Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Gak Perlu Ngecas! Toyota Mirai Resmi Mengaspal di Indonesia, Mobil Hidrogen Canggih yang Hanya Mengeluarkan Uap Air

Muhammad Adib Falih Rifly • Jumat, 27 Maret 2026 | 15:05 WIB
Intip kecanggihan Toyota Mirai, mobil hidrogen pertama di Indonesia. Tanpa emisi, isi cuma 5 menit bisa tempuh 850 KM. Masa depan otomotif!
Intip kecanggihan Toyota Mirai, mobil hidrogen pertama di Indonesia. Tanpa emisi, isi cuma 5 menit bisa tempuh 850 KM. Masa depan otomotif!

BLITAR – Era kendaraan ramah lingkungan di Indonesia kini memasuki babak baru yang semakin futuristik. Jika selama ini masyarakat lebih akrab dengan mobil listrik berbasis baterai (BEV), kini perhatian dunia otomotif tanah air tertuju pada Toyota Mirai. Kendaraan ini bukan sekadar mobil listrik biasa, melainkan mobil Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV) yang menggunakan teknologi hidrogen murni sebagai sumber energinya.

Kehadiran Toyota Mirai generasi kedua ini menjadi bukti nyata komitmen Toyota dalam menghadirkan visi masa depan. Nama "Mirai" sendiri diambil dari bahasa Jepang yang berarti "Masa Depan". Berbeda dengan mobil konvensional yang menghasilkan gas buang berbahaya, satu-satunya emisi yang dihasilkan oleh mobil ini hanyalah uap air murni. Hal ini menjadikannya salah satu solusi transportasi paling ramah lingkungan yang pernah ada di jalanan Indonesia.

Secara teknis, Toyota Mirai bekerja dengan cara yang sangat unik. Mobil ini membawa tiga tabung penyimpanan hidrogen berkapasitas total 5,6 kilogram. Hidrogen tersebut kemudian direaksikan dengan oksigen di dalam fuel cell stack untuk menghasilkan aliran listrik. Listrik inilah yang kemudian memutar motor penggerak untuk menjalankan roda. Menariknya, meskipun fokus pada efisiensi tinggi, performa mobil ini tidak bisa dipandang sebelah mata dengan torsi mencapai 300 Nm dan tenaga maksimal 174 HP.

Baca Juga: Mobil Bekas 100 Jutaan Terbaik 2026: 7 Pilihan Keluarga Paling Worth It, Bisa Untung Kalau Pintar Rawat!

Sensasi Berkendara Halus Tanpa Suara

Saat tim mencoba melakukan tes akselerasi, sensasi yang dirasakan hampir serupa dengan mobil listrik baterai pada umumnya. Tarikannya spontan namun tetap terasa sangat halus dan kedap suara. Pengalaman berkendara ini memberikan kenyamanan premium tanpa ada getaran mesin sedikitpun. Keunggulan utama yang ditawarkan dibandingkan mobil listrik konvensional adalah waktu pengisian energinya.

Jika mobil listrik baterai membutuhkan waktu berjam-jam untuk pengisian daya penuh, pengisian hidrogen pada mobil ini hanya memerlukan waktu sekitar 3 hingga 5 menit saja. Sekali terisi penuh, mobil ini diklaim mampu menempuh jarak hingga 850 kilometer. Jarak tersebut setara dengan perjalanan dari Jakarta hingga hampir mencapai Pulau Bali. Ini tentu menjadi jawaban bagi mereka yang selama ini khawatir dengan durasi pengisian daya mobil listrik saat melakukan perjalanan jarak jauh.

Salah satu fitur unik yang menjadi perhatian adalah adanya tombol khusus berlabel "H2O". Tombol ini berfungsi untuk mengeluarkan air sisa pembuangan secara manual. Pengemudi bisa memilih untuk membuang air tampungan sebelum masuk ke dalam garasi agar lantai rumah tidak basah. Inovasi kecil namun sangat fungsional ini menunjukkan betapa detailnya rancang bangun kendaraan hidrogen ini.

Baca Juga: Mobil Bekas 150 Jutaan Terbaik 2026: Aura Naik Kelas! Dari Avanza Veloz sampai Sienta, Ini Pilihan Paling Worth It

Menanti Ekosistem Hidrogen di Indonesia

Meskipun teknologinya sudah sangat matang, tantangan besar yang masih dihadapi adalah ketersediaan infrastruktur pengisian hidrogen di Indonesia. Saat ini, harga per kilogram hidrogen di pasaran umum juga belum ditetapkan secara resmi. Jika nantinya harga hidrogen dipatok sekitar Rp100.000 per kilogram, maka untuk mengisi penuh tangki 5,6 kilogram hanya dibutuhkan biaya sekitar Rp560.000 untuk jarak tempuh 850 kilometer.

Angka tersebut dinilai cukup kompetitif jika dibandingkan dengan biaya bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi untuk jarak yang sama. Namun, sebelum unit ini bisa dijual secara massal kepada konsumen di Indonesia, pemerintah dan penyedia energi harus bekerja sama membangun ekosistem stasiun pengisian hidrogen yang memadai.

Desain eksterior kendaraan ini juga tampak sangat elegan dan aerodinamis, jauh meninggalkan kesan kaku pada mobil-mobil generasi sebelumnya. Interiornya pun dibekali dengan berbagai fitur canggih yang memanjakan pengemudi. Dengan segala keunggulannya, kendaraan ini bukan lagi sekadar konsep, melainkan solusi nyata bagi tantangan emisi global.

Baca Juga: Mobil Bekas 80 Jutaan Terbaik 2026: Minim Drama dan Siap Harian, Ini 5 Pilihan Paling Aman Buat Pemula!

Hadirnya teknologi ini diharapkan dapat memicu percepatan transisi energi di sektor transportasi Indonesia. Bagi warga Blitar yang kerap melakukan perjalanan antar kota, teknologi hidrogen seperti yang dibawa oleh pabrikan asal Jepang ini tentu menjadi angin segar yang patut dinantikan realisasinya di pasar komersial. (*)

 

Editor : Muhammad Adib Falih Rifly
#toyota mirai #mobil hidrogen #fcev #mobil ramah lingkungan #otomotif