BLITAR KAWENTAR – Jenis minuman beralkohol di dunia sangat beragam, mulai dari wine, whisky, vodka, tequila, sake, hingga soju. Setiap minuman memiliki sejarah, bahan baku, proses pembuatan, kadar alkohol, hingga budaya konsumsi yang berbeda-beda di berbagai negara.
Perbedaan jenis minuman beralkohol di dunia tidak hanya terletak pada cita rasanya, tetapi juga berasal dari bahan fermentasi, teknik penyulingan, serta daerah asal yang menjadi identitas masing-masing produk. Beberapa di antaranya bahkan telah menjadi bagian dari tradisi dan budaya masyarakat selama ratusan hingga ribuan tahun.
Selain digunakan sebagai minuman, sejumlah jenis minuman beralkohol di dunia juga memiliki nilai sejarah, budaya, bahkan pernah dimanfaatkan untuk keperluan pengobatan. Berikut rangkuman berbagai jenis minuman beralkohol beserta asal-usul dan karakteristiknya.
Arak hingga Bir, Minuman Tertua di Dunia
Arak merupakan minuman hasil penyulingan yang populer di kawasan Timur Tengah seperti Lebanon, Suriah, Irak, Palestina, Yordania, hingga Israel. Minuman ini umumnya dibuat dari anggur dan memiliki kadar alkohol sekitar 40–63 persen.
Sementara itu, bir menjadi salah satu minuman beralkohol tertua yang diketahui manusia. Sejarahnya diperkirakan telah dimulai sekitar 7.000 tahun lalu di wilayah Mesopotamia dan Iran. Bir dibuat melalui fermentasi biji-bijian seperti barley atau gandum dengan kadar alkohol sekitar 4–6 persen.
Seiring perkembangan teknologi, proses pembuatan bir semakin modern setelah ilmuwan asal Prancis, Louis Pasteur, memperkenalkan penggunaan ragi murni pada abad ke-19.
Brandy, Champagne, dan Cognac
Brandy merupakan minuman hasil penyulingan anggur yang memiliki kadar alkohol 35–60 persen. Minuman ini mulai dikenal di Eropa sejak abad ke-12 dan biasanya disajikan setelah makan.
Champagne berasal dari wilayah Champagne di Prancis dan dikenal sebagai sparkling wine dengan kandungan alkohol sekitar 9–16 persen. Minuman ini identik dengan perayaan, kemewahan, dan momen spesial karena menghasilkan gelembung karbon dioksida alami melalui fermentasi ganda.
Masih dari Prancis, Cognac termasuk salah satu jenis brandy premium yang diproduksi secara ketat di wilayah Cognac. Penyulingannya dilakukan dua kali dan harus disimpan minimal dua tahun dalam tong kayu ek.
Cocktail dan Mocktail, Sama-sama Populer
Cocktail merupakan minuman hasil campuran beberapa jenis minuman beralkohol dengan tambahan bahan lain seperti jus buah, sirup, atau rempah-rempah. Proses pencampurannya membutuhkan keterampilan khusus yang dikenal sebagai mixology.
Berbeda dengan cocktail, mocktail sama sekali tidak mengandung alkohol. Minuman ini dibuat dari kombinasi jus buah, soda, madu, sirup, susu, hingga es krim sehingga menjadi alternatif bagi mereka yang tidak mengonsumsi alkohol.
Gin, Raki, Rum, dan Vodka
Gin pertama kali dikembangkan di Belanda pada abad ke-17. Minuman ini dibuat dari fermentasi serealia dan diberi aroma buah juniper serta berbagai rempah.
Raki merupakan minuman khas Turki yang dibuat dari anggur dan adas manis. Saat dicampur air, warnanya berubah menjadi putih susu sehingga dijuluki "susu singa".
Rum berasal dari fermentasi tetes tebu atau molase. Minuman ini berkembang di kawasan Karibia dan banyak dimanfaatkan sebagai bahan campuran cocktail maupun makanan penutup.
Vodka memiliki sejarah panjang sejak abad ke-11 dan kini identik dengan Rusia maupun Eropa Timur. Minuman ini dibuat melalui proses distilasi serealia atau kentang dan dikenal memiliki rasa yang relatif netral.
Sake, Soju, Tequila hingga Tuak
Sake merupakan minuman tradisional Jepang yang dibuat dari fermentasi beras. Selain dikonsumsi sehari-hari, sake juga digunakan dalam berbagai upacara adat dan keagamaan.
Di Korea Selatan, soju menjadi minuman nasional dengan kadar alkohol sekitar 20–45 persen. Bahan utamanya berasal dari beras atau sumber pati lainnya yang difermentasi dan disuling.
Sementara tequila berasal dari Meksiko dan dibuat menggunakan tanaman agave biru. Produksinya melalui proses fermentasi dan distilasi sehingga menghasilkan cita rasa khas yang dikenal di seluruh dunia.
Indonesia juga memiliki minuman tradisional berupa tuak yang dibuat dari fermentasi nira aren, kelapa, atau siwalan. Minuman ini ditemukan di berbagai daerah dengan kadar alkohol yang berbeda sesuai proses pembuatannya.
Wine dan Whisky Tetap Mendominasi
Wine menjadi salah satu minuman beralkohol paling populer di dunia. Minuman ini dibuat melalui fermentasi buah anggur dan terdiri atas berbagai jenis seperti red wine, white wine, rosé, sparkling wine, hingga ice wine.
Sementara whisky diproduksi dari fermentasi serealia seperti barley, gandum, atau jagung yang kemudian disuling dan disimpan dalam tong kayu ek selama bertahun-tahun. Proses pematangan tersebut menghasilkan aroma dan karakter rasa yang menjadi ciri khas whisky dari berbagai negara.
Baca Juga: Minuman Termahal di Dunia, Harganya Tembus Rp726 Miliar per Botol, Nomor 1 Cuma Ada Dua di Dunia
Editor : Fadhilah Salsa BellaSumber : pinterest