BLITAR - Misi balas dendam yang diusung skuad Pangeran Biru akhirnya terealisasi dengan sempurna. Pertandingan bertajuk big match antara Persib Bandung vs Malut United pada pekan ke-20 BRI Super League 2025 berakhir dengan kemenangan meyakinkan bagi tuan rumah. Bermain di hadapan ribuan Bobotoh yang memadati Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), tim asuhan Bojan Hodak sukses membungkam Laskar Kie Raha dengan skor dua gol tanpa balas.
Kemenangan dalam laga Persib Bandung vs Malut United ini tidak hanya sekadar raihan tiga poin biasa. Bagi Maung Bandung, hasil ini merupakan pembalasan tuntas setelah pada pertemuan putaran pertama lalu mereka harus menyerah 0-2 di tangan Malut United. Kini, situasinya berbalik 180 derajat; dominasi Persib di kandang benar-benar tak terbendung oleh anak asuh Imran Nahumarury yang datang dengan ambisi mencuri poin.
Pertandingan Persib Bandung vs Malut United sejak menit awal menyuguhkan tensi tinggi dan adu taktik yang sengit. Persib yang bertekad mempertahankan rekor sempurna di kandang tampil menekan, namun lini pertahanan Malut United yang digalang Gustavo Franca sempat tampil disiplin. Selama 30 menit babak pertama, nyaris tidak ada peluang berbahaya karena kedua tim bermain sangat hati-hati dalam menjaga area pertahanan masing-masing.
Drama Penalti dan Eksekusi Dingin Tom Haye
Kebuntuan pecah menjelang akhir babak pertama. Sebuah kontak fisik terjadi di area terlarang saat pemain Malut United, Rido Suhada, menjatuhkan Roby Darwis. Wasit asal Jepang yang memimpin jalannya laga tanpa ragu menunjuk titik putih. Tom Haye yang ditunjuk sebagai algojo menunjukkan kelasnya sebagai "Sang Profesor". Dengan ketenangan luar biasa, ia berhasil mengecoh kiper Alan Jose dengan menempatkan bola tepat di tengah gawang. Gol tersebut membuat GBLA bergemuruh dan menutup babak pertama dengan keunggulan 1-0 untuk Persib.
Memasuki babak kedua, Malut United mencoba merespons dengan mengubah skema permainan menjadi lebih menyerang. Mereka memasukkan beberapa tenaga baru untuk membongkar pertahanan Persib yang dikomandoi Nick Kuipers. Namun, Bojan Hodak merespons dengan jenius. Ia memasukkan Sadil Ramdani dan Andrew Jang Berguin untuk menambah daya gedor sekaligus menjaga ritme permainan di lini tengah.
Strategi ini terbukti ampuh. Masuknya Sadil membuat serangan balik Persib menjadi jauh lebih mematikan. Puncaknya terjadi pada menit ke-87, Sadil Ramdani berhasil melakukan aksi individu yang memukau. Ia melewati kiper pengganti Malut United, Angga Saputro, dan menceploskan bola ke gawang yang kosong. Gol tersebut menjadi penentu kemenangan atau kill the game, memastikan laga berakhir dengan skor 2-0.
Dominasi di Puncak Klasemen
Tambahan tiga poin dari laga ini membuat Persib Bandung semakin nyaman di puncak klasemen sementara BRI Super League dengan koleksi 47 poin. Maung Bandung kini memperlebar jarak dengan kompetitor terdekatnya, Borneo FC, menjadi selisih 4 poin, serta unggul 6 poin dari Persija Jakarta. Tren positif ini membuktikan bahwa Persib merupakan kandidat kuat juara musim ini dengan catatan sembilan kemenangan beruntun di laga kandang.
Di sisi lain, kekalahan ini membuat Malut United tertahan di posisi keempat dengan 37 poin. Padahal, mereka datang ke Bandung dengan modal statistik tandang yang cukup impresif. Kehadiran mantan bintang Persib seperti Ciro Alves dan David da Silva di kubu Malut United nyatanya belum cukup untuk meruntuhkan keangkeran Stadion GBLA. Atmosfer Bobotoh dan disiplinnya taktik Bojan Hodak menjadi faktor pembeda yang mencolok malam ini.
Selain hasil pertandingan, laga ini juga mencuri perhatian karena kehadiran pemain anyar Persib, Sergio Castel, yang menyaksikan langsung atmosfer luar biasa di stadion. Di tengah euforia kemenangan, kabar mengejutkan juga datang dari bursa transfer Liga 1, di mana Dewa United dikabarkan resmi menikung Persija Jakarta dalam perburuan tanda tangan Ivar Jenner, menambah bumbu persaingan panas di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. (*)
Editor : Muhammad Adib Falih Rifly