Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Drama Panas di GBK! Mauricio Souza Bongkar Biang Kerok Kekalahan Persija Jakarta atas Arema FC hingga Terlibat Adu Jotos di Pinggir Lapangan

Satria Wira Yudha Pratama • Selasa, 10 Februari 2026 | 12:13 WIB
Kekalahan Persija Jakarta atas Arema FC di GBK berakhir ricuh! Mauricio Souza geram kena serangan balik & adu jotos dengan pelatih Arema. Cek faktanya!
Kekalahan Persija Jakarta atas Arema FC di GBK berakhir ricuh! Mauricio Souza geram kena serangan balik & adu jotos dengan pelatih Arema. Cek faktanya!

BLITAR – Atmosfer panas menyelimuti Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) dalam lanjutan pekan ke-20 Super League 2025/2026.

Laga yang seharusnya menjadi pesta bagi publik ibu kota justru berakhir duka. Kekalahan Persija Jakarta atas Arema FC dengan skor telak 0-2 tidak hanya meninggalkan kekecewaan mendalam bagi puluhan ribu suporter, tetapi juga menyisakan drama keributan yang melibatkan pelatih kepala hingga pemain di area teknis pertandingan.

Kekalahan Persija Jakarta atas Arema FC ini terasa sangat menyakitkan mengingat status mereka sebagai tuan rumah yang mendominasi jalannya pertandingan.

Namun, keasyikan menyerang justru menjadi bumerang bagi skuad Macan Kemayoran.

Strategi serangan balik cepat yang diterapkan tim tamu berhasil meluluhlantakkan pertahanan Persija yang tampak rapuh saat transisi negatif. Kondisi ini membuat posisi Persija di klasemen semakin terjepit oleh rival abadi mereka, Persib Bandung.

Pelatih Mauricio Souza secara blak-blakan mengungkapkan faktor utama atau biang kerok di balik hasil minor tersebut.

Menurutnya, kekalahan Persija Jakarta atas Arema FC disebabkan oleh ketidaksiapan lini pertahanan dalam mengantisipasi skema bola panjang lawan.

Meski sempat melakukan perubahan taktik di babak kedua, Dewi Fortuna tampaknya belum berpihak pada tim kebanggaan The Jakmania ini, yang terpaksa harus mengakui keunggulan lawan di menit-menit krusial.

Berbicara dalam sesi konferensi pers usai laga, Mauricio Souza menyoroti perbedaan performa timnya antara babak pertama dan babak kedua.

Ia mengakui bahwa penampilan anak asuhnya pada paruh pertama pertandingan jauh dari harapan dan gagal menjalankan instruksi dengan baik. Namun, ia sempat melihat secercah harapan saat memasuki babak kedua melalui rotasi posisi pemain yang sempat mengontrol jalannya laga.

Souza menjelaskan bahwa ia mencoba melakukan eksperimen dengan menukar posisi Maxwell dan Ala Aidin. Langkah ini terbukti sempat membuat permainan Persija lebih berkembang dan menguasai lini tengah secara penuh.

Namun, petaka datang saat transisi. Ketika para pemain asyik menggempur pertahanan Singo Edan, mereka lupa menutup lubang di lini belakang. Arema FC yang cerdik hanya mengandalkan bola-bola panjang untuk mengeksploitasi kecepatan pemain depan mereka.

Dua gol yang diborong oleh penyerang Arema FC, Gabriel Silva atau Gabi, di penghujung laga menjadi bukti sahih bahwa lini pertahanan Persija belum cukup solid dalam menghadapi serangan balik.

Transisi dari menyerang ke bertahan yang lambat membuat Gabi dengan mudah menceploskan bola ke gawang Persija, sekaligus mengunci kemenangan bagi tim tamu.

Ketegangan tidak hanya terjadi di dalam garis lapangan, tetapi juga merembet ke pinggir lapangan setelah peluit panjang dibunyikan.

Video yang beredar menunjukkan adanya cekcok panas antara Mauricio Souza dengan winger Arema FC asal Brasil, Gabi. Adu argumen ini dipicu oleh tensi tinggi sepanjang pertandingan yang puncaknya terjadi saat perayaan gol kedua tim tamu.

Kondisi semakin tidak terkendali saat pelatih Arema FC, Marcos Santos, mencoba mengintervensi untuk melindungi pemainnya.

Hal ini justru memicu keributan antar-pelatih. Aksi saling dorong antara Mauricio Souza dan Marcos Santos tak terhindarkan di area technical area.

Wasit Thariq Alkatiri yang memimpin laga bertindak tegas dengan menghampiri titik keributan dan menghujani kedua pihak dengan kartu kuning sebagai bentuk hukuman atas perilaku tidak sportif tersebut.

Kekalahan ini berdampak sistemik pada ambisi juara Persija Jakarta musim ini. Saat ini, Macan Kemayoran semakin tertinggal dari pemuncak klasemen sementara, Persib Bandung.

Selisih enam poin menjadi jarak yang cukup lebar di tengah kompetisi yang semakin kompetitif. Persib Bandung yang kini mengemas 47 poin tampak semakin kokoh di puncak, sementara Persija harus bekerja ekstra keras untuk memangkas jarak di sisa pertandingan musim ini.

Manajemen Persija diharapkan segera melakukan evaluasi menyeluruh, terutama terkait disiplin taktik saat menghadapi tim yang mengandalkan serangan balik.

Dukungan lebih dari 50.000 suporter di GBK seharusnya menjadi motivasi tambahan, bukan justru menjadi beban yang membuat pemain tampil gugup di momen-momen menentukan.(*)

Editor : Satria Wira Yudha Pratama
#persija jakarta #Super League 2026 #mauricio souza #gabriel silva #Arema FC