BLITAR KAWENTAR, BLITARKAWENTAR.JAWAPOS.COM – Bengkel modifikasi mobil listrik mulai bermunculan seiring meningkatnya populasi kendaraan listrik di Indonesia. Salah satunya adalah GF Evo Indonesia yang memilih fokus menggarap modifikasi dan penyediaan suku cadang aftermarket khusus untuk berbagai model electric vehicle (EV).
Berlokasi di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, bengkel modifikasi mobil listrik ini menangani berbagai kebutuhan pemilik EV, mulai dari pemasangan aksesori, body kit, upgrade interior, hingga pengembangan fitur-fitur baru yang tidak tersedia pada kendaraan bawaan pabrik.
Menurut pendiri GF Evo Indonesia, Kusuma, tingginya minat masyarakat terhadap bengkel modifikasi mobil listrik berawal dari melonjaknya penjualan kendaraan listrik dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi tersebut membuat kebutuhan komponen aftermarket ikut meningkat.
"Kami melihat tren kendaraan listrik terus berkembang. Dari situ kami mulai membuka bengkel khusus dan sekarang sebagian komponen sudah kami produksi sendiri di Indonesia," ujarnya.
Chery J6 dan Jaecoo J5 Paling Banyak Masuk Workshop
Saat ini, dua model yang paling sering dimodifikasi adalah Chery J6 dan Jaecoo J5.
Berbagai ubahan dilakukan mulai dari pemasangan roof rack, side box, footstep elektrik, velg aftermarket, hingga bumper custom yang dirancang sesuai karakter kendaraan.
GF Evo bahkan memproduksi sendiri beberapa komponen seperti bracket ban belakang yang memang belum tersedia pada mobil standar.
Body kit bergaya Range Rover juga menjadi salah satu produk favorit karena mampu mengubah tampilan Jaecoo J5 menjadi lebih gagah tanpa menghilangkan identitas desain aslinya.
Physical Button Jadi Solusi Pengguna EV
Salah satu aksesori yang paling banyak diminati adalah physical button untuk Chery J6.
Perangkat ini memungkinkan pengemudi mengoperasikan berbagai fitur kendaraan melalui tombol fisik, seperti membuka pintu, mengatur AC, mengaktifkan wiper, ventilasi udara, hingga membuka glove box.
Pemasangannya dilakukan secara plug and play karena sudah memanfaatkan konektor bawaan kendaraan sehingga tidak memerlukan pemotongan kabel.
Menurut Kusuma, produk tersebut telah dipesan lebih dari 100 konsumen dengan harga sekitar Rp1 jutaan termasuk pemasangan.
Jok Lebih Rebahan Tanpa Ubah Struktur Asli
Selain menghadirkan aksesori baru, GF Evo juga menawarkan solusi bagi pengguna Jaecoo J5 yang menginginkan posisi duduk lebih nyaman.
Workshop membuat bracket khusus agar sandaran jok belakang dapat direbahkan sekitar delapan derajat.
Seluruh proses hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit dan tidak mengubah konstruksi asli jok sehingga tetap aman digunakan.
Chery J6 Ini Bisa Jadi Pembangkit Listrik Berjalan
Salah satu proyek yang paling menarik perhatian adalah mobil modifikasi milik GF Evo yang berhasil meraih juara kedua dalam ajang kontes modifikasi kendaraan listrik.
Mobil tersebut dibekali panel surya otomatis yang dapat dibuka ketika kendaraan diparkir di bawah sinar matahari.
Energi yang dihasilkan panel surya kemudian disimpan pada baterai tambahan berkapasitas sekitar 5,12 kWh sebelum dialirkan kembali ke baterai utama kendaraan melalui sistem charging.
Tak berhenti di situ, kendaraan juga dipasangi inverter berdaya 6.000 watt sehingga mampu menyediakan listrik AC untuk berbagai kebutuhan.
Konsep tersebut membuat mobil tidak hanya berfungsi sebagai alat transportasi, tetapi juga dapat menjadi sumber listrik portabel saat dibutuhkan.
Siapkan Social Hub Komunitas Kendaraan Listrik
GF Evo juga tengah menyiapkan konsep social hub yang menggabungkan workshop dengan coffee shop, area biliar, rooftop, hingga restoran.
Konsep tersebut dibuat agar pemilik kendaraan listrik memiliki tempat berkumpul sekaligus menunggu proses pengerjaan kendaraan.
Selain Chery J6 dan Jaecoo J5, bengkel ini juga menerima modifikasi berbagai mobil listrik lain seperti BYD, Denza D9, VinFast, M6, hingga beberapa model EV lainnya.
Kehadiran bengkel spesialis seperti GF Evo menunjukkan bahwa industri aftermarket kendaraan listrik di Indonesia mulai berkembang pesat. Tak hanya menghadirkan ubahan kosmetik, berbagai inovasi baru juga mulai dikembangkan untuk meningkatkan kenyamanan sekaligus fungsionalitas kendaraan listrik.
Editor : Maylanni Diana Fitri