JAKARTA - Bagi masyarakat Indonesia yang sedang mencari mobil pertama dengan anggaran terbatas, segmen city car dan Low Cost Green Car (LCGC) selalu menjadi pilihan utama. Baru-baru ini, persaingan sengit antara Suzuki S-Presso dan Toyota Agya kembali mencuat. Kedua mobil ini kerap dibandingkan karena memiliki rentang harga yang mirip di pasar mobil bekas, yakni di kisaran Rp110 jutaan. Lantas, di antara keduanya, mana yang lebih worth it untuk dipinang?
Dalam sebuah ulasan otomotif mendalam, Suzuki S-Presso 2024 dan Toyota Agya 2022 dibandingkan untuk melihat nilai keunggulan masing-masing. Dari segi fitur, Suzuki S-Presso memberikan kejutan dengan kelengkapan yang lebih unggul dibandingkan rivalnya. S-Presso sudah dilengkapi dengan head unit touchscreen yang mendukung Apple CarPlay dan Android Auto, voice command, hingga fitur keselamatan seperti hill hold control yang sangat membantu saat melewati tanjakan.
Sebaliknya, Toyota Agya unggul dalam hal kenyamanan berkendara dan handling. Agya menawarkan suspensi yang terasa lebih empuk dibandingkan S-Presso yang memiliki karakter suspensi sedikit lebih keras. Dengan desain yang lebih lebar, Agya juga memberikan ruang kabin dan kapasitas bagasi yang sedikit lebih luas, menjadikannya lebih mengakomodir jika harus membawa penumpang atau barang bawaan ekstra.
Performa Mesin dan Efisiensi Bahan Bakar
Perbedaan mencolok juga terlihat pada sektor dapur pacu. Suzuki S-Presso 2024 mengandalkan mesin K10C 1.000 cc 3-silinder dengan teknologi dual jet yang fokus pada efisiensi maksimal. Konsumsi bahan bakarnya tergolong luar biasa, bahkan mampu menandingi mobil hybrid dengan catatan efisiensi mencapai 23,1 km/liter. Mobil ini sangat cocok bagi mereka yang mengutamakan penghematan pengeluaran bulanan untuk bensin.
Di sisi lain, Toyota Agya 2022 dibekali mesin 1.200 cc 4-silinder yang dikenal lebih bertenaga. Meskipun konsumsi bahan bakarnya tidak seirit S-Presso, Agya menawarkan performa yang lebih stabil dan responsif untuk penggunaan harian. Pilihan antara keduanya bergantung pada prioritas pengguna: apakah mengutamakan efisiensi bahan bakar yang ekstrem atau performa mesin yang sedikit lebih bertenaga.
Biaya Perawatan dan Nilai Jual
Selain performa, faktor perawatan menjadi pertimbangan krusial bagi pembeli mobil pertama. Meski Suzuki S-Presso berstatus mobil impor utuh (Completely Built Up) dari India, biaya perawatannya ternyata cukup kompetitif. Total biaya servis berkala dari 0 hingga 100.000 km S-Presso tercatat lebih terjangkau dibandingkan Agya, yang selisihnya bisa mencapai angka jutaan rupiah.
Secara desain, keduanya memiliki karakter yang berbeda. Agya dengan desain yang lebih sporty dan aerodinamis cenderung lebih mudah diterima oleh selera masyarakat luas. Sementara itu, S-Presso dengan bentuk unik ala SUV mungil kerap membelah opini publik; ada yang sangat menyukainya, namun tidak sedikit pula yang menganggap desainnya tidak konvensional.
Pada akhirnya, keputusan untuk memilih antara Suzuki S-Presso atau Toyota Agya kembali pada preferensi pribadi. Jika Anda mencari mobil tahun lebih muda dengan fitur berlimpah, efisiensi tinggi, dan biaya perawatan murah, S-Presso menjadi pilihan rasional. Namun, jika Anda lebih mengutamakan kenyamanan suspensi, kapasitas ruang yang lebih lega, serta desain yang lebih mainstream, Toyota Agya tetap menjadi primadona yang tak lekang oleh waktu.
Editor : Natasha Eka Safrina