Narasi yang beredar di YouTube dan TikTok bahkan menyeret nama-nama pemain internasional seperti Vanja Bukilic dan Pio Seong-ju. Isu tersebut mengklaim adanya konflik besar yang berujung pada pemutusan kontrak mendadak terhadap sang kapten. Namun, setelah ditelusuri lebih lanjut, kabar pemecatan tersebut dipastikan tidak berdasar dan hanya merupakan konten manipulatif yang menghebohkan jagat voli tanah air.
Manajemen JPE Pastikan Tisya Tetap Kapten
Menanggapi kegaduhan tersebut, manajemen Jakarta Pertamina Enduro memberikan klarifikasi tegas untuk meredam spekulasi. Chef de Mission tim, Werry Prayogi, menegaskan bahwa Tisya Amallya Putri masih menjadi bagian krusial dalam skuad dan terus menjalankan tanggung jawabnya sebagai kapten tim tanpa ada perubahan status kontrak.
"Tisya tetap menjadi bagian dari Jakarta Pertamina Enduro dan menjalankan perannya sebagai kapten tim," ujar Werry dalam pernyataan resmi di Jakarta, Sabtu. Pihak manajemen memastikan bahwa fokus tim saat ini sepenuhnya tertuju pada persiapan fase krusial menuju perebutan gelar juara di babak empat besar, sehingga keharmonisan pemain menjadi prioritas utama.
Baca Juga: Polsek Srengat Blitar Intensif Patroli Malam Cegah Sound Horeg untuk Ronda Sahur
Waspada Teknologi Deepfake dalam Berita Hoaks
Manajemen juga mengungkap fakta mengejutkan di balik video-video viral yang beredar. Konten tersebut diduga kuat menggunakan teknologi deepfake untuk memanipulasi wajah serta suara manajemen, pelatih, hingga pemain. Teknik ini digunakan oknum tidak bertanggung jawab agar seolah-olah pihak klub memberikan pengumuman resmi terkait pemecatan Tisya Amallya Putri.
"Terdapat pula video yang menyunting potongan pernyataan manajemen dari konteks berbeda dan digabungkan dengan narasi suara buatan serta visual pembaca berita agar terlihat seperti laporan media resmi," tambah manajemen. Manipulasi digital ini dinilai sengaja dibuat untuk menciptakan kesan dramatis dan memancing emosi publik, terutama para penggemar fanatik voli Indonesia.
Baca Juga: Jawa Pos Radar Blitar Silaturahmi ke Dispendik Kota Blitar, Siap Kerja Sama Simulasi TKA Siswa
Fokus Tim di Babak Empat Besar
Werry Prayogi sangat menyayangkan tindakan penyebaran informasi palsu yang dapat merugikan stabilitas mental pemain. Menurutnya, serangan hoaks ini muncul di saat tim sedang membutuhkan ketenangan menghadapi laga-laga penentu. Evaluasi teknis memang dilakukan pasca kekalahan, namun bukan dalam bentuk pemecatan pemain apalagi sang kapten tim.
Klarifikasi ini sekaligus menjadi pengingat bagi para penggemar untuk lebih kritis dalam menerima informasi. Manajemen meminta publik untuk memverifikasi setiap kabar melalui kanal resmi klub dan tidak mudah terjebak oleh judul clickbait atau video manipulatif. Dengan penegasan ini, status Tisya Amallya Putri di Jakarta Pertamina Enduro dinyatakan tetap aman dan solid.
Editor : Anggi Septian A.P.