BLITAR KAWENTAR - Tren hiburan digital berdurasi mikro kini tengah menjamur di kalangan Gen Z. Menjamurnya format video vertikal instan 1 hingga 5 menit menuntut para kreator konten lokal untuk memutar otak agar pesan tetap tersampaikan tanpa membuat audiens bosan.
Sindy Sasela, kreator konten warga Kecamatan Selorejo yang telah 7 tahun berkecimpung di dunia digital, menilai bahwa durasi video sebenarnya bukan hambatan utama.
Baca Juga: 29 ASN Pemkot Blitar Ikut Penjaringan Kepala OPD di Jatim, Satu Kandidat Harus Terdepak
Menurutnya, panjang atau pendeknya durasi sebuah konten sangat bergantung pada materi yang ingin disampaikan.
”Kalau materi simpel, ya diperingkas. Idealnya memang maksimal 1 menit biar tidak membosankan, seperti mempromosikan jasa ekspedisi. Tapi kalau kuliner, butuh durasi lebih untuk info lokasi, menu, dan harga," ujar perempuan 26 tahun ini.
Bagi Sindy, tantangan terbesar bagi kreator saat ini adalah bagaimana membuat audiens berhenti scrolling. Di tengah ketatnya persaingan digital, pelaku usaha kini wajib melek media sosial.
Baca Juga: Jasad Santri Hanyut di Pantai Pangi Blitar Ditemukan Meninggal Dunia, Tim SAR Resmi Tutup Pencarian
Kreator dituntut memiliki ciri khas, menjaga kualitas visual agar tidak kabur, serta mahir menerapkan prinsip amati, tiru, dan modifikasi (ATM).
Pada akhirnya, durasi tidak membatasi kreativitas. Kunci utama keberhasilan konten mikro berada pada kecerdasan mengemas informasi yang monoton menjadi sajian yang adiktif. “Durasi bukan batasan. Tantangan kreator hari ini adalah bagaimana mengemas informasi agar audiens mau berhenti scrolling,” tandasnya.(mg1/c1/sub)
Editor : M. Subchan Abdullah