BLITAR KAWENTAR – Fenomena kuburan mobil Parung kembali menarik perhatian pecinta otomotif setelah sebuah konten YouTube mengungkap lapak spesialis mobil Eropa, khususnya Volvo, dengan harga sparepart yang tergolong sangat murah. Berlokasi di kawasan Parung–Gunung Sindur, Bogor, tempat ini dikenal sebagai pusat “kampakan” mobil bekas yang siap dibongkar untuk diambil komponennya.
Dalam video tersebut, pemilik lapak bernama Topa menjelaskan bahwa area seluas sekitar 2.000 meter persegi ini menampung puluhan unit mobil bekas. Total terdapat sekitar 32 lapak yang mayoritas menjual mobil dalam kondisi kampak atau siap dibongkar.
Keunikan kuburan mobil Parung ini adalah spesialisasi pada mobil Volvo. Berbagai seri seperti S80, S40, hingga 960 tersedia dalam kondisi utuh maupun setengah bongkar. Hal ini menjadikan lokasi tersebut sebagai “surga” bagi pemilik Volvo yang mencari sparepart original dengan harga terjangkau.
Sparepart Volvo Dijual Murah
Di lokasi ini, hampir seluruh komponen mobil bisa dibeli secara terpisah. Mulai dari bagian kecil hingga komponen utama mesin. Misalnya, kap mesin Volvo S80 dibanderol sekitar Rp750 ribu, sementara grill depan dijual Rp500 ribu dan masih bisa dinegosiasikan.
Lampu depan dijual satu set dengan harga sekitar Rp800 ribu, sedangkan kompresor AC dilepas di angka Rp750 ribu. Bahkan, radiator dan shockbreaker juga tersedia dengan kisaran harga mulai Rp800 ribu hingga Rp1,5 juta.
Untuk komponen mesin, penjual biasanya tidak menjual dalam kondisi utuh, melainkan per bagian. Cylinder head misalnya dijual sekitar Rp2 juta, sementara injektor satu set dibanderol Rp600 ribu.
Menariknya, harga-harga tersebut masih bisa ditawar, terutama jika pembeli mengambil lebih dari satu item.
Mobil Utuh Dijual Mulai Rp10 Jutaan
Tak hanya sparepart, beberapa unit mobil juga dijual secara utuh meski dalam kondisi tidak sempurna. Salah satu yang mencuri perhatian adalah Volvo S80 yang ditawarkan mulai Rp10 juta hingga Rp12 juta.
Meski mesin dalam kondisi mati, mobil ini masih memiliki interior lengkap dan beberapa komponen yang layak pakai. Bahkan ada unit lain yang masih bisa dihidupkan, namun tetap dijual dengan sistem “harga gelap” alias harga via negosiasi langsung.
Fenomena ini menunjukkan bahwa mobil Eropa yang dulunya mahal kini bisa dimiliki dengan harga sangat terjangkau, meski tentu membutuhkan biaya tambahan untuk perbaikan.
Tidak Hanya Volvo, Ada Mobil Lain
Meski dikenal sebagai spesialis Volvo, lapak ini juga menyediakan mobil lain seperti Mitsubishi Lancer Evo 3, Suzuki Aerio, Nissan Serena, hingga Mazda 323 Interplay tahun 1997.
Mazda 323 tersebut bahkan ditawarkan hanya Rp4,5 juta meski dalam kondisi tidak lengkap, seperti kehilangan setir. Namun secara keseluruhan, mobil masih dianggap layak untuk dijadikan bahan restorasi atau donor sparepart.
Selain itu, terdapat pula mobil kecil seperti Chery QQ yang sudah dipreteli namun masih menyisakan banyak komponen seperti dashboard, pintu, hingga jok.
Sistem Kampak Lebih Menguntungkan
Menurut pemilik lapak, menjual mobil dalam kondisi utuh sering kali tidak menguntungkan karena biaya perbaikan terlalu tinggi. Oleh karena itu, sistem kampak atau pembongkaran menjadi pilihan utama.
Dengan cara ini, satu mobil bisa menghasilkan keuntungan lebih besar karena setiap komponennya dijual terpisah. Selain itu, permintaan sparepart bekas original juga cukup tinggi di pasaran.
Menariknya, antar pedagang di lokasi tersebut juga saling bekerja sama. Jika satu lapak tidak memiliki barang yang dicari, mereka akan membantu mencarikan di lapak lain.
Surga Pecinta Mobil Lawas
Keberadaan kuburan mobil Parung ini menjadi alternatif menarik bagi pecinta mobil lawas maupun bengkel yang membutuhkan sparepart dengan harga terjangkau. Ketersediaan komponen original menjadi nilai tambah dibandingkan membeli barang aftermarket.
Namun, pembeli tetap disarankan untuk teliti dalam memilih barang. Kondisi sparepart harus diperiksa dengan baik agar sesuai kebutuhan dan tidak menimbulkan kerugian.
Dengan harga mulai ratusan ribu hingga belasan juta rupiah, kuburan mobil ini membuktikan bahwa dunia otomotif bekas masih menyimpan banyak peluang, baik untuk hobi maupun bisnis.
Editor : Edo Trianto