BLITAR – Memasuki tahun 2026, memiliki kendaraan pribadi yang tidak merepotkan kantong menjadi prioritas utama bagi banyak keluarga di Indonesia. Membeli mobil bekas seringkali dianggap sebagai langkah spekulatif atau "perjudian", terutama jika anggaran yang disiapkan berada di bawah angka Rp 100 juta. Namun, dengan pemilihan unit yang tepat, Anda sebenarnya bisa mendapatkan kendaraan yang bebas penyakit, minim biaya perbaikan, dan memiliki efisiensi bahan bakar yang jempolan.
Redaksi Jawa Pos merangkum daftar kendaraan yang dikenal "anti-badai" dan sangat ramah bagi kantong pemiliknya. Kriteria utama dalam daftar ini adalah kemudahan akses suku cadang, mesin yang tangguh meski berusia tua, serta konsumsi bahan bakar yang tetap bersaing di tengah kenaikan harga energi saat ini. Berikut adalah pilihan mobil bekas murah perawatan ringan yang layak masuk dalam radar buruan Anda.
Duet Maut Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia: Simbol Ketangguhan
Tidak mungkin membahas mobil bekas yang minim masalah tanpa menyebut Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia. Untuk budget di bawah Rp 100 juta, Avanza generasi 2005 hingga 2014 masih menjadi primadona. Avanza tipe G generasi awal kini dibanderol di bawah Rp 60 juta, sementara versi tahun 2012-2014 berada di kisaran Rp 90 hingga Rp 100 jutaan. Keunggulan mutlak mobil ini adalah ketersediaan suku cadang yang melimpah ruah, mulai dari kualitas original hingga berbagai pilihan aftermarket.
Meski suspensinya dikenal cukup keras dan fitur interiornya minimalis, mesin Avanza dan Xenia jarang sekali mengalami kerusakan bawaan kecuali karena faktor usia pemakaian. Bagi keluarga yang mencari efisiensi maksimal tanpa mau pusing soal pemeliharaan, "Mobil Sejuta Umat" ini tetap menjadi pilihan paling aman di pasar otomotif tanah air.
Suzuki Ertiga: Solusi Kenyamanan di Kelas MPV
Bagi Anda yang merasa Avanza-Xenia terlalu "mainstream" atau kurang nyaman, Suzuki Ertiga lansiran 2012-2014 adalah pelarian yang sangat tepat. Dengan harga pasaran Rp 90-100 jutaan, Ertiga menawarkan kabin tujuh penumpang yang jauh lebih premium dan senyap. Mesin 1.4L miliknya dikenal halus, irit, dan memiliki daya tahan yang tidak kalah bandel. Suspensi Ertiga juga jauh lebih empuk, meski pemilik harus menerima konsekuensi nilai jual kembali (resale value) yang tidak sekuat kompetitor utamanya.
Toyota Rush dan Daihatsu Terios: SUV Tangguh Siap Nanjak
Jika Anda sering melewati medan jalan yang tidak rata atau gemar melakukan perjalanan ke daerah pegunungan, Toyota Rush dan Daihatsu Terios "Konde" produksi tahun 2007 ke atas bisa diandalkan. Mengandalkan sistem penggerak roda belakang (RWD) dan ground clearance tinggi, SUV ini dikenal sebagai "gerobak tangguh". Saking sederhananya teknologi mesin yang digunakan, banyak mekanik mengklaim perawatannya sangat mudah bahkan bagi pemula sekalipun.
Baca Juga: Rekomendasi Hatchback Murah di Bawah Rp100 Juta 2026: Irit, Nyaman, dan Cocok Buat Harian!
Pilihan Hatchback dan City Car: Jazz, Yaris, hingga LCGC
Bagi anak muda atau pasangan baru yang mencari mobil bekas murah perawatan ringan dengan dimensi lebih kompak, Honda Jazz GD3 (Rp 60-80 juta) dan Toyota Yaris "Bapau" (2006-2012) adalah opsinya. Yaris Bapau khususnya, menggunakan mesin 1.5L yang sangat tangguh dengan penanganan (handling) yang lincah untuk membelah kemacetan kota.
Sementara bagi pemburu efisiensi BBM maksimal, duo LCGC Toyota Agya dan Daihatsu Ayla (2013-2016) kini sudah sangat terjangkau. Agya tipe E tahun 2014 bahkan ada yang dijual di angka Rp 65 jutaan. Dengan konsumsi BBM mencapai 18 km/liter di jalan tol, mobil ini sangat cocok sebagai kendaraan pertama. Selain itu, Suzuki Karimun Wagon R juga menjadi opsi cerdas bagi Anda yang menyukai desain unik dengan perawatan yang nyaris nol kendala.
Membeli mobil bekas di bawah Rp 100 juta bukan berarti harus siap dengan "penyakit" mesin. Kuncinya adalah memilih model yang memiliki silsilah perawatan mudah dan rekam jejak durabilitas yang sudah terbukti puluhan tahun di aspal Indonesia. (*)
Editor : Oksania Difa Ilmada