BLITAR KAWENTAR- Proses produksi motor listrik Alesa akhirnya terungkap secara langsung melalui kunjungan ke pabrik perakitannya. Dalam video yang beredar, terlihat bagaimana setiap unit motor listrik Alesa dirakit secara bertahap mulai dari pemasangan rangka, sistem kelistrikan, hingga tahap uji jalan sebelum dikirim ke konsumen.
Sejak awal proses, motor listrik Alesa sudah melewati berbagai tahapan teknis yang cukup detail. Mulai dari pemasangan bearing setir menggunakan mesin press, pemasangan frame utama, hingga marking nomor seri yang nantinya tercatat di STNK kendaraan. Proses ini menunjukkan bahwa setiap unit memiliki identitas produksi yang terstruktur.
Video tersebut juga memperlihatkan bagaimana komponen baterai, kabel fase, hingga controller BLDC dipasang secara sistematis. Pada tahap ini, motor listrik Alesa mulai terlihat bentuk utuhnya sebagai kendaraan listrik modern yang siap digunakan.
Proses Rakit Motor Listrik Alesa: Dari Nol Hingga Siap Jalan
Tahapan perakitan dimulai dari pemasangan komponen utama seperti fork, swing arm, shock breaker, hingga roda dengan ban tubeless. Setiap bagian dipasang menggunakan alat khusus untuk memastikan presisi dan keamanan.
Setelah rangka utama selesai, teknisi melanjutkan ke pemasangan handle bar yang sudah dilengkapi throttle, saklar lampu, sein, hingga klakson. Semua sistem ini kemudian dihubungkan ke controller BLDC yang menjadi pusat kendali motor.
Pada tahap ini, motor listrik Alesa juga mulai dilakukan penyambungan kabel fase ke controller dan sistem kelistrikan utama yang terhubung ke dashboard digital.
Sistem Baterai dan Teknologi Kelistrikan
Bagian penting lain dalam produksi motor listrik Alesa adalah sistem baterai lithium yang dilengkapi BMS (Battery Management System) dan GPS pada sistem swap battery. Teknologi ini memungkinkan pemantauan kondisi baterai secara real-time.
Selain itu, tersedia juga charging station khusus dengan kapasitas charger sekitar 5 Ampere. Saat proses pengecekan, indikator menunjukkan tegangan sekitar 80 volt dengan status pengisian mencapai lebih dari 60 persen.
Sistem ini memastikan bahwa motor listrik Alesa dapat digunakan secara efisien, baik untuk home charging maupun sistem tukar baterai di masa depan.
Tahap Final: QC dan Uji Jalan
Setelah seluruh komponen terpasang, motor masuk ke tahap Quality Control (QC). Di tahap ini dilakukan pengecekan menyeluruh mulai dari lampu depan, sein, dashboard, hingga respons throttle.
Jika semua sistem berfungsi normal, motor listrik Alesa kemudian diuji langsung di jalan untuk memastikan performa dan keamanan. Dari hasil pengujian, motor dinyatakan siap dikirim ke konsumen, termasuk pesanan khusus dari luar negeri seperti Singapura.
Kesimpulan
Proses perakitan motor listrik Alesa menunjukkan bahwa industri kendaraan listrik di Indonesia mulai berkembang dengan sistem produksi yang lebih terstruktur. Dengan tingkat komponen lokal yang disebut mencapai sekitar 48 persen, Alesa berupaya meningkatkan kemandirian produksi dalam negeri.
Selain itu, penggunaan teknologi seperti BLDC controller, baterai lithium, hingga sistem GPS pada baterai menunjukkan bahwa motor listrik Alesa tidak hanya fokus pada desain, tetapi juga pada efisiensi dan teknologi.
Baca Juga: VinFast E-Scooter Siap Masuk Indonesia? Evo, Velis, dan Viper Bikin Heboh, Desainnya Beda Banget!
Editor : Cholifatun Nisak