JAKARTA - Pakar bonsai terkemuka Milton Chang membagikan rahasia besar mengenai cara membuat bonsai master melalui kanal YouTube pribadinya. Dalam demonstrasi tersebut, Milton memperlihatkan proses mengubah bibit pohon muda menjadi karya seni bernilai tinggi. Langkah awal ini sangat krusial untuk menentukan masa depan bentuk pohon pot tersebut.
Milton Chang membawa sebuah pohon koleksi pribadinya yang telah berusia 25 tahun sebagai contoh utama. Pohon legendaris tersebut awalnya didapatkan oleh Milton dari institusi UPM sebagai bibit kecil. Teknik cara membuat bonsai master ini berfokus pada pembentukan struktur batang yang matang.
Melalui teknik yang tepat, cara membuat bonsai master bisa dilakukan oleh siapa saja di rumah. Milton menjelaskan bahwa kesabaran adalah kunci utama dalam merawat tanaman hias berumur panjang ini. Penonton diajak melihat perbandingan langsung antara pohon tua dan pohon muda.
Perbandingan Pohon dan Peralatan Penting
Milton membandingkan pohon berusia 25 tahun miliknya dengan pohon muda yang baru berumur tiga tahun. Pohon muda jenis trident maple tersebut digunakan untuk mempraktikkan cara membuat bonsai master secara langsung. Kecepatan tumbuh pohon jenis trident maple ini dinilai sangat luar biasa oleh Milton.
Baca Juga: Keputusan Rapat DPR, Menkeu, dan PT Taspen soal Pembayaran Rapel serta Kenaikan Gaji Pensiunan 2026
Untuk memulai proses ini, Milton menyiapkan beberapa peralatan perkebunan yang sangat sederhana. Peralatan tersebut meliputi pot budidaya, pot khusus bonsai, gunting pemotong, dan alat pengikis tanah. Milton juga memakai pengait daging dari toko perlengkapan restoran untuk membersihkan akar pohon.
Alat pemotong portabel berukuran kecil menjadi senjata utama Milton dalam mengeksekusi cabang tanaman. Milton mengklaim gunting kecil tersebut sudah cukup untuk menyelesaikan hampir semua tahap pemotongan batang. Semua alat ini sangat murah dan mudah didapatkan oleh para pemula.
Karakteristik Daun dan Keunggulan Jenis Pohon
Pohon trident maple muda awalnya memiliki ukuran daun yang cenderung sangat besar dan lebar. Namun, Milton menekankan bahwa ukuran daun tersebut akan mengecil seiring berjalannya waktu pertumbuhan. Proses pengecilan daun terjadi ketika pohon sudah memiliki banyak percabangan baru yang rimbun.
Beberapa jenis pohon seperti elm, japanese maple, trident maple, dan sova memiliki sifat serupa. Semua jenis tanaman tersebut dipilih karena ukuran daunnya dapat menyusut menjadi sangat kecil. Karakteristik ini membuat mereka menjadi bahan pilihan utama para seniman bonsai dunia.
Pilihan material yang tepat akan menghasilkan skala estetika yang seimbang antara batang dan daun. Pohon besar dengan daun berukuran mikro memberikan kesan pemandangan alam yang sangat nyata. Karakter ini telah terbukti sukses selama bertahun-tahun dalam dunia seni tanaman.
Proses Pengeluaran Pohon dan Analisis Tanah
Milton mulai mengeluarkan pohon muda berumur dua setengah tahun itu dari pot lamanya. Proses pengeluaran tanaman dari wadah plastik tersebut sempat mengalami sedikit hambatan bagi Milton. Hal itu terjadi karena kondisi tanah di dalam pot tersebut sangat berminyak dan pekat.
Tanah yang sangat pekat dan liat membuat akar pohon mencengkeram pot dengan kuat. Meskipun kondisi tanah kurang ideal, pohon muda tersebut tetap mampu tumbuh dengan sangat baik. Jenis pohon elm dan trident maple dikenal memiliki daya tahan tubuh yang luar biasa.
Tanaman hias jenis ini mampu tumbuh di hampir semua jenis media tanah yang ada. Pembudidaya bisa menggunakan tanah kebun biasa yang keras maupun tanah jenis pasir berpasir halus. Fleksibilitas media tanam ini sangat menguntungkan bagi para pencinta tanaman hias pemula.
Pentingnya Manajemen Struktur Akar Radioaktif
Milton segera membersihkan sisa tanah untuk melihat struktur akar di bagian bawah pohon. Menurut Milton, langkah paling pertama dan utama dalam mengolah pohon adalah memeriksa kondisi perakaran. Jika sistem perakaran tidak bagus, maka pertumbuhan pohon ke atas tidak akan pernah maksimal.
Bagian bawah pohon merupakan fondasi utama yang tidak bisa diubah dengan mudah kemudian hari. Sebaliknya, bagian cabang dan ranting atas pohon sangat mudah diubah sesuai keinginan seniman. Milton menginginkan akar pohon tumbuh menyebar secara radial ke segala arah mata angin.
Pertumbuhan akar radial meniru gaya pohon besar yang tumbuh bebas di alam terbuka. Setelah diperiksa secara dekat, beberapa akar tampak tumbuh mengarah ke bawah dengan sangat dalam. Milton melihat ada titik merah kecil yang menandakan pertumbuhan akar baru akan segera terjadi.
Teknik Pemotongan Ekstrem dan Pelurusan Batang
Pohon muda contoh tersebut memiliki sedikit lengkungan alami pada bagian batang utamanya. Milton secara pribadi kurang menyukai lengkungan tersebut karena bentuknya menyerupai sebuah busur melingkar. Milton menginginkan batang pohon tersebut tumbuh tegak lurus ke atas dengan kokoh dan gagah.
Untuk mengatasi hal itu, Milton mencoba meluruskan batang secara manual menggunakan kedua tangannya. Batang pohon ditekan secara perlahan agar tidak patah di bagian tengahnya. Setelah ditarik, lengkungan melingkar pada pohon tersebut mulai berkurang secara drastis.
Milton kemudian melakukan pemotongan ekstrem pada bagian atas batang yang melengkung tersebut. Hasilnya, batang pohon kini terlihat benar-benar lurus sempurna tanpa ada sisa lengkungan lagi. Trik pemotongan ini sangat efektif untuk memanipulasi bentuk arsitektur dasar sebuah pohon.
Menentukan Pucuk Apex dan Cabang Samping
Milton mulai membayangkan tinggi ideal pohon tersebut dengan menentukan titik pucuk tertinggi atau apex. Bagian atas batang dibersihkan agar tunas baru bisa tumbuh dengan rapi dan teratur. Pembersihan ini membantu proses penyembuhan luka potong pada kulit pohon menjadi lebih cepat.
Jika dilihat dari sudut tertentu, pohon akan tumbuh naik lalu berbelok ke bawah. Cabang bagian samping akan tumbuh melebar dan membentuk struktur pohon formal yang sangat standar. Milton sangat menyukai bentuk pohon dengan karakter lekukan yang tegas dan dinamis.
Milton kemudian memotong akar samping yang tumbuh tidak teratur menggunakan gunting dandy kecil. Akar yang tumbuh melenceng ke arah samping langsung dibuang demi estetika masa depan pohon. Langkah kejam ini harus dilakukan demi mencapai tujuan desain akhir yang sempurna.
Metode Slant Cut untuk Penyembuhan Alami
Milton memilih untuk menanam kembali pohon tersebut dengan posisi yang sedikit miring ke samping. Batang pohon diposisikan mengarah ke atas lalu dipotong pada bagian cabang yang tidak perlu. Beberapa cabang samping sengaja diselamatkan untuk menjaga keseimbangan pasokan nutrisi tanaman.
Pemotongan pertama menghasilkan bentuk tunggul yang dinilai kurang bagus oleh Milton Chang sendiri. Bentuk tunggul yang tegak lurus akan menghalangi proses penutupan luka kulit pohon secara alami. Milton kemudian melakukan pemotongan ulang dengan teknik miring atau dikenal sebagai slant cut.
Pemotongan dilakukan secara kasar agar luka pohon terlihat seperti patah secara alami di alam. Sisa tunggul kecil di bawah lekukan batang utama juga langsung dipotong bersih tanpa sisa. Milton menyisakan sedikit mata tunas agar cabang baru bisa meletup keluar di masa depan.
Strategi Mempercepat Penebalan Batang Utama
Batang pohon yang berada di bawah lengkungan utama dipotong habis karena dinilai mengganggu pemandangan. Milton memilih tidak menggunakan kawat besi untuk meluruskan batang karena membutuhkan waktu terlalu lama. Penggunaan kawat juga berisiko melukai kulit pohon jika terlambat dilepaskan oleh pemiliknya.
Milton sengaja memotong batang pada titik yang lebih tinggi agar pohon tumbuh lebih cepat. Pohon akan tumbuh ke atas, berbelok ke kanan, lalu kembali berbelok ke arah kiri. Titik apex tertinggi ditentukan pada ujung cabang yang mengarah langsung ke langit.
Langkah ini merupakan tahap pertama dalam perjalanan panjang mengubah pohon muda menjadi master. Dalam waktu lima tahun, batang pohon ini diperkirakan akan mencapai ketebalan yang ideal. Pohon tersebut sudah bisa dipindahkan ke tanah langsung atau pot yang jauh lebih besar.
Pilihan Menanam di Tanah vs Pot Besar
Pertanyaan yang paling sering diajukan adalah memilih menanam di tanah langsung atau pot besar. Milton memberikan jawaban bahwa pilihan tersebut sangat bergantung pada target ukuran diameter batang pohon. Jika ingin ukuran batang yang sedang, gunakan saja pot pembibitan berukuran besar di kebun.
Penggunaan pot besar menghindarkan pembudidaya dari repotnya membongkar tanah di kemudian hari. Proses pembongkaran tanah berisiko merusak sistem perakaran halus yang sudah terbentuk dengan baik. Namun, jika ingin batang raksasa, pohon wajib ditanam langsung di atas tanah bumi.
Pohon di tanah harus terus dipotong cabang besarnya secara berkala selama masa pertumbuhan. Pertumbuhan pucuk panjang hingga ketinggian 10 kaki di tanah akan mempercepat penebalan batang utama. Metode potong dan tumbuhkan ini memberikan kebebasan berekspresi layaknya melukis di atas kanvas kosong.
Target Realistis dan Penutup dari Milton Chang
Milton mengakui bahwa proses pembuatan karya seni hidup ini membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Tidak ada jalan pintas yang bisa diambil untuk mempercepat pertumbuhan alami sebuah pohon master. Diperlukan waktu hingga 25 tahun penuh untuk mendapatkan batang pohon raksasa yang sangat kokoh.
Milton secara realistis menyatakan tidak akan hidup sampai usia di atas 100 tahun ke depan. Oleh karena itu, target pribadinya diturunkan untuk membuat pohon tersebut indah dalam lima tahun. Milton akan terus membagikan perkembangan mingguan pohon ini kepada para pengikut setianya di internet.
Editor : Maylanni Diana FitriSumber : yt: Bonsai Heirloom