras untuk menembus tim inti. Tidak ada jaminan posisi tanpa usaha maksimal di lapangan," tegas Souza. Ia menuntut kerja keras ekstra dari seluruh rekrutan anyar, termasuk Shayne Pattynama dan Mauro Zijlstra, agar bisa memberikan kontribusi nyata di laga-laga selanjutnya. Pelatih asal Brazil tersebut menekankan pentingnya persaingan sehat di dalam tim untuk membangkitkan kembali performa Macan Kemayoran yang sedang terluka.

Kekalahan ini harus segera dilupakan karena jadwal padat Super League sudah menanti. Jika tidak segera bangkit, ambisi Persija untuk merengkuh trofi musim ini bisa benar-benar sirna. Pelajaran berharga dari laga melawan Arema FC adalah bahwa penguasaan bola tidak ada artinya tanpa penyelesaian akhir yang klinis dan pertahanan yang solid terhadap serangan balik cepat. (*)

Editor : Vicky Hernanda
#persija jakarta #Super League 2026 #mauricio souza #Gabriel Silva Costa #Arema FC